[Ruang Fiksi #1] Munaroh (Mantan Terindah)

[Sumber Gambar](https://www.google.co.id/search?client=ms-android-huawei&biw=320&bih=196&tbm=isch&sa=1&ei=vYlWW-GuDoO89QPjv7rYBQ&q=belajar+berdua+&oq=belajar+berdua+&gs_l=mobile-gws-wiz-img.3..0i30.17916.22651..23798…0.0…301.3746.0j14j4j1……0….1………0j35i39j0i8i30j0i5i30.OU-n6pJgEuk#imgrc=YiEXQBhJ2Ba0PM:)

Omar Jabeer Ibnu Katsir itulah namaku. Teman-teman biasa memanggilku dengan sebutan Ojik. Kata mereka namaku terlalu keren, tidak cocok dengan kulitku yang sawo matang dan perawakanku yang culun. Oleh karena itu, mereka mengakronimkan namaku menjadi Ojik agar ala-ala anak desa. Ya, aku sih biasa saja asal tidak diganti dengan nama binatang ataupun hal aneh lainnya.

Nama itu pemberian dari Almarhum ayahku. Terinspirasi dari nama-nama orang arab. Ayah berharap agar aku bisa terus menempuh pendidikan hingga ke tanah Arab dan aku menjadi orang yang terpandang di kampung. Karena di kampungku orang-orang yang lulusan pendidikan di Arab hidupnya sejahtera. Dan, tentunya ayahku juga berharap demikian, hidup anaknya sejahtera tidak seperti hidupnya yang harus bergelimang dengan kemiskinan. Setiap nama adalah doa, setiap doa InsyaAllah akan diijabah. Dan, aku selalu bersyukur telah diberi nama itu oleh Ayahku.

***

Kala itu aku menduduki bangku MAN. Sekolah setara SMA yang mendalami ilmu agama juga umum. Sekolah ini merupakan sekolah yang difavoritkan oleh seluruh remaja di kampungku. Selain mata pelajarannya yang banyak serta lengkap, sekolah itu juga dikenal dengan ekstrakulikulernya yang beraneka ragam. Mulai dari Pramuka, Paskibra, PMR, dan lain sebagainya.

Di sekolah, aku merupakan salah satu siswa yang tergolong rajin. Tidak pernah melakukan pelanggaran. Namun, sering meninggalkan pelajaran karena sibuk berkecimpung dalam berbagai ekstrakulikuler tidak terkecuali OSIS, organisasi intra sekolah yang tidak sembarang orang bisa bergabung di dalamnya. Meninggalkan pelajaran karena di panggil wakil kepala sekolah bidang kesiswaan itu bukan pelanggaran dan terkadang itu menjadi kebanggan tersendiri bagiku.

Akibat kerajinanku aku mulai dikenal oleh seluruh masyarakat sekolah. Mulai dari guru-guru, siswa-siswi, ibuk kantin, bahkan petugas kebersihan sekolah pun turut mengenalku, karena tidak jarang aku membantu ia membuka pagar di pagi hari. “Efek rajin yang sudah kelewat batas, hehehe” gumamku dalam hati.

Sejenak aku berfikir. Mungkinkah ini ijabah dari doa Ayah yang melekat pada namaku? Jika itu benar maka aku tidak boleh mengecewakan ayahku. Aku harus berusaha sekuat dan semampuku

Sebagai siswa yang rajin tidak jarang juga prestasi menghampiriku. Dan hal ini membuat aku semakin dikenali oleh masyarakat kampus. Dan, disinilah kisah asmaraku.

***

Kembali aku dipanggil ke hadapan seluruh siswa-siswi karena berhasil meraih juara 2 dalam perlombaan menulis puisi tingkat kota dengan membawa nama sekolah. Gemuruh repuk tangan mengiringi, tanda apresiasi atas apa yang telah aku peroleh. Namun, aku tidak terlalu senang. Karena hanya menduduki posisi kedua.

“Aku harus berusaha menjadi lebih baik lagi” tekatku tanam dalam hati.

***

Hari ini aku tidak berkumpul dengan teman-temanku. Aku memilih menikmati pemandangan dari tebing sekolahku. Melihat alam lepas sambil terus koreksi diri tanpa melupakan rasa syukur.

Dalam nikmat memandang alam lepas. Aku dikejutkan oleh sosok wanita pemberani yang tiba-tiba duduk tepat disampingku. Selama ini, tidak ada wanita yang berani duduk langsung di sampingku atau berbicara empat mata denganku. Dengar-dengar alasan mereka karena segan terhadapku. “Ya sudahlah, tidak masalah”.

