[Ruang Fiksi #1] Munaroh (Mantan Terindah)

[Sumber Gambar](https://www.google.co.id/search?client=ms-android-huawei&biw=320&bih=196&tbm=isch&sa=1&ei=vYlWW-GuDoO89QPjv7rYBQ&q=belajar+berdua+&oq=belajar+berdua+&gs_l=mobile-gws-wiz-img.3..0i30.17916.22651..23798…0.0…301.3746.0j14j4j1……0….1………0j35i39j0i8i30j0i5i30.OU-n6pJgEuk#imgrc=YiEXQBhJ2Ba0PM:)

Omar Jabeer Ibnu Katsir itulah namaku. Teman-teman biasa memanggilku dengan sebutan Ojik. Kata mereka namaku terlalu keren, tidak cocok dengan kulitku yang sawo matang dan perawakanku yang culun. Oleh karena itu, mereka mengakronimkan namaku menjadi Ojik agar ala-ala anak desa. Ya, aku sih biasa saja asal tidak diganti dengan nama binatang ataupun hal aneh lainnya.

Nama itu pemberian dari Almarhum ayahku. Terinspirasi dari nama-nama orang arab. Ayah berharap agar aku bisa terus menempuh pendidikan hingga ke tanah Arab dan aku menjadi orang yang terpandang di kampung. Karena di kampungku orang-orang yang lulusan pendidikan di Arab hidupnya sejahtera. Dan, tentunya ayahku juga berharap demikian, hidup anaknya sejahtera tidak seperti hidupnya yang harus bergelimang dengan kemiskinan. Setiap nama adalah doa, setiap doa InsyaAllah akan diijabah. Dan, aku selalu bersyukur telah diberi nama itu oleh Ayahku.

***

Kala itu aku menduduki bangku MAN. Sekolah setara SMA yang mendalami ilmu agama juga umum. Sekolah ini merupakan sekolah yang difavoritkan oleh seluruh remaja di kampungku. Selain mata pelajarannya yang banyak serta lengkap, sekolah itu juga dikenal dengan ekstrakulikulernya yang beraneka ragam. Mulai dari Pramuka, Paskibra, PMR, dan lain sebagainya.

Di sekolah, aku merupakan salah satu siswa yang tergolong rajin. Tidak pernah melakukan pelanggaran. Namun, sering meninggalkan pelajaran karena sibuk berkecimpung dalam berbagai ekstrakulikuler tidak terkecuali OSIS, organisasi intra sekolah yang tidak sembarang orang bisa bergabung di dalamnya. Meninggalkan pelajaran karena di panggil wakil kepala sekolah bidang kesiswaan itu bukan pelanggaran dan terkadang itu menjadi kebanggan tersendiri bagiku.

Akibat kerajinanku aku mulai dikenal oleh seluruh masyarakat sekolah. Mulai dari guru-guru, siswa-siswi, ibuk kantin, bahkan petugas kebersihan sekolah pun turut mengenalku, karena tidak jarang aku membantu ia membuka pagar di pagi hari. “Efek rajin yang sudah kelewat batas, hehehe” gumamku dalam hati.

Sejenak aku berfikir. Mungkinkah ini ijabah dari doa Ayah yang melekat pada namaku? Jika itu benar maka aku tidak boleh mengecewakan ayahku. Aku harus berusaha sekuat dan semampuku

Sebagai siswa yang rajin tidak jarang juga prestasi menghampiriku. Dan hal ini membuat aku semakin dikenali oleh masyarakat kampus. Dan, disinilah kisah asmaraku.

***

Kembali aku dipanggil ke hadapan seluruh siswa-siswi karena berhasil meraih juara 2 dalam perlombaan menulis puisi tingkat kota dengan membawa nama sekolah. Gemuruh repuk tangan mengiringi, tanda apresiasi atas apa yang telah aku peroleh. Namun, aku tidak terlalu senang. Karena hanya menduduki posisi kedua.

“Aku harus berusaha menjadi lebih baik lagi” tekatku tanam dalam hati.

***

Hari ini aku tidak berkumpul dengan teman-temanku. Aku memilih menikmati pemandangan dari tebing sekolahku. Melihat alam lepas sambil terus koreksi diri tanpa melupakan rasa syukur.

Dalam nikmat memandang alam lepas. Aku dikejutkan oleh sosok wanita pemberani yang tiba-tiba duduk tepat disampingku. Selama ini, tidak ada wanita yang berani duduk langsung di sampingku atau berbicara empat mata denganku. Dengar-dengar alasan mereka karena segan terhadapku. “Ya sudahlah, tidak masalah”.

Meski sekolahku berbasis agama, siswa dan siswinya tidak dilarang untuk saling bercengkrama atau duduk berdua asal di tengah keramaian dan bisa dilihat banyak orang. Dan, tentunya membahas sesuatu yang penting

“Ngapain, Sendiri aja?” Tanyanya membuka pembicaraan setelah membuatku terkejut.

Namanya munaroh. Wanita sipit berpipi bulat. Namanya sedikit tidak cocok dengan paras wajahnya yang manis juga ayu mirip gadis keturunan china. Ia juga salah satu primadona yang di puja oleh hampir seluruh siswa disekolahku. Namun tidak termasuk aku. Karena aku cowok polos yang hanya tau sekolah.

“Ada apa?” Tanyaku datar tanpa menjawab pertanyaannya sebelumnya.

Ia hanya tersenyum sembari ikut menatap pemandangan yang ku nikmati. Lima menit tanpa suara. Merasa risih dengan keberadaannya yang mengganggu kesendirianku, akupun bertanya kembali.

“Nggak pulang? Ini kan sudah jamnya pulang sekolah?”

“Nggak, mau nemanin kamu”. Jawabnya singkat sambil terus memandangi alam.

Jesss.. aku tidak mengerti dengan apa yang aku rasakan disaat mendengar jawaban itu. Jantungku berdebar. Semakin tidak nyaman. Aku hanya terdiam kaku, namun hatiku seolah berbicara jutaan bahasa tentang makna kejadian itu.

Aku pernah mendengar temanku bercerita tentang cinta. Katanya cinta itu adalah perasaan yang tidak karuan. Senang, tetapi jantung berdebar. Trus disaat kita dengan orang itu maka akan keluar keringat dingin dan menyebabkan salah tingkah. Dan, itulah yang kurasakan.

Aku berkeringat dan mulai salah tingkah. Sebelumnya tidak ada rasa apa-apa. Hanya berjumpa sekali dan berbicara sepatah dua patah kata rasa itu muncul. “Ah, kampungannya aku” sesalku dalam hati.

