[Mutiara Hikmah #6] RACUN HATI

[Sumber Gambar](https://www.google.co.id/search?q=racun+hati&client=ms-android-huawei&prmd=ivn&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiW_Pj8wsPcAhXCRo8KHeUqBp0Q_AUICigB&biw=320&bih=454#imgrc=yDYtIyRJ5mQmOM:)

Dear Stemians,

Hati adalah segumpal daging yang apabila segumpal daging itu baik maka baiklah seluruh tubuh ini. Sebaliknya, apabila segumpal daging itu buruk maka buruklah seluruh tubuh ini.

Ada banyak makna kata ‘ hati ‘, diantaranya orang-orang sains mengartikan hati sebagai organ yang berfungsi menyaring racun di dalam tubuh. Sedangkan orang-orang sosial mengartikan hati sebagai alat perasa yang berfungsi mengontrol rasa yang ada di dalam tubuh. Berdasarkan hal itu maka timbullah beberapa istilah seperti ‘ jatuh hati ‘, ‘ sakit hati ‘, ‘ luka hati ‘, ‘ obat hati ‘, dan yang akan sedikit kita kupas pada kesempatan kali ini ‘ racun hati ‘.

Jika obat hati sebelumnya telah kita ketahui melalui senandung yang dilantunkan penyanyi religi ‘ opick ‘. Maka kali ini kita akan mengetahui penyebab hati itu teracuni. Ada istilah yang mengatakan lebih baik mencegah dari pada mengobati.

# Banyak Berbicara
Racun hati yang pertama adalah banyak berbicara. Sebagai makhluk sosial, melalui berbicara manusia melakukan interaksi. Dengan berbicara mampu membuat satu individu dengan individu lainnya saling mengenal. Dan, melalui berbicara jualah mampu terbentuk sebuah kesepakatan, kesimpulan, bahkan keputusan.

Namun, apabila berbicara ini terlalu banyak dilakukan maka timbullah istilah gosip. Membicarakan keburukan orang lain, membicarakan hak yang tidak seharusnya. Hal ini lah yang sedikit demi sedikit menjadi racun bagi hati. Tanpa kita sadari setiap hari kita selalu berbicara, berbicara, dan berbicara. Hasilnya terkadang yang kita bicarakan bukanlah hal yang bermanfaat.

Berdasarkan hal itu maka timbullah istilah “berbicara itu perak dan diam itu emas”.

Sudah kodratnya manusia melakukan sesuatu yang membuat hatinya senang. Unjuk kesenangan hati dapat dilihat dari tawa. Turunan dari banyak berbicara yang mampu meracuni hati bahkan membuat hati mati adalah banyak tertawa. Oleh karena itu, marilah kita gunakan kemampuan berbicara kita ini sebaik-baiknya sehingga mencegah kita meracuni hati kita sendiri.

# Banyak Makan
Racun hati selanjutnya yang tidak kita sadari adalah banyak makan. Dalam sebuah hadist dinyatakan bahwa perut manusia itu dibagi akan tiga. Seperiga berisikan makanan, sepertiga berisikan minuman, dan sepertiga lagi berisikan udara atau nafas.

Rasulullah menganjurkan, makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang.

Hal tersebut dianjurkan karena apabila seseorang telah makan terlalu banyak makanan maka akan timbul dalam dirinya sifat malas. Malas karena kekenyangan makanan, bawaannya ingin tidur melulu. Banyak makan mengakibatkan banyak tidur, hari-hari hanya dihabiskan dengan makan dan tidur. Hasilnya perlahan hati kita mulai lelah memproses dan menyaring racun yang masuk ke dalam tubuh kita karena tidak diberikan waktu untuk beristirahat. Atau, secara halus kita telah meracuni hati kita sendiri dengan sesuatu hal yang kita anggap itu nikmat.