Meski sekolahku berbasis agama, siswa dan siswinya tidak dilarang untuk saling bercengkrama atau duduk berdua asal di tengah keramaian dan bisa dilihat banyak orang. Dan, tentunya membahas sesuatu yang penting

“Ngapain, Sendiri aja?” Tanyanya membuka pembicaraan setelah membuatku terkejut.

Namanya munaroh. Wanita sipit berpipi bulat. Namanya sedikit tidak cocok dengan paras wajahnya yang manis juga ayu mirip gadis keturunan china. Ia juga salah satu primadona yang di puja oleh hampir seluruh siswa disekolahku. Namun tidak termasuk aku. Karena aku cowok polos yang hanya tau sekolah.

“Ada apa?” Tanyaku datar tanpa menjawab pertanyaannya sebelumnya.

Ia hanya tersenyum sembari ikut menatap pemandangan yang ku nikmati. Lima menit tanpa suara. Merasa risih dengan keberadaannya yang mengganggu kesendirianku, akupun bertanya kembali.

“Nggak pulang? Ini kan sudah jamnya pulang sekolah?”

“Nggak, mau nemanin kamu”. Jawabnya singkat sambil terus memandangi alam.

Jesss.. aku tidak mengerti dengan apa yang aku rasakan disaat mendengar jawaban itu. Jantungku berdebar. Semakin tidak nyaman. Aku hanya terdiam kaku, namun hatiku seolah berbicara jutaan bahasa tentang makna kejadian itu.

Aku pernah mendengar temanku bercerita tentang cinta. Katanya cinta itu adalah perasaan yang tidak karuan. Senang, tetapi jantung berdebar. Trus disaat kita dengan orang itu maka akan keluar keringat dingin dan menyebabkan salah tingkah. Dan, itulah yang kurasakan.

Aku berkeringat dan mulai salah tingkah. Sebelumnya tidak ada rasa apa-apa. Hanya berjumpa sekali dan berbicara sepatah dua patah kata rasa itu muncul. “Ah, kampungannya aku” sesalku dalam hati.

***
Keesokan harinya aku mulai biasa dengan rasa ini. Bercengkrama berjalan bahkan bercerita hingga lupa waktu di saat pulang sekolah. Hari demi hari kami lalui, hingga suatu saat aku memberanikan mengungkapkan rasa. Awalnya aku hanya lelaki polos, namun kini aku memberanikan diri memegang tangannya dan menyatakan isi hatiku.

“Munaroh, sejak engkau hadir dalam lamunku hingga kini engkau hadir dalam mimpiku. Hal itu terjadi karena aku suka padamu”. Ucapku polos

“Aku juga” seperti biasa dia pelit berkata-kata. Tapi, aku senang mendengar jawabannya. Bahagia luar biasa, serasa aku menguasai seluruh dunia. Kami pun sah menjadi kekasih tanpa diketahui orang lain.

***

Masa itu telah berlalu. Indah memang. Tiada hari kecuali selalu mengingatkan dan memberi semangat akan apa yang dikerjakan. Disela-sela kesibukkan belajar kelompok kami selalu bergandengan tangan. Kisah sederhana namun berjuta makna bagi orang polos sepertiku. Bahkan ketika mendapat tugas menghafal buku teks kami bergantian menyimak dan mendengarkan lontaran hafalan masing-masing. Tidak lupa tebing sekolah menjadi saksi bisu perjalanan cinta kami.

Kini semua berubah. Aku melanjutkan pendidikan di negeri Arab seperti keinginan Ayahku. Sedangkan Munaroh tetap melanjutkan pendidikan untuk menjadi seorang guru. Kami tidak saling berkomunikasi sejak kami sepakat untuk menyudahi hubungan itu, demi masa depan yang lebih baik.

“Munaroh, semoga engkau baik-baik saja. Terus jadi pensil untuk menuliskan kebahagiaan kepada orang lain. Dan,jangan lupa sesekali menjadi penghapus untuk menghapus kesedihan orang lain. Salam dari Ojik, kertas polos yang telah banyak engkau hiasi oleh goresan pensil kebahagiaan dan engkau hapus dari buramnya kesedihan”.