***
Keesokan harinya aku mulai biasa dengan rasa ini. Bercengkrama berjalan bahkan bercerita hingga lupa waktu di saat pulang sekolah. Hari demi hari kami lalui, hingga suatu saat aku memberanikan mengungkapkan rasa. Awalnya aku hanya lelaki polos, namun kini aku memberanikan diri memegang tangannya dan menyatakan isi hatiku.

“Munaroh, sejak engkau hadir dalam lamunku hingga kini engkau hadir dalam mimpiku. Hal itu terjadi karena aku suka padamu”. Ucapku polos

“Aku juga” seperti biasa dia pelit berkata-kata. Tapi, aku senang mendengar jawabannya. Bahagia luar biasa, serasa aku menguasai seluruh dunia. Kami pun sah menjadi kekasih tanpa diketahui orang lain.

***

Masa itu telah berlalu. Indah memang. Tiada hari kecuali selalu mengingatkan dan memberi semangat akan apa yang dikerjakan. Disela-sela kesibukkan belajar kelompok kami selalu bergandengan tangan. Kisah sederhana namun berjuta makna bagi orang polos sepertiku. Bahkan ketika mendapat tugas menghafal buku teks kami bergantian menyimak dan mendengarkan lontaran hafalan masing-masing. Tidak lupa tebing sekolah menjadi saksi bisu perjalanan cinta kami.

Kini semua berubah. Aku melanjutkan pendidikan di negeri Arab seperti keinginan Ayahku. Sedangkan Munaroh tetap melanjutkan pendidikan untuk menjadi seorang guru. Kami tidak saling berkomunikasi sejak kami sepakat untuk menyudahi hubungan itu, demi masa depan yang lebih baik.

“Munaroh, semoga engkau baik-baik saja. Terus jadi pensil untuk menuliskan kebahagiaan kepada orang lain. Dan,jangan lupa sesekali menjadi penghapus untuk menghapus kesedihan orang lain. Salam dari Ojik, kertas polos yang telah banyak engkau hiasi oleh goresan pensil kebahagiaan dan engkau hapus dari buramnya kesedihan”.

[Tentang Falchan #2] WISATA DURIAN “MELEPAS PENAT SKRIPSI”

Dear Steemians,

Sebagai mahasiswa tingkat akhir yang paling banyak menguras energi pikiran adalah skripsi. Ya, skripsi. Tugas akhir sebagai syarat sah menyandang gelar sarjana. Banyak yang mengatakan bahwa skripsi tidak sesulit yang dibayangkan. Namun beda orang tentu beda pula yang mereka rasakan. Sulit mudahnya kembali kepada diri yang mengerjakan. Begitulah kira-kira.

Sulit ataupun mudah yang pasti bahwa skripsi tetap menguras energi pikiran yang menyebabkan suatu kepenatan. (Teori dadakan berdasarkan pengalaman :v)

Setelah penat beraktivitas bergulat dengan skripsi, rekreasi atau berwisata adalah pilihan yang baik untuk sejenak melepas segala penat yang bersembunyi di dalam pikiran. Bersama rekan-rekan (4 orang) seperjuangan dalam mengabdi di masyarakat pada program KKN (kuliah kerja nyata) beberapa waktu lalu, kami berangkat berwisata. Tentunya mereka juga tengah bergulat dengan skripsinya.

Tujuan perjalnan kali ini adalah bersilaturahmi ke rumah teman yang juga merupakan anggota kelompok pengabdian beberapa waktu lalu itu. Tak lupa melepas penat menjadi niat terselubung kami dan berburu durian menjadi niat utama di atas niat bersilaturahmi. (:v hehehehe)

# Wisata Durian

Lokasi wisata durian kali ini adalah Buloh Blang Ara, Daerah blang kolam, Kampung Sido Mulyo, Dusun Alue Putroe Manoe, Kabupaten Aceh Utara. Untuk sampai dilokasi tersebut harus melewati sedikit tanjakan dan trunan yang cukup memacu adrenalin. Barisan batu kerikil besar menjadi alas perjalanan kami tentunya. Gempa lokal di atas kendaraan, begitulah gumam kami sambil terus berjalan penuh kehati-hatian.

Setelah sampai dilokasi, senyum tawa pertemana yang beberapa waktu tidak berjumpa perlahan menghapus rasa kekecewaan terhadap jalan. Wisata durian pun dimulai. Barisan pohon durian nan rapi memenuhi setiap sudut kebun. Sungguh pemandangan yang luar biasa.

Tidak lupa, ketika memasuki kebun durian, bau khas dari durian segera menyapa indera penciuman kami. Insting berburu kami pun mulai bangun, mempercepat langkah untuk segera sampai di rangkang yang di tuju.

# Lapak Rangkang

Puas memperhatikan sekitar, kamipun beristirahat di rangkang yang sengaja dibangun oleh pemilik kebun. Rangkang tersebut digunkan sebagai tempat berteduh disiang hari dari panasnya sengatan matahari dan bersembungi dari gigitan dingin malam hari. Tanpa aba-aba ataupun komando kami putuskan inilah lapak kami dalam beberapa jam kedepan. (Lagak bak penguasa :v)

Bercengkrama di rangkang kebun durian bagaikan bercengkrama di lobby hotel bintang lima. Hembusan angin diiringi syahdunya suara gesekan daun dan dentuman durian jatuh adalah suasana kompleks yang mampu melonggarkan ketegangan syaraf otak yang sempat tegang akibat tarikan ketat skripsi.

Ditengah kebun hanya cekikikan tawa kami yang terdengar. Bahkan sampai tupai pun enggan untuk mendekat menyentuh buah durian yang bergantung gagah. Karena salah-salah sentuh buah durian jatuh dan akan menjadi santapan kami. Tupai yang malang, selain salah-salah sentuh tidak dapat makan salah-salah keluar juga nyawanya bisa melayang karena salah satu pemilik kebun selalu bersiaga dengan senapan angin yang siap nelesatkan peluru menembus tubuh si tupai. Bersembunyilah tupai tidak usah keluar, sayangi nyawamu. :v

Beberapa waktu menanti durian tak kunjung jatuh. Dalam sabar kami menunggu dan ‘buuuuk’ bunyi suara durian menghantam tanah. Sontak seluruh kepala menoleh ke sumber bunyi. ‘Taraaa’ ternyata itu berasal dari kebun tetangga yang berada persis di sebelah kebun yang kami kunjungi. ‘Yaaahhh’ tanpa aba-aba kami serentak mengeluh, di susul riak tawa yang memecah kesunyian.