# Banyak Melihat
Selanjutnya, racun hati yang juga paling sering dilakukan adalah banyak melihat sesuatu yang telah dilarang. Mata memang diciptakan untuk melihat keindahan dan kekuasaan Allah SWT. namun, Allah membatasi mata kita dalam melihat sesuatu. Mata kita dilarang melihat aurat lawan jenis, melihat film porno, dah sejenisnya. Oleh karena itu ada istilah ‘ jagalah pandanganmu atau tundukkanlah pandanganmu ‘.

Banyak melihat sesuatu yang tidak sewajarnya perlahan membuat kita ketagihan dan rasa ketagihan itulah yang menjadi tetesan racun hitam di dalam hati kita. Setitik demi setitik perlahan-lahan seluruh hati kita menjadi hitam dan mati oleh ulah racun.

# Banyak Bergaul
Salah satu obat hati yang dilantunkan dalam bait senandung lagu opick adalah berkumpul dengan orang-orang sholeh. Kembalikannya, yang menjadi racun dalam hati kita adalah berkumpul dengan mereka yang membuat kita lalai akan kewajiban. Contoh sempurnanya adalah ketika melaksanakan buka bersama di Bulan Ramadhan. Ketika asik berkumpul dan bergaul di waktu berbuka membuat kita lalai melaksankan sholat magrib berjamaah. Ditambahl lagi, oleh ulah rasa tidak enak dengan teman sholat tarawihpun ditunda atau bahkan ditinggalkan. Miris bukan, kita meracuni hati kita sendiri dengan sengaja.

Sahabat stemian, itulah kiranya racun yang selama ini sering kita tabur, rawat, pupuk, serta kita panen dalam hati kita. Hingga tanpa kita sadari hati kita telah mati. Tidak dapat merasakan hal yang sepatutnya kita rasakan.

Oleh karena itu, marilah sejenak kita lihat diri kita racun mana yang sering kita tabur. Dan perlahan mulai mengurangi hingga berhenti menaburnya. Menggantinya dengan obat yang mampu membuatnya bersih lagi sici kembali.


NOTE : tulisan ini dibuat untuk menegur diri penulis secara pribadi dan mengingatkan pembaca secara umum. Semoga bermanfaat. Terimakasih.

[Mutiara Hikmah #5] Motivasi Skripsi

[Sumber Gambar](https://www.google.co.id/search?q=motivasi+skripsi&client=ms-android-huawei&prmd=inv&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiolZDq1prcAhUHsI8KHa_bDKgQ_AUICigB&biw=320&bih=454#imgrc=KEk_AXVo8SiSCM:)

Dear Stemians

Sebagai mahasiswa tingkat akhir sering merasakan tidak semangat atau kehilangan semangat dalam menggarap skripsi. Banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi. Berikut 7 hal yang bisa membuat semangat mengerjakan skripsi kembali :

1. Selalu Ingat Orang Tua

Orang tua bekerja banting tulang untuk membuatmu merasakan jenjang perkuliahan. melihat anaknya wisuda dan menyandang gelar sarjana adalah hal yang membahagiakan bagi mereka.

Setiap tetes keringat orang tuamu menantikan kesuksesanmu. Begitulah ibaratnya besar pengorbanan orang tua serta harapan mereka menantikan kesuksesan anaknya.

Skripsi bukanlah satu hal yang berat. Yang membuatnya berat adalah dirimu sendiri. Semakin malas maka semakin berat rasanya. Ingat kembali orang tua yang telah berjuang keras, jangan biarkan ia kecewa dengan apa yang kamu kerjakan.

2. Jangan Lupakan Umur

Waktu terus berjalan. Detik, menit, jam, hati, minggu, bulan, hingga menjadi tahun tidak terasa terus bergulir. Tiba-tiba, eh udah tahun baru aja ya. Dan, kamu belum tamat. Masih dengan skripsimu yang kamu biarkan.

Ayolah, jangan buang umurmu hanya dengan berjalan di tempat skripsi ini. Tahun tidak akan berhenti berganti jika skripsimu tidak selesai.

Coba deh lihat sekitarmu. Apa yang udah dicapai mereka yang seumuran denganmu? Tidakkah kamu malu dengan diri sendiri. Memang, umur tidak menjadi batasan untuk dapat lulus kuliah. Namun, jika terus menerus dan menjadi kelamaan adik tingkatmu akan semakin banyak. Tidakkah kamu merasakan malu?

