[Tentang Falchan #2] WISATA DURIAN “MELEPAS PENAT SKRIPSI”

Dear Steemians,

Sebagai mahasiswa tingkat akhir yang paling banyak menguras energi pikiran adalah skripsi. Ya, skripsi. Tugas akhir sebagai syarat sah menyandang gelar sarjana. Banyak yang mengatakan bahwa skripsi tidak sesulit yang dibayangkan. Namun beda orang tentu beda pula yang mereka rasakan. Sulit mudahnya kembali kepada diri yang mengerjakan. Begitulah kira-kira.

Sulit ataupun mudah yang pasti bahwa skripsi tetap menguras energi pikiran yang menyebabkan suatu kepenatan. (Teori dadakan berdasarkan pengalaman :v)

Setelah penat beraktivitas bergulat dengan skripsi, rekreasi atau berwisata adalah pilihan yang baik untuk sejenak melepas segala penat yang bersembunyi di dalam pikiran. Bersama rekan-rekan (4 orang) seperjuangan dalam mengabdi di masyarakat pada program KKN (kuliah kerja nyata) beberapa waktu lalu, kami berangkat berwisata. Tentunya mereka juga tengah bergulat dengan skripsinya.

Tujuan perjalnan kali ini adalah bersilaturahmi ke rumah teman yang juga merupakan anggota kelompok pengabdian beberapa waktu lalu itu. Tak lupa melepas penat menjadi niat terselubung kami dan berburu durian menjadi niat utama di atas niat bersilaturahmi. (:v hehehehe)

# Wisata Durian

Lokasi wisata durian kali ini adalah Buloh Blang Ara, Daerah blang kolam, Kampung Sido Mulyo, Dusun Alue Putroe Manoe, Kabupaten Aceh Utara. Untuk sampai dilokasi tersebut harus melewati sedikit tanjakan dan trunan yang cukup memacu adrenalin. Barisan batu kerikil besar menjadi alas perjalanan kami tentunya. Gempa lokal di atas kendaraan, begitulah gumam kami sambil terus berjalan penuh kehati-hatian.

Setelah sampai dilokasi, senyum tawa pertemana yang beberapa waktu tidak berjumpa perlahan menghapus rasa kekecewaan terhadap jalan. Wisata durian pun dimulai. Barisan pohon durian nan rapi memenuhi setiap sudut kebun. Sungguh pemandangan yang luar biasa.

Tidak lupa, ketika memasuki kebun durian, bau khas dari durian segera menyapa indera penciuman kami. Insting berburu kami pun mulai bangun, mempercepat langkah untuk segera sampai di rangkang yang di tuju.

# Lapak Rangkang

Puas memperhatikan sekitar, kamipun beristirahat di rangkang yang sengaja dibangun oleh pemilik kebun. Rangkang tersebut digunkan sebagai tempat berteduh disiang hari dari panasnya sengatan matahari dan bersembungi dari gigitan dingin malam hari. Tanpa aba-aba ataupun komando kami putuskan inilah lapak kami dalam beberapa jam kedepan. (Lagak bak penguasa :v)

Bercengkrama di rangkang kebun durian bagaikan bercengkrama di lobby hotel bintang lima. Hembusan angin diiringi syahdunya suara gesekan daun dan dentuman durian jatuh adalah suasana kompleks yang mampu melonggarkan ketegangan syaraf otak yang sempat tegang akibat tarikan ketat skripsi.

Ditengah kebun hanya cekikikan tawa kami yang terdengar. Bahkan sampai tupai pun enggan untuk mendekat menyentuh buah durian yang bergantung gagah. Karena salah-salah sentuh buah durian jatuh dan akan menjadi santapan kami. Tupai yang malang, selain salah-salah sentuh tidak dapat makan salah-salah keluar juga nyawanya bisa melayang karena salah satu pemilik kebun selalu bersiaga dengan senapan angin yang siap nelesatkan peluru menembus tubuh si tupai. Bersembunyilah tupai tidak usah keluar, sayangi nyawamu. :v

Beberapa waktu menanti durian tak kunjung jatuh. Dalam sabar kami menunggu dan ‘buuuuk’ bunyi suara durian menghantam tanah. Sontak seluruh kepala menoleh ke sumber bunyi. ‘Taraaa’ ternyata itu berasal dari kebun tetangga yang berada persis di sebelah kebun yang kami kunjungi. ‘Yaaahhh’ tanpa aba-aba kami serentak mengeluh, di susul riak tawa yang memecah kesunyian.

Lelah bercerita, tiba-tiba pemilik rangkang mengeluarkan hasil buruannya tadi malam. Dan, itu adalah rezeki kami. Beberapa buah durian keluar dari tempat persembunyiannya yang sengaja di buat di dalam rangkang. Semua tersenyum lebar. Terimakasih pemilik rangkang. 🙂

Tanpa basa basi salah seorang dari kami segera meraih parang yang tergelatk di rangkang dan membuka durian-durian tersebut. Akhirnya semua sibuk menikmati buah durian yang diidam-idamkan.

Perjalanan kami pun selesai setelah puas menyantap beberpa buah durian. Rasa terimakasih tidak lupa kami lontarkan kepada pemilik kebun atas apa yang telah disediakan terhadap kami. Jika ada waktu kami akan kembali lagi. 😀

Demikianlah perjalan wisata durian dengan berbagai niat terselubung yang kami lakukan. Bagi kamu para pecinta durian, dianjurkan untuk segera melakukan wisata durian agar dapat melepaskan segala rasa yang terpendam. (:v hahaha) nantikan perjalan selanjutnya. 🙂