Lelah bercerita, tiba-tiba pemilik rangkang mengeluarkan hasil buruannya tadi malam. Dan, itu adalah rezeki kami. Beberapa buah durian keluar dari tempat persembunyiannya yang sengaja di buat di dalam rangkang. Semua tersenyum lebar. Terimakasih pemilik rangkang. ๐Ÿ™‚

Tanpa basa basi salah seorang dari kami segera meraih parang yang tergelatk di rangkang dan membuka durian-durian tersebut. Akhirnya semua sibuk menikmati buah durian yang diidam-idamkan.

Perjalanan kami pun selesai setelah puas menyantap beberpa buah durian. Rasa terimakasih tidak lupa kami lontarkan kepada pemilik kebun atas apa yang telah disediakan terhadap kami. Jika ada waktu kami akan kembali lagi. ๐Ÿ˜€

Demikianlah perjalan wisata durian dengan berbagai niat terselubung yang kami lakukan. Bagi kamu para pecinta durian, dianjurkan untuk segera melakukan wisata durian agar dapat melepaskan segala rasa yang terpendam. (:v hahaha) nantikan perjalan selanjutnya. ๐Ÿ™‚

[Mutiara Hati #4] MERASA PINTAR

Manusia adalah makhluk yang diciptakan dengan sebaik-baik bentuk. Diciptakan dalam berbagai keragaman, bersuku-suku, berbudaya-budaya, berbangsa-bangsa, dan bernegara-negara. Memiliki akal pikiran untuk menentukan mana yang baik dan mana yang buruk.

Berbicara perkara pikiran mengarahkan kita kepada dua hal. Bodoh dan pintar. Sebagian dari mereka merasa bodoh karena tidak mendapat hasil ujian yang memuaskan atau bahkan tinggal kelas. Sebagian dari mereka juga merasa pintar karena selalu mendapat nilai bagus ketika ujian, dapat menghafal banyak teori, atau lulus dengan predikat terbaik.

Namun sadarkah kita, semua manusia terlahir dalam keadaan pintar. Tidak ada yang bodoh. Karena takaran pintar bukanlah mendapat nilai sempurna ketika ujian atau naik kelas dengan nilai sempurna.

Rasulullah pernah berkata, ada dua ciri seseorang itu dikatakan pintar:

1. Orang yang selalu muhasabah diri
Orang yang selalu muhasabah dari adalah orang yang selalu memperbaiki diri, introspeksi diri. Mencoba melihat kekurangan yang ada pada dirinya dan secara perlahan mempelajari dan mebgubahnya menjadi kebaikan.

Mereka melakukan kesalahan, namun setiap hari berusaha memperbaiki kesalahannya dan berusaha semaksimal mungkin mengulangi kesalahan yang sama.

2. Orang yang beribadah untuk hari setalah kematian
Kodrat manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Sang Khalik, Sang Pencipta alam semesta. Mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Beribadah ikhlas dengan landasan mempersiapkan diri untuk hari setelah kematian. Hari dibangkitkan, hari dikumpulkan di Padang Mahsyar, hari ditimbangnya segala amal, hari diputuskannya masuk surga atau neraka.

Itulah ciri-ciri orang pintar yang sebenarnya. Ia yang sadar bahwa dunia hanya sementara dan akhirat selama-lamanya. Oleh karena itu, jangan pernah merasa pintar jika belum memenuhi dua ciri di atas.

-Self remainder-


 

NOTE:

Photo-photo di atas merupakan dokumentasi kenang-kenangan dari perkumpulan remaja mesjid yang digembleng dengan luar biasa. ๐Ÿ˜€

[Tentang Falchan #1] Hobi Baru : Sketsa Kopi

Dear Stemian,

Awal kata awal cerita mengenal dunia steemit adalah hal yang patut disyukuri. Melalui steemit saya dapat menyalurkan tulisan saya walaupun masih amburadul. Selain itu, rasa saya juga senang ketika ada yang memberi masukan juga kritikan atas apa yang saya tulis di steemit. Ya begitulah kurang lebih perasaan ini.

Seseorang pernah berkata kepada saya,

“Jangan terlalu cepat puas dengan kesuksesan yang dicapai. Teruslah berlajar. Karena kesuksesan itu adalah bagian dari perjalanan hidup. Dan, kesuksesan yang sebenarnya itu akan tercapai ketika kamu meninggal dalam keadaan khusnul khotimah”.

Tentunya hal itu bagaikan cambuk yang menyadarkan diri ini dari lamunan dan menarik diri ini dari keterpurukan akan kepuasan atas suatu pencapaian. Ayolah, jangan terlalu cepat puas masih banyak harus diperbaiki. Kurang lebih seperti itulah jeritan hati ketika tersadar dari lamunan. (:D kok jadi curhat yaa, hehe)

(Kembali ke jalur utama)

Steemit juga menuntut untuk memperkenalkan diri sebelum lancar berselancar di dalamnya. Sedikit tentang saya dapat dilihat pada postingan saya beberapa bulan sebelumnyaย [(klik disini)](https://steemit.com/introducemyself/@goresanpenaanfal/goresan-pena-anfal). Dan, kali ini saya ingin sedikit berbagi hal baru yang saya temui.

Sketsa kopi (_coffee sketch_) namanya. Sebuah karya seni yang merupakan hasil perpaduan tarian pena dan ayunan kuas bertintakan kopi. Berasal dari pertemuan dengan seorang perempuan (saya memanggilnya kak rum) yang dibawa oleh kak zhu (perempuan yang akan merevisi puisi saya). Menurut saya pertemuan itu telah tertulis di lauhul mahfuz sebelumnya, tentunya saya sangat mensyukurinya karenanya saya belajar ilmu baru.

Awalnya mata saya tidak sengaja melihat kelincahan serta kelembutan tangan kak rum menarikan penanya di atas kertas putih, disusul dengan ayunan kuas bertintakan kopi menghasilkan karya yang luar biasa indah dipandang dan nikmat dicium. Karena selain hasil goresan pena yang membentuk suatu objek indah aroma khas dari kopi juga perlahan menyeruak masuk menerobos indra penciuman saya.

Saya terpesona dengan hal yang baru pertama kali saya lihat. Tentu saja saya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mempelajarinya. Langsung dari orang yang menurut saya mempuni di bidangnya.

Karena baru pertama kali melihat, serta tahu akan hal itu, tangan saya sedikit kaku untuk memulainya. Walaupun peralatan lengkap dengan senang hati dipinjamkan oleh kak rum. Hasilnya, lampu taman yang pensiun dini menjadi objek sasaran sketsa kopi pertama saya.

