[Mutiara Hikmah #1] Belajar dari Tukang Parkir

Profesi sebagai seorang tukang parkir kerap dipandang sebelah mata dan menjadi ladang pungutan liar. Hal itu disebabkan karena untuk menggeluti profesi ini tidak memerlukan modal yang banyak hanya bermodalkan peluit, rompi berwana menocolok (oren atau hijau terang), sebuah topi untuk melindungi wajah dari sengatan matahari, dan lahan parkir. Selain itu bisa dilakukan oleh siapa saja, remaja, dewasa, bahkan orang tua saat ini juga tidak jarang ditemukan perempuan menjadi tukang parkir. Oleh karena itu banyak tukang parkir dadakan yang ada pada lokasi destinasi wisata yang berujung pada pungutan liar atau dikenal dengan istilah pungli, tidak jarang pula terjadi pemaksaan untuk memberikan uang parkir, jika hal itu terjadi maka tindakan tersebut telah melanggap peraturan yang tertera dalam pasal 368 ayat (1) KUHP.

Terlepas dari itu semua ada hal unik yang mungkin dapat kita ambil ibrahnya dari seorang tukang parkir. Pepatah minang mengatakan “alam takambang jadi guru”, artinya alam yang luas terbentang ini bisa menjadi guru tempat kita belajar. Makna alam disini juga termasuk lingkungan disekitar kita dan seluruh kejadian yang ada disekeliling kita.

Apa yang dapat kita pelajari dari seorang tukang parkir? Seorang tukang parkir tidak pernah sombong ataupun angkuh ketika memiliki deretan mobil dengan berbagai merek. Setelah mobil tersebut satu persatu pergi meninggalkan tukang parkir, ia tidak pula sedih dengan keadaan tersebut karena ia tahu bahwa itu semua adalah titipan dan titipan tersebut harus dijaga dengan sebaik-baik mungkin. Jangan sampai terjadi apa-apa dengan barang titipas tersebut karena akan berat mempertanggung jawabkannya.

Semua yang ada di dunia ini adalah titipan. Ya, semua yang kita miliki juga adalah titipan. Keluarga, harta benda, kekayaan, tahta, jabatan, pangkat, dan lain sebagainya semua adalah titipan. Sebagai manusia yang diberi amanah akan titipan tersebut tentu kita harus menjaganya sebaik mungkin. Karena kelak akan diminta pertanggung jawaban akan semua yang kita lakukan.

Setelah menyadari bahwa semua ini adalah titipan, maka ketika kita memiliki uang berlipat, rumah bertingkat, isteri empat (:v wkwk full kuota), dan deretan mobil mengkilat kita tidak sombong dan lupa diri. Agar ketika itu semua ditarik oleh sang pemiliknya kita tidak lagi sedih terpuruk, meratap, menangis meraung-raung melainkan harus ikhlas, qana’ah, menerima apa adanya.

Menjaga barang titipan juga harus dengan senang hati. Karena ketika menitipkan barang dalam keadaan bagus dan kembalipun harus dalam keadaan bagus pula. Jangan malah terbalik, ketika dititipkan bagus kembalinya sudah compang-camping, lecet sani-sini, pacah kacanya, yang parahnya lagi hingga tidak bisa dipergunakan lagi. Esok hari tidak akan ada lagi yang akan menitipkan barangnya.

Hutan luas di bakar, laut indah dicemari, tebing berbaris dikikis, macam-macamlah ulah tangan manusia yang kita lihat, tidak menjaga apa yang dititipkan kepadanya. Oleh karena itu, jika terlupa marilah diingatkan, jika terlewat marilah kembali, jika terlamun marilah disadarkan. Hidup hanya sementara sesali apa yang telah dilakukan, susun langkah baru untuk menata perubahan. Masih banyak barang titipan yang kita miliki, marilah kita jaga dan rawat sebaik mungkin hingga Yang Maha Memiliki mengambil kembali apa yang telah ia titipkan kepada kita.