[Balerong #7] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : RAHASIA LAKI-LAKI

Klik link disini untuk baca tulisan sebelumnya

Sebagai seorang pemimpin suami wajib dimuliakan, wibawanya dipelihara, kebijaksanaannya ditaati. Barulah terlihat kepemimpinan seorang suami. Sebagai manusia dia pasti tidak sempurna, ada kekurangan di samping adanya kelebihan. Untuk itu, istri yang arif dan bijaksana pandai bersyukur dengan apa yang ada serta siap menerima kekurangan sang suami. Harus ikhlas, sabar, dan rela juga berusaha menutup kekurangan tersebut. Sudah termasuk sifat tidak terpuji nak jika membuka-buka kekurangan suami nak, baik yang lahir berupa materil apalagi yang batin secara moril.

Sebaliknya nak, jangan pula membangga-banggakan suami, memuji berterus-terusan, menceritakan suami itu orangnya gagah, setia, serta hebat. Jangan nak! Jangan. Akan jadi bahan pergunjingan orang nantinya.

Nak, adapun dalam menjalani kehidupan tidak ubahnya ibarat berlayar di lautan. Adakalanya air tenang, matahari bersinar, hujan teduh, kabutpun terang, tertawa bahagia jurumudi membawa kapal ke arah jarum kompas. Namun terkadang nak, ada juga masanya badai datang, laut menggila, gelap sekeliling, airpun masuk ke dalam kapal, dan mati-matian berjuang nahkodanya. Itulah romantika nak, itulah perjuangan, malah disitu pula letaknya seni dalam hidup. Sehingga dunia ini terasa indah.

Jika menang Alhandulillah. Namun jika kalah diulang kembali perang, tidak hari ini mungkin esok. Sebab, kegagalan adalah kemenangan yang tertunda.

Sudah nak? Ayah lanjutkan. Kalaulah takdir pasang surut. Datang malang cobaan menghampiri, tergoncang jalan kapal. Sampailah kepada istri yang tidak setia ia melompat ke sikoci (perahu kecil yang ada di kapal). Tinggal kapal dan muatan, istri mendayung seorang diri, selamat dari karamnya kapal besi. Namun jika bertemu dengan istri orang budiman. Tidak pemanik hilang akal, tidak mudah berputus asa, malah jika keadaan yang memaksa, cepat-cepat ambil kemudi berusaha bersama-sama jangan sampai karam kapal dengan penumpangnya.

Menurut pengalaman nak, mungkin datang masanya nanti nasib suami sedang kabur. Semakin diasah semakin tumpul. Semakin dibersihkan semakin rimbun. Jika ia seorang pedagang, dagangannya habis hutangnya bertumpuk. Jika ia pegawai profesi, mungkin ia memiliki masalah dengan atasan atau malah di PHK. Jika ia seorang petani, sawah habis di rendam banjir, panen gagal, harga jatuh, tikus banyak yang akan menggerogoti. Pendeknya, bermacamlah musim yang akan menimpa.

Masa disaat seperti itu nak, jadilah engkau istri penawar. Bujuk hatinya dalam risau, hibur ia, berikan kata harapan, bangkitkan semangat juangnya, kipas hatinya agar dingin. Jika kandas semangatnya agak berlarut mati akal, cepat-cepat turun tangan nak, berusaha apa yang mungkin asal halal dan jalan lurus. Jangan malu menerima upah, jangan gengsi di kaki lima, yang penting dapur berasap setia jangan sumbing kepada suami.

Umumnya orang berpendapat,sepanjang kehidupan laki-laki akan mengalami gejolak jiwa dua kali seumur hidup. Sebanyak itu pula terguncang teluk insannya dihempas gelombang nafsu. Itulah zaman pancaroba, puber istilah populernya. Ibarat daya tenaga listrik saat-saat tegangan tinggi adalah ketika _spanning_ naik. Kalaulah tampa adaptor, sekring bisa putus trafo terbakar, neon padam, televisi hangus, dan kulkas tidak dingin lagi.

Kapan masa itu nak? Pertama, sesudah baligh sekitar umur 16 tahun. Kedua, menjelang umur 40 tahun. Itulah masa-masa rawan atau tahun berbahaya bagi seorang laki-laki.

Pada puber yang pertama terjadi perubahan fisik. Suara yang semakin besar, kumis mulai kelihatan, dan badannya mulai berbentuk. Begitupula gejala jiwa, mulai memperhatikan penampilan dan suka berbicara dengan lawan jenis. Lain-lain sifatnya, ada yang pendiam namun matanya memperhatikan, kadang tersenyum. Ada juga yang lasak, anak gadis lewat diteriaki. Ada pula yang gila mencari perhatian, bertingkah yang ganjil-ganjil, kadang meresahkan perangainya. Pendeknya, bermacam-macamlah sifat laki-laki jika dalam masa puber pertama tersebut.