Agaknya masih terlihat kaku apa yang saya buat. Namun, jangan tanyakan seberapa besar rasa syukur di dalam hati saya. Kerena tampa izin dari-Nya apapun yang saya alami tidak mungkin terjadi.

Melalui pertemuan singkat tersebut sebuah jejak yang mungkin akan menjadi pelepas segala rasa di hati saya peroleh. Karena melalui goresan pena (baik berupa rangkaian kata ataupun gambar) saya dapat mengekspresikan segala rasa yang ada di hati.

Salam Stemian

[Mutiara Hikmah #3] AKIBAT KURANG TELITI

[Sumber Gambar](https://www.google.com/search?q=kurang+teliti&prmd=inmv&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwi2jPjN85HcAhULK48KHSWoBTgQ_AUICigB&biw=320&bih=454#imgdii=6B8TbrgkHE9eGM:&imgrc=Rme8qtTQmn21YM:)

Keseharian wartawan adalah meliput berita, kemudian mengemas sedemikian rupa hingga akhirnya diterbitkan oleh media baik cetak, elektronik, maupun online.

Dalam meliput berita juga banyak hal yang dilalui oleh seorang wartawan. Mulai dari perasaan haru ketika meliput berita bencana alam, bahagia ketika meliput berita Indonesia Juara Piala AFF, dan masih banyak lagi pengalaman hingga kisah yang menempah seorang wartawan menjadi profesional di bidangnya.

Belum lagi tekanan deadline yang seolah-olah menghantui. Berat memang menjadiseorang wartawan yang harus menjadi perpanjangan tangan dalam penyebaran suatu informasi. Oleh karena itu, ketelitian adalah hal mutlak yang harus dilakukan seorang wartawan walaupun berada dalam suatu suasana tertekan yang luar biasa.

Berikut terbentang terpaparkan sebuah kisah akibat kurang teliti dari seorang wartawan yang terdesak deadline untuk mengumpulkan berita.

Gubrak! Terdengar suara yang mengejutkan warga. “Tabrakan… cepat tolong” teriak salah seorang yang berlari menuju lokasi kecelakaan. Seketika ramai orang mengerubungi kejadian tersebut melihat korban serta pelaku tabrakan, tidak lupa berebut mendokumentasikan melalui gawai yang ada digenggaman masong-masing.

Melihat suasana ramai seorang wartawan yang sedang lesu karena belum mendapatkan berita satu harian ini, melonjak semangat, seoalh-olah ada yang menekan tombol “on” pada otaknya mengisyaratkan ini adalah berita yang harus diliput.

Akibat terlalu ramainya orang yang mengerubungi kejadian tersebut. Sang wartawanpun kesusahan untuk dapat mengambil gambar si korban. Berkali-kali mencoba, namun gagal untuk dapat menyelip disela-sela kerumunan.

Mundur satu langkah sembari berpikir. “Aahaa” senyum lebar sang wartawan tanda telah menemukan ide terpancar cerah.

“Ehem.. ehem…” sang wartawan menyetel suaranya.

“Permisi-permisi saya ayah korban, mohon minggir sedikit. Permisi-permisi” sang wartawan mencoba menyisir rapatnya kerumunan.

“Awas, awas” sambil berbisik warga yang berkerumun seolah membuka gerbang barisan agar ayah korban bisa langsung mendekati lokasi kejadian.

Dengan perasaan lega sang wartawan berjalan perlahan mendekati lokasi kejadian. Seraya berfikir bahwa taktiknya berhasil.

Setelah mendekati lokasi sang wartawan terkejut, suara bisikanpun semakin ramai terdengar, ternyata yang menjadi korban kecelakaan adalah seekor anak monyet yang lepas menyebrangi jalan. Dengan perasaan sedikit kikuk wartawanpun meninggalkan lokasi kejadian.

:v hehehe.. tingkatkan ketelitian dan jangan halalkan semua cara untuk mencapai sebuah tujuan.


 

NOTE:ย 

Cerita tersebut merupakan fiksi belaka. Semoga bermanfaat. Terimakasih. ๐Ÿ™‚

[MUTIARA HIKMAH #2] KEKUATAN HARAPAN

Suatu hari seorang pria dari Nanggroe Aceh Darussalam hendak menuju Kendari, Sulawesi Tenggara. Dalam perjalanan, pesawat yang digunakan harus melakukan transit di Ibu Kota Jakarta karena jarang-jarang ada pesawat yang berangkat menuju Kendari. Setibanya di Jakarta, pria tersebut segera melesat mencari penginapan karena waktu semakin senja, pukul 17.00 WIB.

Selesai meletakkan seluruh barangnya pada kamar hotel, ia berjalan keluar menuju lobby melihat-lihat kondisi sekitar dan menikmati sore di kota metropolitan. Tepat di depan hotel, pukul 18.00 WIB. Ia memperhatikan seorang wanita paruhbaya, kira-kira berumur 50 tahun, tengah berdiri diseberang jalan dengan dandanan yang masih segar sambil menghisap rokok. Tak lupa ia selalu menebar senyum kepada siapa saja yang melewatinya.

“Mungkin ia PSK” ujar pria tersebut dalam hatinya. Kemudian ia kembali ke hotel.

Pukul 20.00 WIB. Ia keluar untuk mencari makan malam. Ia terkejut masih melihat wanita yang sama di seberang jalan. Dengan posisi yang tidak berubah, dandanan yang terap fresh, serta sebatang rokok yang setia menemani setiap tebaran senyumnya.

Pukul 22.00 WIB. Ia telah kembali dari berburu kuliner. Cepat-cepat ingin kembali ke hotel karena esok dini hari ia harus segera hengkang dari hotel. Pesawat yang akan ia tunggangi akan melesat tepat pukul 03.00 WIB.

Berjalan terburu-buru, sempat menoleh keseberang jalan dan berhenti karena heran. Apa yang ia lihat beberapa waktu lalu, detik ini ia juga melihat hal yang sama. Seorang wanita, dengan dandanan fresh, sebatang rokok sambil menebar senyuman.

Sadar dari keheranannya ia segera melanjutkan perjalanan ke hotel.
“Jreeeng.. jreeeng..” alarm pukul 02.00 WIB. Berbunyi, tanda ia harus segera berangkat agar tidak tertinggal pesawat.

Keluar dari hotel keheranan pria itu memuncak melihat wanita paruhbaya di seberang jalan yang tak berpindah posisi sedikitpun. Masih memperbaiki dandanannya, sembari menghisap rokok dan tidak lupa untuk terus senyum.