 

NOTE:

Tulisan ini dibuat untuk mengingatkan diri penulis sacara pribadi dan pembaca secara umum. Semoga bermanfaat. Terimakasih. 🙂

[Kaya Indonesiaku #1] LAMPU ITU BUKAN TUGU

Sumber

Dear Stemian,

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, Indonesia memiliki 129.281.079 unit kendaraan bermotor di tahun 2016. Terbagi atas 105.150.079 unit sepeda motor, 7.063.433 unit mobil barang, 2.486.898 unit mobil bis, dan 14.580.666 unit mobil penumpang.

Jumlah yang tidak sedikit bukan. Apalagi di tahun 2018 ini jumlah tersebut dapat dipastikan meningkat. Dilihat dari semakin banyak dan besarnya kebutuhan individu atau kelompok terhadap kendaraan bermotor.

Berdasarkan jumlah tersebut tidak jarang kota-kota besar di Indonesia mengalami kemacetan. Layaknya DKI Jakarta, Medan, dan beberapa jajaran kota lainnya yang tidak ingin ketinggalan. Meski belum separah Dubai sebagai daerah terpadat dan termacet di dunia, namun pemerintahan Indonesia kewalahan menangani kasus ini dilihat dari belum banyaknnya perubahan atas kemacetan yang terjadi.

Selain masalah kemacetan, Indonesia juga mendapatkan deretan masalah lainnya yang tidak bisa di pandang sebelah mata, yaitu angka kecelakaan tinggi, parkir liar dan pungutan liar. 😀 (seperti di dalam rimba saja yaa, ada liar-liarnya)

Meneropong lebih jauh, sebagai makhluk yang diberikan keistimewaan akal dan pikiran tidak cukup hanya berhenti pada masalah (kemacetan dan tingginya angka kecelakaan) yang dihadapi. Bermula sebuah masalah karena ada sebabnya, layaknya tidak ada asap jika tidak ada api.

Selain meluapnya jumlah kendaraan yang ada. Penyebab lain kemacetan dan tingginya angka kecelakaan adalah tidak sadarnya para pengendara bermotor akan rambu-rambu lalu lintas. Secara pengetahuan semua tahu bahwa lampu merah tandanya berhenti, kuning hati-hati, dan hijau silahkan jalan. Namun mereka tidak sadar, yang dibutuhkan bukalah hanya mengetahui tapi butuh juga menyadari serta mematuhi.

Banyak yang menganggap jejeran lampu tiga warna itu hanya penghias di jalan raya bagaikan tugu di sebuah taman. Ya, sepertinya istilah itu lebih cocok “lampu yang dianggap sebagai tugu”. Padahal sebenarnya ia berdiri untuk membantu agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung dengan kecelakaan. Makna lain yang dapat diamati, jika lampu itu beridiri pada satu persimpangan maka masyarakat seputaran persimpangan itu saja yang harus menaati, misalnya ada lampu tiga warna persimpangan Pabrik A maka yang wajib menaati hanyalah karyawan serta buruh pabriknya saja. 😀 (jadi harus pasang lampunya setiap rumah biar semua menaati, hehe)

Berbicara perkara lampu ini, tidak lengkap tampa satu kisah berikut:
Dipersimpangan kota, ada seorang pengendara motor menggunakan atribut lengkap (helm, spion, dan lain-lain) yang kemudian menerobos lampu merah.
“Priiiiiiiit” suara peluit panjang dari seorang polisi menghambat sepeda motor yang menerobos lampu merah tersebut. Segera polisi tersebut mendekat dan bertanya.
“SIM?” tanya Polisi.
“Ini pak” jawab pengendara motor tersebut
“STNK?” lanjut Polisi.
“Ini pak” menjawab singkat.
“Kamu lengkap, lantas kenapa menerobos lampu merah?” Kembali Polisi bertanya.
Dengan tidak merasa bersalah pengendara motor tersebut menjawab “Hehe. Saya nggak lihat ada bapak”. :v (wkwkwk)

Hal itu juga menjadi PR untuk kita semua, ketika yang diakuti pengendara motor adalah ditilang polisi daripada nyawa sendiri dan keselamatan orang lain ketika menerobos lampu merah.