Jika dibandingkan dengan masa puber kedua, puber pertama masih lumayan. Berbahaya memang, tapi kurang daya ledaknya. Ya, paling-paling membaca novel buku romantis, menonton video _blue_ film, atau penghayal pengangan-angan melihat foto pacar dan bersudah di kamar mandi. Heh selesai (ayah tertawa sinis).

Tetapi, puber di umur 40 rusak dan merusak nak. Coba bayangkan seorang laki-laki yang sedang matang, punya 15 tahun jam terbang dengan segudang pengalaman soal wanita. Keluar kandang mencari mangsa nak. Ia gelisah tinggal di rumah, dengan uang royal namun di rumah pelit, anak istri soal belakang berburu perempuan nomor satu. Biasanya diumur segitu orang telah mencapai puncak dikarirnya nak. Kalaupun tidak menjadi bos, paling tidak ia telah mapan diprofesinya dan matang di bidang keuangan. Apalagi didukung dengan kondisi mental yang mantap terkendali.

Tapi ingat, disini pulalah datangnya _testing_ jiwa. _Testing_ jiwa yang hanya sedikit orang yang lulus. Bagi yang kurang persiapan, membawa runtuh harga diri malapetaka rumah tangga. Apa sebenarnya yang terjadi?

Pada saat itu yang terjadi adalah pemberontakan bathin yang meledak-ledak nak. Selalu menuntut penyaluran biologis. Aneh memang, dia keluar mencari penyaluran sementara di rumahnya tergolek pipa penyaluran yang siap menanti air terjun. Itulah yang namanya nafsu, nafsu yang lebih ganas daripada perang badar. Begitulah Rasulullah mengatakan.

Macam-macam perangainya nak. Ada yang keluar pergi ke tempat gelap, diskotik jadi sasaran. Ada pula yang mengincar dan mengumpulkan mangsa anak sekolah. Parahnya ada yang sampai mengganggu rumah tangga orang. Mungkin ia pandai menyembunyikan, namun perasaan dan insting perempuan tidak mudah untuk dikelabuhi, ujung-ujungnya ketahuan. Jika terlalu jauh terpaksalah suami pasang dua. Satu sungai berujung ke dua muara, bagaikan kisah drama nak, sedih akhirnya.

Nak, guna ayah buka ayah perlihatkan rahasia laki-laki agar engkau berhati-hati nak. Besok tidak terlalu terkejut. Sebab siapapun suami kita, biar intelek terpelajar, preman tuak, da’i pendakwah, seniman, ataupun tukang berduit atau mati pajak jarang yang tidak dilandanya.

Ibarat mobil nak, ada yang terjun masuk jurang, ada yang terbalik, setidaknya menyerempet tebing, gardan pecah bodi lecet karena tiang listrik yang disenggolnya. Ayah pun merasakanya juga sebagai sebagai seorang laki-laki. Tapi syukurlah, berkat rem yang masih cakram, kopleng yang tidak lepas dari tangan, stir aman mesin mendukung rambu-rambu pun masih teringat. Kalau sekedar tergoncang-goncang nak, goncang ke kanan oleng ke kiri, terlambar menukar gigi, itu ayah rasakan pula. Hehe 😀

Lantas apa yang harus dilakukan nak?

**BERSAMBUNG**

[Balerong #1] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : MARTABAT PEREMPUAN

Wahai anak perempuanku, mari sini duduk di dekat ayah. Ada yang ingin ayah sampaikan.

Ingin rasanya ayah mengulang cerita lama. Cerita ini tidak akan dilupakan walau hanya setitik dan tidak akan hilang walau hanya sebaris nak. Kala itu ayah berdo’a menginginkan seorang anak perempuan. Gunanya anak perempuan adalah penyambung pusaka keturunan, jika umur dipanjangkan maka ia yang akan membimbing ayah disaat tua karena ayah tidak punya saudara lagi.

Menanti kelahiranmu nak, do’a dihantar air mata ayah terbangkan. Naik membubung masuk embun, menelisik awan hingga langit tujuh tingkat dan bersarang di arasy. Hingga engkau lahir di atas dunia ini.

Mendengar lengkingnya tangisanmu nak. Terkejut ayah dalam kecemasan lalu meringkuk sujud syukur, iqamat pun dibisikkan. Allahu Akbar, Maha Suci Engkau Ya Allah Tuhan seluruh alam.