Yok semangat ngerjain skripsi, jangan sia-sia kan umur hanya berkutat seputaran skripsi.

3. Perhatikan Temanmu

Kalau mereka bisa, saya pasti bisa. Seharusnya pikiran seperti ini terus tertanam dan tumbuh. Tampa melupakan untuk memperhatikan peluang dan memperbanyak usaha. Mengerjakan skripsi bersama teman juga tidak kalah serunya. Jika suatu ketika terhenti pada satu kalimat bisa langsung bertanya atau meminta tanggapan dari teman tersebut.

Bagi yang belum ngajuin judul, jangan diam saja ketika temanmu sudah mulai ngajuin judul. Lepas belenggu kemalasan apapun alasannya. Karena jika kamu baru ngajuin judul ketika temanmu lulus maka alamat semakin berkurang semangatmu karena temanmu sudah lulus semua dan tidak berada di kampus lagi.

4. Ingat Dosen yang Membimbingmu

Seorang Dosen pembimbing tentunya sangat menginginkan skripsi mahasiswa bimbingannya rampung. Jika tidak selesai-selasai maka kamu akan menjadi beban tersendiri baginya.

Walaupun terkadang seorang dosen sedikit susah untuk ditemuin. Namun, hal itu bukanlah sebuah alasan. Selain menjadi seorang pendidik ia juga mempunyai tugas lain.

Komunikaskan dengan baik dengan dosenmu, InsyaAllah ada kemudahan dalam setiap kesulitan yang kamu hadapi. Oleh karena itu, tetap semangat.

5. Ingat Jurusanmu

Selain empat poin di atas, poin yang ini juga tidak kalah penting. Orang tua, teman, umur, dan dosen tentu tidak ingin kita menyia-nyiakannya. Begitu juga dengan jurusan. Semakin lama tamat maka semakin berat beban yang diberikan kepada jurusan. Karena jumlah mahasiswa yang berhasil menyelesaikan studinya dengan cepat atau tepat waktu tentunya sangat berpengaruh terhadap akreditasi jurusan.

Janganlah menjadi orang yang terus membebani orang sekitar kita. Ayo semangat mengerjakan skripsi. Agar bisa membantu jurusan dalam menaikkan akreditasinya.

6. Bayar Lagi

Semakin lama kamu lulus maka semakin lama kamu bayar uang kuliah. Bagi kamu yang memiliki banyak uang mungkin tidak masalah. Tetapi, bukankah lebih bagus jika kamu cepat lulus dan uangmu bisa dialihkan ke hal lain yang jauh lebih bermanfaat.

Apalagi kamu yang uang kuliahnya masih dibayari orang tua. Tidakkah kamu kasihan terhadap orang tuamu sendiri jika masih harus menbayar uang kuliah karena kamu malas mengerjakan skripsi. Bagi kamu yang bayar sendiri uang kuliahnya, ya nggak masalah nggak lulus-lulus. Cuman ingat lagi alangkah lebih bermanfaat jika cepat lulus dan uang itu dapat dimanfaatkan untuk hal lain.

Ayo! Semangat mengerjakan skripsi.

7. Sukses Menantimu

Menunda kelulusan maka menunda kesuksesan. Agaknya seperti itu hukum sebab akibat yang terjadi apabila terus menunda mengerjakan skripsi. Ingat! Masih banyak impian yang harus dicapai. Sesulit apapun itu teruslah berusaha dan jangan sampai skripsi menjadi alasan penghambat kamu mencapai kesuksesanmu.

Jangan pikirkan dulu setelah tamat mau jadi apa. Yang terpenting selesaikan dulu kuliahmu, karena kesuksesan itu akan datang sendiri melalui usahamu. Jangan khawatir setelah lulus mau ngapain. Yang tidak kalah penting segera selesaikan kuliahmu dan masa depan akan segera dimulai.