Lantas apa yang harus kita lakukan selain berharap kepada kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah, mulai dari pembangunan jalan tol, kerja polisi yang harus semakin keras, perluasan jalan, dan menambah atribut lalu lintas. Sebenarnya ada banyak yang dapat kita perbuat sebagai pengguna fasilitas umum termasuk rambu-rambu lalu lintas. Mulai dari menyadari pengtingnya menjaga keselamatan diri kita dan pengendara lain. Patuhi setiap rambu-rambu yang dipasang, karena rambu-rambu dan lampu itu bukan tugu. Kemudian bersabar ketika ada kemacetan, tidak saring dahulu mendahului. Perhatikan juga keselamatan pejalan kaki, jangan trotoar dijadikan solusi untuk menerobos kemacetan, dan masih banyak lagi tentunya yang harus diperhatikan serta perlahan kita rubah.

“Indonesia adalah negeri kaya. Kaya akan alam, budaya, bahasa, dan keragamannya. Namun, Indonesia juga kaya akan masalah. Oleh karena itu, marilah perbaiki diri kita dan jadilah satu solusi dari ribuan masalah yang dimiliki Indonesia”.

Salam Stemian


NOTE:

Tulisan ini dibuat untuk menegur dan mengingatkan diri penulis sacara pribadi dan pengendara motor lainnya yang belum menyadari pentingnya menaati rambu-rambu lalulintas. Semoga bermanfaat. Terimakasih. 🙂

[Balerong #9] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : BERKELUARGA JUGA BERMASYARAKAT

Klik disini untuk membaca tulisan sebelumnya.

Sekarang nak, ayah alihkan kisah kepada yang lain tapi masih berhubungan dengan rumah tangga. Mengenai hubungan ipar dan bisan.

Pepatah pernah berkata

“Jika iba dengan sawah perbaikilah irigasi, jika harap dengan telur serakilah jagung”.

Maknanya, harmonisnya suatu rumah tangga, awet serasi suami istri hendaklah dengan mertua bertali batin, dengan ipar bersilaturahmi, dengan keluarga mertua lainnya berbasa-basi. Pandai memelihara hubungan diplomatik dengan keluarga besar dari pihak suami. Begitu kira-kira kalimat besarnya.

Secara materi hukum, hanyalah orang yang berdua yang memliki ikatan batin dalam lembaga perkawinan. Tapi ingatlah, bahwa satu unit rumah tangga adalah bagian dari masyarakat. Masyarakat yang mengandung tatanan norma untuk dipatuhi dan ditaati. Singkatnya yang menikah adalah pengantin laki-laki dan perempuan namun yang kawin adalah kedua kaum masing-masing.

Oleh sebab karena itu nak, sebagai seorang istri, sebagai menantu orang kamu memikul beban moral dalam membina dan memupuk cara berukun ipar dan bisan. Pandai-pandai bertanam budi, baik-baik menjalin bahasa, tahu memperkirakan. Jangan pelit terhadap ipar ataupun mertua.

Jika suami membela orang tuanya, mengurus keponakannya, ataupun urusannya dikaumnya, jangan cemberut dan mengumpat. Panas tadah dari pada cangkir nanti nak. Jangan!

Ingatlah jasa mereka dulu nak. Coba pikir coba renungkan. Sejak kecil padi dirawat dibesarkan, di halau segala hama yang mendekati. Namun ketika padi telah kuning orang lain yang menyabitnya. Ingat jasa baik mereka nak, jangan lupa jasa tanah karena manis air tebu.