Maka disaat itu juga tersematlah kewajiban bagi ayah, diantaranya membawa turun mandi, memberi nama, dan mengikahkan. Semenjak setelah itu engkau beransur-ansur tumbuh dan besar. Dihitung-hitung hari. Dibilang-bilangkan bulan, bulan jadi tahun masuklah tahun yang ke-tujuh.

Kembali datang kewajiban kepada ayah, yaitu menyekolahkan dan menhgajarimu mengaji. Berharap anak akan besar layaknya orang, maka ayah berusaha lebih untuk mencari rezeki hilir mudik. Siang dan malam, segala cara telah ayah tempuh, berbagai rasa telah ayah rasakan. Hanya dua hal yang belum ayah rasakan nak, pertama mati dan kedua kaya.

Walaupun begitu nak, tetaplah bersyukur kepada Yang Maha Esa kita bisa hidup dengan sederhanaan ini. Ini semua adalah hasil usaha dan kerja keras ayah dan yang terpenting bukan hasil melalui penipuan ataupun pencurian.

Alhamdulillah, engkau kini telah beranjak dewasa nak. Entah berlanjut entah tidak sekolahmu itu hanya dalam ilmu Allah tinggal kita yang berusaha. Maka saat sekarang ini nak, tinggal satu kewajiban ayah, yaitu mencarikan kamu jodoh. Jika itu yang bertemu maka lunaslah semua hutang ayah akanmu nak karena pasangan telah menggantikannya.

Sedikit ayah certakan nasib kaum perempuan nak, sebelumnya ayah meminta ampun kepada seluruh kaum perempuan karena sedikit membuka certa ini. Sejak zaman jahiliyah hingga zaman modern seperti sekarang ini, biarpun di timur, barat, selatan, atau di utara sama saja jatuh harganya perempuan. Hanya di alam Minang Kabau yang memuliakan kaum perempuan hingga bernasab pada ibu.

Coba simakkan nak. Dimulai dari cerita Nabi Adam. Pada suatu ketika setan ke surga, digoda Siti Hawa untuk memakan buah terlarang “buah quldi”. Setelah Siti Hawa memakan hingga habis, lalu Adam pun digoda Hawa untuk memakan buah tersebut. Di dalam bimbang keraguan Adam turut memakan buah itu. Tidak lama setelah itu maka marahlah Allah SWT. lepaslah seluruh pakaian Adam dan Hawa terlempar keduanya turun ke muka bumi. Adam terlempar ke tanah hindustan dan Hawa terpental ke tanah Syam. Beratus tahun kemudian sambil meratap sepanjang jalan dan menangis memohon ampun diterima taubat Nabi Adam dan dipertemukan Adam dan Hawa di Padang Arafah. Begitulah Qur’an memberitakan, Injil pun turut mengabarkan, taurat dan zabur juga sama.

Oleh orang Bani Israil, kaum yahudi yang terkutuk lalu direndahkanlah orang perempuan. Mereka mengatakan “jika bukan ulah Siti Hawa senanglah kita di surga saat ini”. Bukan itu saja, orang Yahudi berpendapat, sebenarnya Allah menyebut buah quldi hanya sebagai kiasan dari gairah sex dan nafsu. Larangan itulah yang dilanggar. Karena Hawa penyebab semuanya, merengek kepada Adam. Mereka melanjutkan, itulah sebabnya perempuan dikutuk setiap bulan membawa haid darah kotor. Sementara laki-laki hanya dihukum ringan karena buah quldi tidak sampai tertelan, hanya sampai dikerongkongan dan berubah menjadi jakun. Maka hukumannya adalah dibuang sedikit bagian tubuh yaitu sunat rasul namanya.

Padahal sebenarnya nak, sepanjang syarak mengatakan adapun Adam dan Hawa dinikahkan Allah sendiri menjadi wali, Jibril menjadi saksi, dan Syahadat sebagai mahar. Maka ketahuilah nak, tuduhan zina ke Nabi Allah adalah simbol keingkaran, patut hinaan ditimpakan kepada umat paling sombong itulah umat Yahudi yang sampai sekarang masih mengganggu.

Berbeda dengan yahudi, bagi orang pengikut Jesus (Nasrani) wujud sesalan tetap juga ditimpakan kepada kaum perempuan. Hawa tetap sebagai puncak kesalahan sementara Adam hanya khilaf saja. Mungkin itu pula penyebabnya kenapa pastor dilarang menikah, paos dilarang punya istri, uskud menjanda. Jika hendak selamat di dunia dan akhirat jauhi orang perempuan.