Itulah kiranya 7 hal yang dapat meningkatkan semangat dalam mengerjakan skripsi. Jangan tunda lagi. Jika skripsi itu sulit menurutmu, maka rubahlah pola pikirmu hingga mengatakan bahwa skripsi itu tidaklah sulit.

Apapun hambatannya terus berjuang, jangan sampai berhenti di tengah. Karena di balik kesusahan pasti ada kemudahan.. SEMANGAT PARA PEJUANG SKRIPSI !!!

Salam Stemians
——
NOTE:
Tulisan ini dibuat dengan tujuan menjadi cambuk bagi para pejuang skripsi untuk terus berusaha. Terutama untuk diri penulis sendiri yang tengah berada dalam masa penyelesaian skripsi. Karena semangat dalam menulis skripsi juga bagiakan gelombang iman, kadang naik juga tidak jarang turun. Semoga bermanfaat. Terimakasih. 🙂

[Mutiara Hikmah #1] Belajar dari Tukang Parkir

Profesi sebagai seorang tukang parkir kerap dipandang sebelah mata dan menjadi ladang pungutan liar. Hal itu disebabkan karena untuk menggeluti profesi ini tidak memerlukan modal yang banyak hanya bermodalkan peluit, rompi berwana menocolok (oren atau hijau terang), sebuah topi untuk melindungi wajah dari sengatan matahari, dan lahan parkir. Selain itu bisa dilakukan oleh siapa saja, remaja, dewasa, bahkan orang tua saat ini juga tidak jarang ditemukan perempuan menjadi tukang parkir. Oleh karena itu banyak tukang parkir dadakan yang ada pada lokasi destinasi wisata yang berujung pada pungutan liar atau dikenal dengan istilah pungli, tidak jarang pula terjadi pemaksaan untuk memberikan uang parkir, jika hal itu terjadi maka tindakan tersebut telah melanggap peraturan yang tertera dalam pasal 368 ayat (1) KUHP.

Terlepas dari itu semua ada hal unik yang mungkin dapat kita ambil ibrahnya dari seorang tukang parkir. Pepatah minang mengatakan “alam takambang jadi guru”, artinya alam yang luas terbentang ini bisa menjadi guru tempat kita belajar. Makna alam disini juga termasuk lingkungan disekitar kita dan seluruh kejadian yang ada disekeliling kita.

Apa yang dapat kita pelajari dari seorang tukang parkir? Seorang tukang parkir tidak pernah sombong ataupun angkuh ketika memiliki deretan mobil dengan berbagai merek. Setelah mobil tersebut satu persatu pergi meninggalkan tukang parkir, ia tidak pula sedih dengan keadaan tersebut karena ia tahu bahwa itu semua adalah titipan dan titipan tersebut harus dijaga dengan sebaik-baik mungkin. Jangan sampai terjadi apa-apa dengan barang titipas tersebut karena akan berat mempertanggung jawabkannya.

Semua yang ada di dunia ini adalah titipan. Ya, semua yang kita miliki juga adalah titipan. Keluarga, harta benda, kekayaan, tahta, jabatan, pangkat, dan lain sebagainya semua adalah titipan. Sebagai manusia yang diberi amanah akan titipan tersebut tentu kita harus menjaganya sebaik mungkin. Karena kelak akan diminta pertanggung jawaban akan semua yang kita lakukan.

Setelah menyadari bahwa semua ini adalah titipan, maka ketika kita memiliki uang berlipat, rumah bertingkat, isteri empat (:v wkwk full kuota), dan deretan mobil mengkilat kita tidak sombong dan lupa diri. Agar ketika itu semua ditarik oleh sang pemiliknya kita tidak lagi sedih terpuruk, meratap, menangis meraung-raung melainkan harus ikhlas, qana’ah, menerima apa adanya.

Menjaga barang titipan juga harus dengan senang hati. Karena ketika menitipkan barang dalam keadaan bagus dan kembalipun harus dalam keadaan bagus pula. Jangan malah terbalik, ketika dititipkan bagus kembalinya sudah compang-camping, lecet sani-sini, pacah kacanya, yang parahnya lagi hingga tidak bisa dipergunakan lagi. Esok hari tidak akan ada lagi yang akan menitipkan barangnya.