“Ia pasti belum makan, bagaimana kalau kuberikan sedikit uang ini padanya?” Berbagai dugaan hilir mudik di kepalanya. Namun semua dugaan itu ditepis oleh pertimbangan bahwa ia orang baru dan hanya numpang sebentar saja di sebuah hotel yang mungkin tidak akan kesini lagi.

Sepanjang perjalanan menuju bandara ia berpikir. Apa yang menyebabkan wanita paruhbaya tadi sanggup berdiri berjam-jam, menebar senyum tiada henti. Mungkin ia masih akan tetap berdiri hingga matahari terbit esok dan baru kembali kerumahnya setelah jalanan terang.

Hikmah apa yang dapat kita ambil dari cerita singkat di atas? Sudahkan kita menemukan apa faktor yang menyebabkan wanita paruhbaya tadi kuat untuk berdiri dan menebar senyum berjam-jam lamanya?

Pada dasarnya hal yang membuat manusia itu kuat adalah harapan. Begitu juga dengan wanita paruhbaya itu. Ia kuat karena setiap detiknya, setiap senyuman yang dilontarkan ada yang tertarik dan mengajaknya kencan. Ada yang tergoda dan mengajaknya jalan. Setiap pergantian waktu harapan itu terus muncul dikepalanya sehingga ia terus berusaha mewujudkan harapan itu.

Mungkin tidak hanya hari itu saja, hari sebelum itu. Bisa jadi minggu, bulan, tahun, atau puluhan tahun lamanya ia melaksankan kegiatan itu dengan bermodalkan harapan yang sama.

Pertanyaan selanjutnya, apakah wanita paruhbaya tersebut akan berhenti jika malam itu tidak ada yang menghampirinya dan mengajaknya kencan? Tentu tidak, dikemudian hari ia akan terus coba lagi, coba lagi, dan coba lagi hingga waktu yang tak ditentukan.

Contoh lain bisa kita lihat dari nelayan. Seorang nelayan yang berhari-hari di laut, ketika kembali harapannya memperoleh ikan tidak tercapai akankah ia berhenti ke laut dan tidak lagi menjadi seorang nelayan? Tidak, tentu tidak. Karena ia akan kembali esok, esok, hingga waktu yang tidak ditentukan juga.

Jika kekuatan harapan mampu menepis lelah, letih, juga lesu seperti PSK paruhbaya yang berharap akan ada yang mengajaknya kencan. Atau seperti nelayan yang berharap akan keadaan agar esok ia bisa memperoleh banyak ikan. Maka teruslah berharap. Namun jangan letakkan harapan kepada manusia ataupun keadaan. Sandarkanlah harapan kepada-Nya Yang Maha Memberi. Allah SWT.


NOTE:

Tulisan ini dibuat agar menjadi bahan introspeksi penulis secara pribadi dan seluruh pembaca secara umum. Semoga bermanfaat. Terimakasih. ๐Ÿ™‚

[Balerong #9] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : BERKELUARGA JUGA BERMASYARAKAT

Klik disini untuk membaca tulisan sebelumnya.

Sekarang nak, ayah alihkan kisah kepada yang lain tapi masih berhubungan dengan rumah tangga. Mengenai hubungan ipar dan bisan.

Pepatah pernah berkata

“Jika iba dengan sawah perbaikilah irigasi, jika harap dengan telur serakilah jagung”.

Maknanya, harmonisnya suatu rumah tangga, awet serasi suami istri hendaklah dengan mertua bertali batin, dengan ipar bersilaturahmi, dengan keluarga mertua lainnya berbasa-basi. Pandai memelihara hubungan diplomatik dengan keluarga besar dari pihak suami. Begitu kira-kira kalimat besarnya.

Secara materi hukum, hanyalah orang yang berdua yang memliki ikatan batin dalam lembaga perkawinan. Tapi ingatlah, bahwa satu unit rumah tangga adalah bagian dari masyarakat. Masyarakat yang mengandung tatanan norma untuk dipatuhi dan ditaati. Singkatnya yang menikah adalah pengantin laki-laki dan perempuan namun yang kawin adalah kedua kaum masing-masing.

Oleh sebab karena itu nak, sebagai seorang istri, sebagai menantu orang kamu memikul beban moral dalam membina dan memupuk cara berukun ipar dan bisan. Pandai-pandai bertanam budi, baik-baik menjalin bahasa, tahu memperkirakan. Jangan pelit terhadap ipar ataupun mertua.

Jika suami membela orang tuanya, mengurus keponakannya, ataupun urusannya dikaumnya, jangan cemberut dan mengumpat. Panas tadah dari pada cangkir nanti nak. Jangan!

Ingatlah jasa mereka dulu nak. Coba pikir coba renungkan. Sejak kecil padi dirawat dibesarkan, di halau segala hama yang mendekati. Namun ketika padi telah kuning orang lain yang menyabitnya. Ingat jasa baik mereka nak, jangan lupa jasa tanah karena manis air tebu.

Penghabisan ayah ingatkan nak. Dimanapun kamu tinggal nanti nak. Di kampung, di rantau, di desa, atau di kota kita mesti bermasyarakat. Tidak boleh memisahkan diri nak. Perbaiki hubungan dengan orang banyak, pelihara silaturahmi, serta pedulilah dengan lingkungan.

Cara bertetangga. Hendaklah pandai bertenggang rasa, tahu mempertimbangkan hati orang. Dalam menjalin pergaulan hati-hati dalam menjaga jarak, jangan terlampau erat sehingga semua yang terjadi di rumahmu diketahui oleh tetanggamu. Jangan nak! Sesekali nanti ada kesalahan maka dirimu yang akan menyesal nak.

Selain dari pada itu, jika ada perselisihan berbeda cara pandang itu biasa dalam hubungan rumah tangga. Selesaikan secara baik. Jangan emosi apalagi egois hendak menang sendiri. Selangkah mengambil keputusan selalu ajak suami untuk bermusyawarah. Kadang-kadang sengketa itu jadi rahmat. Disitulah seninya berumah tangga nak. Jika memang terlalu berat permasalahan limpahkan kepada yang lebih tua, jangan didiam-diamkan apalagi menyebut-nyebut cerai.

Ayah kutuk ayah sumpahi jika ke dukun kamu mengadu, ke dewa meminta tolong, ramuan perkasih yang dicari. Itu bodoh! Namun jika ke Allah SWT kamu mengadu. Serahkan diri, pulangkan urusan kepada yang satu, tawakaltu ‘alallah. Kemudian berdoalah.

Nak, itulah kiranya yang dapat ayah pesankan. Semoga bisa menjadi bekal dalam menjalankan kehidupanmu kedepannya. Ayah mohon maaf jika ada kata ayah yang tidak pada tempatnya. Kepada Allah ayah memohon ampun, karena kebenaran hanya milik-Nya.