Perlu diketahui nak, sejak zaman dahulu masa Romawi dan Yunani perempuan selalu dihina dan direndahkan. Mereka yang cantik diperjualbelikan sementara yang jelek menjadi budak. Begitupun di tempat lain, di Tanah Arab sebelum masuk Islam, hina beranak perempuan karena hanya akan menjadi beban keluarga. Dibawa berperang ia lemah, melihat darah takut, melihat kecoak saja lari. Apabila telah besar jika ia cantik, maka banyak yang akan membelinya dan ujung-ujungnya berakhir dengan peperangan. Maka jika lahir anak laki-laki dirawat dibesarkan, sementara lahir anak perempuan dikubur hidup-hidup jangan sampai kelihatan oleh orang lain.

Beralih ke Tiongkok, jika lahir anak perempuan dipasangkan sepatu besi setelah menikah baru dilepaskan. Sengaja kaki dikecilkan, biar lumpuh sebagian jangan pandai keluar rumah. Karena tugasnya hanya di dapur, sumur, dan kasur. Konon kabarnya di India, jika mati seorang laki-laki mayatnya dibakar dikremasi abunya simpan di dalam guci begitulah cara agamanya. Sementara istri yang ditinggalkan wajib pula terjun ke bara api menjadi abu tanda setia ke suami.

Sementara di Afrika perempuan menjadi tumbal. Jika ada dewa yang marah maka dibujuk dengan gadis cantik dan bencana alam terhindarkan. Sementara di jawa ada pepatah yang artinya “orang perempuan selalu mengikut kemana laki-laki pergi”. Ke surga ikut ke neraka tidak ingin tinggal.

Banyak lagi nak, terlalu banyak kisah dan cerita yang meremehkan kaum wanita sepanjang sejarah manusia. Bahkan hingga saat ini, di era modernisasi, IPTEK keterbukaan, emansipasi diperjuangkan nasibnya belum berubah hanya saja bungkusnya berbeda. Jika dahulu perempuan dijual orang maka sekarang perempuan menjual diri. Jika dahulu untuk orang bangsawan maka saat ini untuk orang banyak, tidak membeli menyewapun boleh.

Ketahuilah nak, sejak insan berada di muka bumi, sepanjang sejarah peradaban hanya dua saja yang menaikkan martabat perempuan, yaitu agama Islam dan adat Minang Kabau. Banyaklah ayat dan hadist tentang memuliakan kaum ibu, diantaranya yang paling populer adalah surga berada di bawah telapak kaki ibu, wanita tiang negara, atau perbandingan derajat antara ibu dan bapak adalah tiga berbanding satu.

Terlebih di dalam adat Minang Kabau nak, perempuan dimuliakan. Garis keturunan diambil dari ibu. Jika tidak ada anak perempuan maka alamat putus keturunan, datuk terbenam, dan harta berpindah tangan. Sebab segala harta pusaka warisnya ke anak perempuan, laki-laki di tanah minang tidak memiliki harta pusaka. Tugasnya hanya merawat, mengembala, membajak, memupuk, mengganti jika telah usang hasilnya untuk perempuan. Begitu adat memberitakan.

Hal itu adalah hak secara lahir nak, jaminan materil ekonomi perempuan tidak boleh ditelantarkan. Lantas bagaimana dibidang moral rohaninya? Hina mulia suatu kaum tergantung perbuatan yang perempuannya. Peperangan bisa berdamai, pembunuhan bisa diberi maaf, rampas dapat dikembalikan. Tapi jika perempuan dibuat malu, janda dibawa orang, gadis berteriak dalam semak, tertutup semua pintu damai. Begitulah mahal harga tinggi martabat perempuan di tanah Miang Kabau.

Mempersingkat cerita nak, ibarat batu permata maka nilai kalian adalah intan yang lengkap jika diikat oleh emas. Maknanya, perempuan di Tanah Minang sangat istimewa dan semakin istimewa jika memakai perhiasan, apa perhiasannya? Yaitu budi nak.

**BERSAMBUNG**

PESAN AYAH UNTUK ANAK LAKI-LAKI (Bagian 5)

Nak, kali ini ingin ayah paparkan siapa yang haram dinikahkan sepanjang hukum syariat islam dan tercela menurut adat minang kabau. Ada 13 perempuang yang tidak boleh dinikahi menurut ajaran agama islam, diantaranya:
1. Ibu kandung, ibu dari ibu, dan ibu dari ayah (nenek kandung)
2. Anak kandung dan keturunannya ke bawah
3. Saudara kandung biarpun se-ibu beda ayah atau se-ayah beda ibu
4. Saudara perempuan ayah
5. Saudara perempuan ibu
6. Anak perempuan dari saudara laki-laki
7. Anak perempuan dari saudara perempuan (keponakan)
8. Ibu yang menyusui juga ibu dari ibu beliau
9. Saudara perempuan sepersusuan serta anak cucunya ke bawah
10. Ibu dari istri (mertua)
11. Istri dari anak “menantu”, walaupun sudah bercerai
12. Anak tiri walaupun ibunya sudah meninggal
13. Saudara perempuan dari istri kecuali tidak dimenantukan.