Penghabisan ayah ingatkan nak. Dimanapun kamu tinggal nanti nak. Di kampung, di rantau, di desa, atau di kota kita mesti bermasyarakat. Tidak boleh memisahkan diri nak. Perbaiki hubungan dengan orang banyak, pelihara silaturahmi, serta pedulilah dengan lingkungan.

Cara bertetangga. Hendaklah pandai bertenggang rasa, tahu mempertimbangkan hati orang. Dalam menjalin pergaulan hati-hati dalam menjaga jarak, jangan terlampau erat sehingga semua yang terjadi di rumahmu diketahui oleh tetanggamu. Jangan nak! Sesekali nanti ada kesalahan maka dirimu yang akan menyesal nak.

Selain dari pada itu, jika ada perselisihan berbeda cara pandang itu biasa dalam hubungan rumah tangga. Selesaikan secara baik. Jangan emosi apalagi egois hendak menang sendiri. Selangkah mengambil keputusan selalu ajak suami untuk bermusyawarah. Kadang-kadang sengketa itu jadi rahmat. Disitulah seninya berumah tangga nak. Jika memang terlalu berat permasalahan limpahkan kepada yang lebih tua, jangan didiam-diamkan apalagi menyebut-nyebut cerai.

Ayah kutuk ayah sumpahi jika ke dukun kamu mengadu, ke dewa meminta tolong, ramuan perkasih yang dicari. Itu bodoh! Namun jika ke Allah SWT kamu mengadu. Serahkan diri, pulangkan urusan kepada yang satu, tawakaltu ‘alallah. Kemudian berdoalah.

Nak, itulah kiranya yang dapat ayah pesankan. Semoga bisa menjadi bekal dalam menjalankan kehidupanmu kedepannya. Ayah mohon maaf jika ada kata ayah yang tidak pada tempatnya. Kepada Allah ayah memohon ampun, karena kebenaran hanya milik-Nya.

“Ya Tuhan kami berilah ketenangan kepada kami, dari suami dan keturunan kami, dan jadikanlah kami sebagai pemimpin dari orang-orang yang muttaqin”

“Cukuplah aku bersandar kepada Allah, tiada Tuhan yang kusembah selain Dia, kepada-Nya lah aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan arasy yang agung”

**SELESAI**

[Balerong #8] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : STRATEGI BERUMAH TANGGA

Klik disini untuk membaca tulisan sebelumnya.

Melanjutkan pertanyaan pada tulisan sebelumnya “lantas apa yang harus dilakukan?”. Kalau ingin menyelamatkan mobil, seorang kondektur mesti berbuat sesuatu. Jangan sama-sama berteriak dengan penumpang, menyumpah-nyumpah supir, atau melompat di pintu belakang. Jangan!

Maksud ayah, supir itu adalah suami sedangkan istri adalah kondektur. Orang sedinas namun berbeda tugas. Bagaimana caranya? Simak baik-baik nak, ayah jelas ayah terangkan.

Menurut sebagian para ahli tidaklah benar motivasi puber kedua karena limpahan libido laki-laki atau over produksi zat hormon, sehingga mendesak gairah seks. Itu salah nak. Para ahli juga melanjutkan, kaidah kejantanan yang secara naluriah bersifat penakluk pada umur 40 sedang berada dititik puncak. Naluri itulah yang menjelajah ingin menundukkan kehidupan termasuk bidang yang satu itu.

Coba kita ingat sejarah nak, ketika Nabi Muhammad SAW berumur 40 tahun datang dua malaikat membelah dada beliau mebersihkan kotoran hati kemudian menukarnya dengan yang bersih. Barulah Nabi Muhammad diberi tugas kerasulan. Begitulah pengalaman Rasulullah.