Hutan luas di bakar, laut indah dicemari, tebing berbaris dikikis, macam-macamlah ulah tangan manusia yang kita lihat, tidak menjaga apa yang dititipkan kepadanya. Oleh karena itu, jika terlupa marilah diingatkan, jika terlewat marilah kembali, jika terlamun marilah disadarkan. Hidup hanya sementara sesali apa yang telah dilakukan, susun langkah baru untuk menata perubahan. Masih banyak barang titipan yang kita miliki, marilah kita jaga dan rawat sebaik mungkin hingga Yang Maha Memiliki mengambil kembali apa yang telah ia titipkan kepada kita.


 

NOTE:

Tulisan ini dibuat untuk mengingatkan diri penulis sacara pribadi dan pembaca secara umum. Semoga bermanfaat. Terimakasih. 🙂

[Balerong #4] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : SUMBANG 12

>untuk membaca postingan sebelumnya klik link disini.

Adapun yang dimaksud dengan kata sumbang, adalah suatu tindakan atau perbuatan yang buruk, tercela tapi belum sampai kepada salah. Sinonim nya adalah janggal, kurang etis, bandel, norak, dll.

Diantaranya nak:
1. Sumbang duduk. Bagi perempuan cara duduk yang sopan adalah bersimpuh bukan berselo seperti laki-laki. Jangan sampai pula duduk dengan posisi salah satu kaki didirikan seperti orang tua duduk di kedai. Jika duduk di kursi, rapatkan paha erat-erat sedikit menyamping posisinya. Begitupun duduk di atas sepeda motor, jangan mengangkang.
2. Sumbang berdiri. Jangan berdiri di depan pintu atau di tangga tempat turun naik. Jangan berdiri di tepi jalan jika tidak ada yang ditunggu. Apalagi berdiri dengan laki-laki yang bukan muhrim, konon lagi berunding-runding tanpa satu hal kepentingan apapun.
3. Sumbang jalan. Seorang perempuan jika hendak berjalan harus ada temannya, paling kurang anak kecil. Jangan berjalan terburu-buru, melainkan jalanlah dengan lemah lembut, gemulai, namun tegas. Jika berjalan bersama teman sama besar, jangan berbanjar menghambat jalan di labuh, kira-kira orang juga ingin lewat. Jika berjalan dengan orang tua atau orang laki-laki yang perempuan meiring di belakang. Begitulah adat yang harus di pakai nak.
4. Sumbang kata. Berbicaralah dengan lemah lembut. Dudukkan satu persatu perkara agar paham orang akan maksudnya. Sumbang bagi perempuan bicara cepat tanpa henti. Jika orang tua berbicara pentang memotong pembicaraannya, tunggu hingga selesai dan jawab mana yang patut dijawab. Di dekat orang yang sedang makan jangan berkata jorok. Disaat menjenguk orang sakit jangan bercerita tentang orang mati. Kurang baik kurang terpuji menagih hutang di depan orang ramai. Begitulah ajaran sopan santun nak.
5. Sumbang penglihatan. Kurang tertib bagi seorang perempuan jika bertamu matanya menyelidiki seluruh ruangan. Selain itu, jika kita menjadi tuan rumah jangan suka melihat ke jam tangan tersinggung orang yang sedang duduk bertamu, itu mengusir secara halus. Jika berbicara dengan laki-laki biarpun sanak keluarga, jangan berhadap-hadapan, melihat bola matanya, tidak boleh! Tapi buanglah pandangan ke yang lain, menunduklah melihat ke bawah.
6. Sumbang makan. Sumbang makan sambil berdiri, mengunyah sepanjang jalan. Mengunyah tutupkan mulut jangan terdengar suaranya oleh orang lain. Jika makan dengan tangan, angkat nasi dengan ujung jari, suap jangan terlalu besar. Menambahkan nasi ke dalam piring juga diperkirakan, jangan sampai piring menggunung, tidak masalah sering asalkan sedikit nak. Biasakan mencuci tangan dan menuangkan air ke dalam piring. Dengan tangan kiri menjangkau gelas, minum seteguk-teguk kecil, tahan sendawa jangan sampai lepas. Jika makan menggunakan sendok, jangan beradu sendok dan garpu berdering bunyinya, jang lupa setelah selesai makan telungkupkan sondok dan garpu jangan dibiarkan terlentang karena maknanya makan belum kenyang ataupun makan kurang selera tersinggung orang yang menghidangkan. Tolong perhatikan itu nak, jangan rendah pandangan orang.