“Ya Tuhan kami berilah ketenangan kepada kami, dari suami dan keturunan kami, dan jadikanlah kami sebagai pemimpin dari orang-orang yang muttaqin”

“Cukuplah aku bersandar kepada Allah, tiada Tuhan yang kusembah selain Dia, kepada-Nya lah aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan arasy yang agung”

**SELESAI**

[Balerong #8] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : STRATEGI BERUMAH TANGGA

Klik disini untuk membaca tulisan sebelumnya.

Melanjutkan pertanyaan pada tulisan sebelumnya “lantas apa yang harus dilakukan?”. Kalau ingin menyelamatkan mobil, seorang kondektur mesti berbuat sesuatu. Jangan sama-sama berteriak dengan penumpang, menyumpah-nyumpah supir, atau melompat di pintu belakang. Jangan!

Maksud ayah, supir itu adalah suami sedangkan istri adalah kondektur. Orang sedinas namun berbeda tugas. Bagaimana caranya? Simak baik-baik nak, ayah jelas ayah terangkan.

Menurut sebagian para ahli tidaklah benar motivasi puber kedua karena limpahan libido laki-laki atau over produksi zat hormon, sehingga mendesak gairah seks. Itu salah nak. Para ahli juga melanjutkan, kaidah kejantanan yang secara naluriah bersifat penakluk pada umur 40 sedang berada dititik puncak. Naluri itulah yang menjelajah ingin menundukkan kehidupan termasuk bidang yang satu itu.

Coba kita ingat sejarah nak, ketika Nabi Muhammad SAW berumur 40 tahun datang dua malaikat membelah dada beliau mebersihkan kotoran hati kemudian menukarnya dengan yang bersih. Barulah Nabi Muhammad diberi tugas kerasulan. Begitulah pengalaman Rasulullah.

Adapun faktor lain, menurut ahli yang berbeda. Penyebabnya sederhana saja, hanya masalah kejenuhan, lain dari pada itu tidak ada. Oleh sebab sudah belasan tahun bergaul, pagi, petang, siang, dan malam yang terlihat hanya itu-itu saja maka datanglah rasa bosan. Ibarat makan nasi jika setiap hari hanya makan lalapan dan sambalado tentu sesekali hendak rendang ayam, semur jengkol, sayur asam, dan lain-lain. Sekali lagi ayah katakan nak, itulah ia nafsu.

Sehubungan dengan hal tersebut, ada dua pesan yang ingin ayah sampaikan untuk mengahadapi laki-laki yang berbuat seperti itu, diantaranya:
1. Untuk menghindari pertengkaran, jangan dipatah atau dikerasi. Biarkan saja agak sejenak nanti dia akan kendor dan lemah dengan sendirinya. Biasanya tidak terlalu lama itu nak. Menanggapi hal itu nak, pakailah ilmu bermain layang-layang. Ketika angin di atas sedang kuat ulurlah benang perlahan-lahan. Nanti ketika denyutnya angin sudah berkurang di atas putar benangnya kembali. Tenang-tenang saja, anggap saja ia sedang sakit. Mudah-mudahan aman. Sama halnya dengan laki-laki menghadapi perempuan ngidam, tengah malam diminta membeli es krim harus berangkat.
2. Karena telah datang bosan ia mencari keluar rumah. Sesuatu yang baru, suasana yang segar, santai dan semarak. Nah, sediakan apa yang dicarinya itu nak. Ciptakan kesegaran di rumah tangga. Ayah yakin, walaupun tidak menghambat total namun sekedar mengantisipasi besar manfaat dan kegunaannya. Kalau tidak seperti itu di tambah istri masa bodoh, maka siap-siaplah mendengarkan kabar bahwa ia telah terpaut dengan yang lain. Kamu juga yang ujungnya akan makan hati nak.

Terkadang orang perempuan ini nak, karena sudah asyik dengan anak, perhatian kepada suami mulai berkurang. Baju suami lupa digosok, kopi suami buat sendiri, bahkan kamar berantakan. Bagaimana kapal hendak berlabuh nak sementara teluk seperti melengahkan.

Nah jika solusinya menurutmu dengan menyewa seorang pembantu, maka ada hal yang ingin ayah sampaikan ketika telah memiliki pembantu, yaitu bukan semua urusan diserahkan kepada pembantu kamu tinggal memerintah. Jangan! Yang menyediakan jeperluan suami tetap kamu nak. Menghidangkan nasinya, bajunya, sabun mandinya, perlengkapan kantornya, pendeknya urusan pribadi suamimu jangan dilepaskan kepada orang lain. Sebab rasa dan aroma tangan istri itu akan mempertemukan dua unsur berlain kutub mewujudkan zat baru yang bernama kasih sayang.

Tetapi jika hal pribadinya telah diurus pembantu maka percayalah urusan lain akan dibantunya juga nak. Percayalah!

Jangankan suami nak, anak-anak pun juga demikian. Mulai dari menceboki hingga menyuapi, terus membedung meniduri, sampai mengajak bermain semuanya jasa si bibi. Maka ketika sudah besar anakmu lebih sayanglah iya kepada babu dari pada ibu yang melahirkannya. Kenapa demikian? Kembali kepada yang tadi, dawai kasihnya menyambung kepada batin orang yang menanam rasa sayang kepada dirinya. Itulah juga sebabnya nak, zaman dahulu ibu-ibu menyuapkan anak bukan dengan sendok melainlan dikunyahnya dahulu nasi itu hingga lembut baru dimasukkan ke mulut anaknya. Dengan begitu rasa keibuan dari sang ibu akan langsung menjadi darah membentuk jiwa silaturahim antara si anak dan si ibunya.

Walaupun kamu wanita karir yang ikut terjun mencari nafkah, tidak ada alasan sibuk. Tugas pokok di rumah tangga wajib mutlak ditangani. Selain itu kamu aktif di PKK, ketua pengurus di ‘aisyiyah, bagus itu. Intinya yang terpenting pandai berbagi waktu, perhatian jangan sumbing kesuami anak-anak dididik diarahkan. Itu saja.

Hendanya nak, kalau boleh pinta ayah berlaku. Suasana berumah tangga ini jangan seperti tebu yang makin ke ujung semakin hambar nak. Tapi bagaikan meminum kopi manis, semakin disedu semakin nikmat, semakin tua semakin mesra, berbimbing-bimbing ke surga. Itulah rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

**BERSAMBUNG**

[Balerong #5] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : MAKNA PEREMPUAN

>Klik link disini untuk membaca tulisan sebelumnya.