Itulah orang-orang yang diharamkan untuk dinikahi. Di zaman Rasulullah dan sahabat dilarang mengawini para janda Rasulullah. Selain itu, dilarang mengingini perempuan dalam masa iddah.

Adapun bagi orang Minang Kabau yang beradat sersandi syarak, syarak bersandi kitabullah selain 13 perempuan di atas ada pula 8 perempuan yang berpantang sepanjang adat untuk dinikahi, yaitu:
1. Perempuan yang bersaudarakan ibu
2. Perempuan yang bersaudarakan ayah
3. Janda saudara, kecuali jika sudah meninggal
4. Janda paman, biarpun bercerai hidup atau bercerai mati
5. Janda penghulu dalam suku
6. Sahabat karib ibu
7. Tetangga sebelah rumah
8. Perempuan satu suku

Namun, setiap daerah memiliki larangan yang berbeda. Ada yang lebih dari delapan. Ada yang boleh sepersukuan asalkan penghulunya sudah berbeda. Ada pula perjanjian dua suku yang tidak boleh ambil mengambil atau sebagainya.

Nak, jika kamu telah menikah untuk membuka palang hati dan masuk ke dalam jiwa ada empat larangan yang harus dihindari dan empat suruhan yang harus dipatuhi. Adapun empat larang itu, diantaranya:
1. Jangan pernah menyebut perempuan lain pembanding-banding yang dahulu di hadapan istrimu. Paling sakit bagi perempuan jika ia dibanding-bandingkan nak.
2. Jangan pemuji berterus terang atau mengatakan tidak suka secara blak-blakan. Kalau istri disanjung-sanjung dipuji berterus terang alamat akan tinggi diri dan sombong juga takaburpun menghampirinya nak. Sebaliknya, jika ada yang kurang setuju yang lahir maupun bathin jangan pula berterus terang di depannya karena akan mendatangkan rasa minder terhadap istrimu. Tapi kalau memuji sekilas saja, tidak suka gunakan kata-kata sindiran sambil tertawa.
3. Jangan dilecehkan istri di depan orang ramai apalagi di depan karib kerabat.
4. Jangan ringan tangan (ini yang paling ayah benci). Susah orang tuanya membesarkan diserahkan kepadamu secara baik jangan pula kamu pukuli. Ingat nak, istrimu itu masih banyak yang punya. Punya ibu dan bapaknya, punya kaumnya, punya negara, dan punya Allah SWT. jangan enak-enak saja memukuli. Jika dosanya tidak terampuni, ulahnya melampau batas tidak mungkin dibentuk kembali, serahkan kembali ke ayahnya nak. Tapi jangan disakiti, dipukul-pukul, karena ia bukanlah hewan yang tahan pukul melainkan manusia yang tahan kias. Ingat itu!

Kemudian, adapun suruhan yang empat adalah:

1. Turun tangan jika istri terdesak. Suami disatu pihak dengan istri dibidang lain sudah memiliki bidang kerja dan tugas masing-masing. Suami mencari nafkah, istri mengurus rumah. Jangan seperti gotong royong semua mau dipegang, sumbang dan janggal dipandangi. Akan tetapi, ketika istri kurang sehat, masih lemah karena bersalin, atau kerja terlampau sibuk suami harus turun tangan membantu apa yang bisa dibantu. Mungkin itu menyapu, mencuci piring, atau bahkan menyetrika. Prihatinlah ke istrimu nak, susah jadi perempuan itu. 