7. Sumbang pakaian. Jangan berbaju ketat nak, nampak rahasia tubuh. Jangan pula yang terlalu jarang nak, apalagi tipis tembus pandang dan tersimbah atas bawah. Mengenai model dan potongan. Sesuaikanlah dengan bentuk badan, selaraskan model dan corak kain agar sejuk dipandang. Oleh karena kamu keturunan ayah, warna kulit kita tidak berbeda jauh maka pilihlah warna yang seikit hambar. Cream, hijau pucuk, biru telur asin, ataupun abu-abu. Jangan dipakai baju yang berwarna merah nak, dendeng balado disangka orang, berdosa orang karena kita. Jika melayat ketempat orang kematian, pakai yang polos berwarna gelap. Jangan di pakai baju yang pontong juga pendek.
8. Sumbang bekerja. Pekerjaan orang yang perempuan hanya sebatas yang ringan-ringan, mudah, dan halus-halus. Menjahit, masak-memasak, juga menyusun perabotan rumah. Jika ke sawah hanya sebatas bertanam atau menyabit jangan sampai hingga membajak. Begitu juga jika ke ladang, hanya sebatas membersihkan rumput-rumput atau menebang pisang. Terlalu janggal bagi orang perempuan jika harus memanjat dan menebang kayu. Begitupun memilih profesi. Paling cocok menjadi guru. Selain itu bidan, salon, perawat, ataupun yang sejenisnya. Tapi jika profesi lain harus ekstra hati-hati nak apabila hendak menjadi sekertaris, _tour guide_, artis, ataupun pramugari. Boleh menyopir tapi jangan menjadi sopir.
9. Sumbang tanya. Jika ada orang bertamu sambutlah dengan ramah tamah dan dengan hormat dipersilahkan duduk. Hidangkan minum, selesai minum agak seteguk cukup rasanya beristirahat baru tanyakan apa maksud dan tujuan kedatangannya. Maka terlalu kasar budi seorang perempuan jika ada yang bertamu belum sempat ia duduk dan beristirahat sejenak langsung ditanyakan maksud dan tujuannya. Jangan! Tidak boleh! Buruk angkuh namanya nak. Jika tamu kita sedang makan, sumbang jika kita menanyakan berapa harga beras, pantang orang minang itu nak. Satu lagi, jika berjalan di dalam hutan jangan bertanya apa isinya, ular, harimau, dsb.
10. Sumbang jawab. Baik-baik menjawab pertanyaan orang jangan sampai orang tersinggung.
11. Sumbang bergaul. Jangan bergaul dengan laki-laki jika hanya kamu perempuan di dalamnya. Sumbang bergaul sama sama besar jika hanya berkumpul-kumpul tidur, bermalam di rumah orang, kecuali ada keperluan. Karena kamu anak gadis, sumbang bergaul dengan anak kecil. Ikut bermain karet dan kelereng apalagi berlari kejar-kejaran.
12. Sumbang kurenah. Maksud kurenah adalah gelagat pembawaan, sifat tabiat dan perangai, karakter bahasa sekarangnya, sikap mental bahasa modernnya. Kurang etis apalagi patut jika kamu berbisik berdua-dua sedangkan kamu duduk bertiga nak. Kurang bagus dan elok jika melucu bercanda serta tertawa disaat kalian pergi takziah nak. Tidak boleh tertawa melihat orang jatuh, tidak boleh menutup hidung ditengah orang ramai atau menguap membuka mulut lebar-lebar. Termasuk juga sumbang kurenah jika berkegiatan, mengambil suatu benda, menyetop mobil, melambaikan tangan menggunakan tangan kiri, kecuali menjangkau gelas ketika makan.