Nak, diumurmu yang sekarang hati-hati menjaga diri nak. Godaan sepanjang jalan, rayuan ada disetiap langkah. Jangan mudah percaya dengan laki-laki nak. Karena banyak di antara mereka hanya bermain-main walaupun ada juga di antara mereka yang mengatakan ikhlas dari hatinya.

Sifat dari seorang laki-laki adalah mencari. Berbeda dengan perempuan, sifat perempuan menanti. Melalui tangisan ia menolak, sedangkan diam tanda setuju begitu martabat seorang perempuan nak.

Sebenarnya nak, di zaman keterbukaan sekarang ini, era globalisasi katanya ada yang mengganjal dan mengganjil dipikiran kami orang tua. Hal itu adalah melihat sudah terbiasanya perempuan dan laki-laki pergi berpasangan. Naik di atas motor berpeluk-pelukan, dikeramaian haram dia untuk segan dan malu, apalagi di tempat sepi itu adalah keinginannya. Masa bodoh dengan gunjingan orang, tidak perduli jadi tontonan yang perlu hanya enjoy. Kami orang tua dituduhlah sebagai orang kolot, orang kuno ketinggalan, berburuk sangka buruk pikiran. _Na’udzubillah_ taubatlah ayah mendengarkannya nak, itulah pantangan nenek moyang.

Ingat nak! Orang laki-laki dan perempuan ibarat timun dan durian. Biar ditimpa atau menimpa tetap timun yang akan hancur duluan, percayalah.

Pada dasarnya nak, mengenai bergaul dengan laki-laki ayah tidak melarang. Boleh, silahkan bergaul, tapi perkirakanlah ukurannya jangan sampai melewati batas, biasa-biasa saja. Jika berteman di sekolah cukup sebatas pelajaran, bergaul di masyarakat sehingga bertegur sapa, begitupun dalam organisasi mesti bercampur dengan yang banyak. Memang begitulah seharusnya nak, tapi jangan hanyut terbawa arus tinggal yang wajib gara-gara yang sunnah. Jangan sampai nak!

Dengan teman cowok, nggak perlu terlalu dekat sekali nak. Apalagi sampai berpacar-pacaran. Satu lagi yang kami takutkan nak, oleh ulah terlampau dekat, diberikan semuanya, berharap akan jadi rupanya malah pergi mencari yang lain. Tidak tahu siapa yang akan disalahkan lagi itu nak, penyesalan yang akan menemanimu, merataplah di dalam kamar, orang tertawa melihatmu.

Ayah lanjutkan nak. Karena masa terus berjalan nak, yang kecil beransur besar umurmu bertambah gadis juga. Pasti akan datang ketikanya jodoh tiba dan engkau akan menjadi istri orang. Beratlah beban yang akan ditanggung banyak lika-likunya jalan menuju rumah tangga. Jika terlengah lupa dengan diri, tidak ingat tempat berdiri, maka ibarat melengah alam ini nak, hidup bagaikan rasa di neraka. Pepatah arab mengatakan yang artinya: “Barang siapa yang tahu akan dirinya maka tahu juga dengan Tuhannya”.

Maka sebagai hamba Allah. Wajib mencari tahu tahu tentang diri, siapa diri ini sebenarnya? Darimana hendak kemana sedang dimana kita sekarang? Jika sudah paham dengan diri sendiri, maka paham pulalah dengan zat Allah, awal mula semua kejadian.

Panjang jika dijelaskan nak, lelah kamu mendengarkan nantinya. Ayah fokuskan saja tentang perempuan nak. Adapun makna kata perempuan asal katanya adalah empu, yang artinya ibu, pangkal, ataupun bibit. Maka perempuan adalah ibu yang akan mengandung melahirkan serta melanjutkan bangsa manusia. Perempuan juga sering dikenal dengan sebutan ibu-ibu.

Sadarilah nak, engkau adalah bangsa ibu. Engkau adalah calon istri kandidat itu, penyambung pusaka keturunan. Sebelumnya sudah ayah katakan, kaum perempuan berasal dari tulang. Patahan rusuk laki-laki, bagian kiri paling bawah. Tahukah kamu maknanya nak? Perempuan adalah tempat sayang, buah hati curahan kasih dari orang laki-laki. Maka sudah menjadi _sunnatullah_ bahwa perempuan dan laki-laki saling cari mencari dan membutuhkan dan jika Allah mengizinkan maka bertemu di akad nikah, kata sepatah yang menghubungkan.

Kenapa harus tulang rusuk bukan tulang yang lain? Jika diambil dari tulang dada nak, maka timbullah rasa congkak bagi seorang perempuan nak, berjalan ingin dahulu, berkata ingin memotong, atau corong lompatan istilahnya. Jika diambil dari tulang punggung, maka perempuan akan menjadi beban dan sibuk mengekor dari belakang. Jika diambil dari tulang bagian atas, maka ia akan selalu ingin mengepalai, mengatur memerintah jadi komandan rumah tangga. Oleh karena itu, Allah mengambil dari tulang rusuk supaya perempuan berdiri di samping, di rusuk di sanding badan di bawah lenggang laki-laki. Pada hakikatnya, istri adalah _partner_, pendamping, teman setia, teman tempat berunding bermufakat bagi laki-laki.

Dijelaskan dalam Qs. Annisa ayat 34, perempuan adalah orang yang dipimpin oleh laki-laki. Sebagai orang yang dipimpin hendaklah patuh kepada pemimpin, loyal kepada suami, taati suruh dan permintaannya, jauhi pantangannya, jangan jadi pelawan ataupun penjawabdi dalam hati, apalagi durhaka juga menghianat itu adalah dosa yang besar nak.

Tapi jika bertanya kepada ayah, bagaimana cara tunduk kepada suami? Apakah seperti tunduk kepada raja? Ataukah seperti taat kepada Nabi?

**BERSAMBUNG**

[Balerong #4] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : SUMBANG 12

>untuk membaca postingan sebelumnya klik link disini.

Adapun yang dimaksud dengan kata sumbang, adalah suatu tindakan atau perbuatan yang buruk, tercela tapi belum sampai kepada salah. Sinonim nya adalah janggal, kurang etis, bandel, norak, dll.