2. Sudah menjadi kodrat alam nak, ketika istri mulai mengandung banyak tingkah berubah sifat seketika. Terkadang katanya kita busuk jijik setengah mati, sayang berlebihan tidak boleh suami keluar rumah, kehendaknya tidak masuk akal. Minta es krim di tengah malam, ingin minum susu kuda, macam-macamlah perangainya. Jika bertemu yang seperti itu nak, mesti sabar menghadapinya. Karena itu adalah ujian bagi calon ayah, ibarat pelonco di Mahasiswa. Makanya ayah ingatkan jangan bertengkar, berdebat, bahkan bercerai karena urusan kecil.
3. Ajari ia bergaul dengan ipar bisan dan suruh ia bermasyarakat. Jarang sekali orang yang mampu merukunkan istri dan ibunya. Kenapa demikian? Karena mereka berdua merasa memilikimu dan berebut kasih darimu. Hak ibu rasa teracuhkan karena datang perempuan lain padahal ia yang membesarkan. Istripun merasa memiliki, sepanjang hukum dan syarak, peraturan dan undang-undang suami adalah hak dari istrinya. Keduanya betul nak, sekarang satu daerah dua pemilik. Makanya ayah ingatkan, berpandai-pandailah, adil-adil berdiri di tengah, jangan oleng dengan pendirian, serta pakailah sifat bijaksana. Adakan pendekatan psikologis antara ibu dan istri hanya saja jangan terlalu erat apalagi hidup serumah, pepatah minang mengatakan “arek-arek lungga mangkonyo elok”. Selain itu, cara beripar dan berbisan. Biasakan kunjung mengunjungi supaya terwujud keserasian dalam keluarga besar ipar bisan. Jangan lupa ajari istri bermasyarakat, ikut serta dalam Dharma Wanita, PKK, asalkan bersifat positif lepaslah tetapi tetap monitor dari jauh. Awasi jangan sampai kumat penyakit ibu-ibu. Pertama, pamer memamerkan. Kedua, menggosip menceritakan orang.
4. Selalu bermusyawarah. Laki-laki pemimpin dikeluarga selalu mengambil keputusan, namun jangan mengambil keputusan sendiri, ajak istri bermusyawarah. Mulai dari mengambil keputusan besar seperti membangun rumah atau membuka usaha hingga keputusan kecil seperti memilih warna kain sarung. Semua mesti dengan musyawarah. Bahkan jika anak sudah besar, wajib pula diikutsertakan dalam musyawarah.

InsyaAllah nak, jika empat larangan dan empat suruhan di atas dijalankan dengan baik sejahtera keluargamu nak. Suami teladan kata orang.

Terakhir nak, adapun laki-laki di tanah Minang memikul banyak tanggung jawab. Di samping istri dan anak-anak, ada keponakan, kaum kerabat, juga kampung dan halaman. Pepatang mengatakan

“Kaluak paku asam balimbiang, tampuruang dilenggang-lenggangkan dibaok rang saruaso. Anak dipangku kamanakan dibimbiang, urang kampuang dipatenggangkan tenggang nagari jan binaso.”

Artinya, sementara mengurus rumah tangga kita dituntut secara moral membela karib kerabat dan keponakan, bahkan secara materil jika keadaan memungkinkan. Bermasyarakatpun dijalankan nak, jangan kita hendak hidup sendiri berpikir jika urusan anak istri sudah selesai urusan orang masa bodoh. Orang tua menjanda tidak peduli, keponakan terlantar tidak acuh, pesta orang tidak datang, ada tetangga kemalangan tak dijenguk, gotong royong tidak pernah sekalipun. Jangan nak, ayah tidak suka yang demikian. Jika nanti kamu susah tidak ada pula yang akan peduli.

Mengenai diri ayah jangan terlalu dihiraukan. Selagi masih bergerak tulang ini kalian tidak akan dibebani. Namun, kalau umur singkat ayah berpulang lebih dahulu, jaga ibumu nak, bela ibumu nak urusi dengan seluruh kemampuanmu. Haram lillah ayah tak rela kasih tak izin jika ibumu engkau titip di panti jompo.

Jika tersebut tentang kematian. Terbayang nasib di akhirat cemas ayah memikirkannya. Entah bagaimana di hari esok. Sepanjang kaji yang didengar, hadist yang shahih dari Nabi hanya tiga yang akan menolong nak, yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang sholeh.

Karena susah sepanjang hari, tidak sempat bersedekah, untuk kalian saja tidak cukup konon pula mengingat orang lain. Disebut ilmu yang diajarkan itulah yang susah sekali, sekolah ayah tidak tamat, mengaji tidak sampai khatam, pengalaman masih kurang. Hanya yang terakhir yang ayah harapkan nak, do’a dari kalian. Kirimi do’a agar lapang dan dimudahkan urusan kubur ayah. Tolong ya nak, tolong. Hanya satu itu permintaan Ayah yang lain kalian tidak berhutang ridha dan maaf mengiringi.

Itulah seluruh pesan ayah nak, kembali kepadamu jika ingin mengamalkan.

SELESAI