Itulah kiranya sumbang 12 yang harus perhatikan pada diri perempuan nak.

**BERSAMBUNG**

[Balerong #3] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : SIFAT PEREMPUAN

Adapun perempuan ini nak, terbagi ke dalam lima sifat. Empat sifat yang buruk dan satu sifat baik yang bisa digunakan, diantaranya:
1. Perempuan barau-barau. Adalah perempuan yang hilir mudik suka berbicara. Jika sudah duduk ada saja yang menjadi pembahasan, berbicara kelewatan seolah-olah tanpa batas. Tanpa disadari ada orang yang sakit karena perkataannya namun tidak ia pedulikan.
2. Perempuan layang-layang. Adalah perempan yang suka keluar rumah dan hobinya berhura-hura, layaknya burung layang-layang belum tersingkap matahari ia sudah terbang ingkin kemari. Pulang sekolah tidak langsung ke rumah, melainkan singgah dahulu di pasar. Asalkan ada keramaian baik itu pasar malam, konser, ataupun layar tancap, ia datang lebih dahulu.
3. Perempuan lawah-lawah. Layaknya jaring lawah-lawah di rumah, jaring dikembangkan siap menangkap mangsa. Ada yang tersangkut semua dihisap, sudah habis bangkai ditinggalkan. Jika digambarkan ke perempuan maka perempuan matre bahasa kerennya. Mulutnya manis ada maksud, jika ia punya pacar atau tunangan sudah habis dikorek ia mencari cowok baru.
4. Perempuan anai-anai. Sifat buruk dari anai-anai adalah mudah termakan rayuan sibuk dengan besar hati saja. Anai-anai suka cahaya, ada cahaya lampu dia mendekat, disangka cahaya itu tembus dihinggapi rupanya panas, sayap terbakar badan jatuh kelantai. Melihat temannya jatuh, yang lain datang mengikuti disangka tidak apa-apa malah ikut terbakar jua. Acap kali kejadian nak, lupa diri lupa daratan. Senangnya saja yang terbayang sudah rusak baru menyesal, sesalpun tidak berguna lagi.
5. Perempuan ramo-ramo. Dalam bahasa indonesia dikenal dengan nama kupu-kupu. Bentuknya elok dipandang, sayapnya berbunga, jinak serasa ingin digenggam, liarnya membuat ingin memilki. Hinggapnya sendiri-sendiri, berketika ia keluar, bersama baru ia kelihatan. Mainnya bukan sembarang main. Mainya ke helai bunga, bertamu ke benang sari, karena halus bawaan badan tangkai pun tidak bergoyang. Jika diibaratkan ke perempuan maka ia adalah perempuan yang tertib di rumah. Pandai berhias dan berdandan, hendak keluar mesti tau tujuan dan atas izin orang tua. Jelas tujuan dan maksud keluar bukan bermain tidak karuan. Bergaul sama besar, dekati yang lebih tua, gali ilmu dari yang banyak pengalaman.

Ayah lanjutkan nak. Perempuan juga ibarat bambu nak. Kalau tidak ada buku tiap ruas dan sembilu yang melampisi maka tidak berguna sebatang bambu nak. Begitu juga perempuan nak, yang menjadi ruas dijiwanya adalah budi, dan yang menjadi sembilu adalah malu. Perempuan tak berbudi ibarat bambu tak beruas, belum disinggung ia sudah retak ataupun pecah. Perempuan tak punya malu ibarat bilah tampa sembilu, bangun lemah tenaga rapuh. Hilang semangat kepribadian.

Oleh karena itu nak, supaya hidup teguh beruas maka jauhi pantang larangannya sumbang 12 orang namakan, itulah timbangan akhlak standar moral ukuran nilai sepanjang adat sopan santun di Minang Kabau.

Tahukah kamu apa yang di maksud dengan sumbang itu nak?

**BERSAMBUNG**