Diantaranya nak:
1. Sumbang duduk. Bagi perempuan cara duduk yang sopan adalah bersimpuh bukan berselo seperti laki-laki. Jangan sampai pula duduk dengan posisi salah satu kaki didirikan seperti orang tua duduk di kedai. Jika duduk di kursi, rapatkan paha erat-erat sedikit menyamping posisinya. Begitupun duduk di atas sepeda motor, jangan mengangkang.
2. Sumbang berdiri. Jangan berdiri di depan pintu atau di tangga tempat turun naik. Jangan berdiri di tepi jalan jika tidak ada yang ditunggu. Apalagi berdiri dengan laki-laki yang bukan muhrim, konon lagi berunding-runding tanpa satu hal kepentingan apapun.
3. Sumbang jalan. Seorang perempuan jika hendak berjalan harus ada temannya, paling kurang anak kecil. Jangan berjalan terburu-buru, melainkan jalanlah dengan lemah lembut, gemulai, namun tegas. Jika berjalan bersama teman sama besar, jangan berbanjar menghambat jalan di labuh, kira-kira orang juga ingin lewat. Jika berjalan dengan orang tua atau orang laki-laki yang perempuan meiring di belakang. Begitulah adat yang harus di pakai nak.
4. Sumbang kata. Berbicaralah dengan lemah lembut. Dudukkan satu persatu perkara agar paham orang akan maksudnya. Sumbang bagi perempuan bicara cepat tanpa henti. Jika orang tua berbicara pentang memotong pembicaraannya, tunggu hingga selesai dan jawab mana yang patut dijawab. Di dekat orang yang sedang makan jangan berkata jorok. Disaat menjenguk orang sakit jangan bercerita tentang orang mati. Kurang baik kurang terpuji menagih hutang di depan orang ramai. Begitulah ajaran sopan santun nak.
5. Sumbang penglihatan. Kurang tertib bagi seorang perempuan jika bertamu matanya menyelidiki seluruh ruangan. Selain itu, jika kita menjadi tuan rumah jangan suka melihat ke jam tangan tersinggung orang yang sedang duduk bertamu, itu mengusir secara halus. Jika berbicara dengan laki-laki biarpun sanak keluarga, jangan berhadap-hadapan, melihat bola matanya, tidak boleh! Tapi buanglah pandangan ke yang lain, menunduklah melihat ke bawah.
6. Sumbang makan. Sumbang makan sambil berdiri, mengunyah sepanjang jalan. Mengunyah tutupkan mulut jangan terdengar suaranya oleh orang lain. Jika makan dengan tangan, angkat nasi dengan ujung jari, suap jangan terlalu besar. Menambahkan nasi ke dalam piring juga diperkirakan, jangan sampai piring menggunung, tidak masalah sering asalkan sedikit nak. Biasakan mencuci tangan dan menuangkan air ke dalam piring. Dengan tangan kiri menjangkau gelas, minum seteguk-teguk kecil, tahan sendawa jangan sampai lepas. Jika makan menggunakan sendok, jangan beradu sendok dan garpu berdering bunyinya, jang lupa setelah selesai makan telungkupkan sondok dan garpu jangan dibiarkan terlentang karena maknanya makan belum kenyang ataupun makan kurang selera tersinggung orang yang menghidangkan. Tolong perhatikan itu nak, jangan rendah pandangan orang.
7. Sumbang pakaian. Jangan berbaju ketat nak, nampak rahasia tubuh. Jangan pula yang terlalu jarang nak, apalagi tipis tembus pandang dan tersimbah atas bawah. Mengenai model dan potongan. Sesuaikanlah dengan bentuk badan, selaraskan model dan corak kain agar sejuk dipandang. Oleh karena kamu keturunan ayah, warna kulit kita tidak berbeda jauh maka pilihlah warna yang seikit hambar. Cream, hijau pucuk, biru telur asin, ataupun abu-abu. Jangan dipakai baju yang berwarna merah nak, dendeng balado disangka orang, berdosa orang karena kita. Jika melayat ketempat orang kematian, pakai yang polos berwarna gelap. Jangan di pakai baju yang pontong juga pendek.
8. Sumbang bekerja. Pekerjaan orang yang perempuan hanya sebatas yang ringan-ringan, mudah, dan halus-halus. Menjahit, masak-memasak, juga menyusun perabotan rumah. Jika ke sawah hanya sebatas bertanam atau menyabit jangan sampai hingga membajak. Begitu juga jika ke ladang, hanya sebatas membersihkan rumput-rumput atau menebang pisang. Terlalu janggal bagi orang perempuan jika harus memanjat dan menebang kayu. Begitupun memilih profesi. Paling cocok menjadi guru. Selain itu bidan, salon, perawat, ataupun yang sejenisnya. Tapi jika profesi lain harus ekstra hati-hati nak apabila hendak menjadi sekertaris, _tour guide_, artis, ataupun pramugari. Boleh menyopir tapi jangan menjadi sopir.
9. Sumbang tanya. Jika ada orang bertamu sambutlah dengan ramah tamah dan dengan hormat dipersilahkan duduk. Hidangkan minum, selesai minum agak seteguk cukup rasanya beristirahat baru tanyakan apa maksud dan tujuan kedatangannya. Maka terlalu kasar budi seorang perempuan jika ada yang bertamu belum sempat ia duduk dan beristirahat sejenak langsung ditanyakan maksud dan tujuannya. Jangan! Tidak boleh! Buruk angkuh namanya nak. Jika tamu kita sedang makan, sumbang jika kita menanyakan berapa harga beras, pantang orang minang itu nak. Satu lagi, jika berjalan di dalam hutan jangan bertanya apa isinya, ular, harimau, dsb.
10. Sumbang jawab. Baik-baik menjawab pertanyaan orang jangan sampai orang tersinggung.
11. Sumbang bergaul. Jangan bergaul dengan laki-laki jika hanya kamu perempuan di dalamnya. Sumbang bergaul sama sama besar jika hanya berkumpul-kumpul tidur, bermalam di rumah orang, kecuali ada keperluan. Karena kamu anak gadis, sumbang bergaul dengan anak kecil. Ikut bermain karet dan kelereng apalagi berlari kejar-kejaran.
12. Sumbang kurenah. Maksud kurenah adalah gelagat pembawaan, sifat tabiat dan perangai, karakter bahasa sekarangnya, sikap mental bahasa modernnya. Kurang etis apalagi patut jika kamu berbisik berdua-dua sedangkan kamu duduk bertiga nak. Kurang bagus dan elok jika melucu bercanda serta tertawa disaat kalian pergi takziah nak. Tidak boleh tertawa melihat orang jatuh, tidak boleh menutup hidung ditengah orang ramai atau menguap membuka mulut lebar-lebar. Termasuk juga sumbang kurenah jika berkegiatan, mengambil suatu benda, menyetop mobil, melambaikan tangan menggunakan tangan kiri, kecuali menjangkau gelas ketika makan.

Itulah kiranya sumbang 12 yang harus perhatikan pada diri perempuan nak.

**BERSAMBUNG**