Adapun faktor lain, menurut ahli yang berbeda. Penyebabnya sederhana saja, hanya masalah kejenuhan, lain dari pada itu tidak ada. Oleh sebab sudah belasan tahun bergaul, pagi, petang, siang, dan malam yang terlihat hanya itu-itu saja maka datanglah rasa bosan. Ibarat makan nasi jika setiap hari hanya makan lalapan dan sambalado tentu sesekali hendak rendang ayam, semur jengkol, sayur asam, dan lain-lain. Sekali lagi ayah katakan nak, itulah ia nafsu.

Sehubungan dengan hal tersebut, ada dua pesan yang ingin ayah sampaikan untuk mengahadapi laki-laki yang berbuat seperti itu, diantaranya:
1. Untuk menghindari pertengkaran, jangan dipatah atau dikerasi. Biarkan saja agak sejenak nanti dia akan kendor dan lemah dengan sendirinya. Biasanya tidak terlalu lama itu nak. Menanggapi hal itu nak, pakailah ilmu bermain layang-layang. Ketika angin di atas sedang kuat ulurlah benang perlahan-lahan. Nanti ketika denyutnya angin sudah berkurang di atas putar benangnya kembali. Tenang-tenang saja, anggap saja ia sedang sakit. Mudah-mudahan aman. Sama halnya dengan laki-laki menghadapi perempuan ngidam, tengah malam diminta membeli es krim harus berangkat.
2. Karena telah datang bosan ia mencari keluar rumah. Sesuatu yang baru, suasana yang segar, santai dan semarak. Nah, sediakan apa yang dicarinya itu nak. Ciptakan kesegaran di rumah tangga. Ayah yakin, walaupun tidak menghambat total namun sekedar mengantisipasi besar manfaat dan kegunaannya. Kalau tidak seperti itu di tambah istri masa bodoh, maka siap-siaplah mendengarkan kabar bahwa ia telah terpaut dengan yang lain. Kamu juga yang ujungnya akan makan hati nak.

Terkadang orang perempuan ini nak, karena sudah asyik dengan anak, perhatian kepada suami mulai berkurang. Baju suami lupa digosok, kopi suami buat sendiri, bahkan kamar berantakan. Bagaimana kapal hendak berlabuh nak sementara teluk seperti melengahkan.

Nah jika solusinya menurutmu dengan menyewa seorang pembantu, maka ada hal yang ingin ayah sampaikan ketika telah memiliki pembantu, yaitu bukan semua urusan diserahkan kepada pembantu kamu tinggal memerintah. Jangan! Yang menyediakan jeperluan suami tetap kamu nak. Menghidangkan nasinya, bajunya, sabun mandinya, perlengkapan kantornya, pendeknya urusan pribadi suamimu jangan dilepaskan kepada orang lain. Sebab rasa dan aroma tangan istri itu akan mempertemukan dua unsur berlain kutub mewujudkan zat baru yang bernama kasih sayang.

Tetapi jika hal pribadinya telah diurus pembantu maka percayalah urusan lain akan dibantunya juga nak. Percayalah!

Jangankan suami nak, anak-anak pun juga demikian. Mulai dari menceboki hingga menyuapi, terus membedung meniduri, sampai mengajak bermain semuanya jasa si bibi. Maka ketika sudah besar anakmu lebih sayanglah iya kepada babu dari pada ibu yang melahirkannya. Kenapa demikian? Kembali kepada yang tadi, dawai kasihnya menyambung kepada batin orang yang menanam rasa sayang kepada dirinya. Itulah juga sebabnya nak, zaman dahulu ibu-ibu menyuapkan anak bukan dengan sendok melainlan dikunyahnya dahulu nasi itu hingga lembut baru dimasukkan ke mulut anaknya. Dengan begitu rasa keibuan dari sang ibu akan langsung menjadi darah membentuk jiwa silaturahim antara si anak dan si ibunya.

Walaupun kamu wanita karir yang ikut terjun mencari nafkah, tidak ada alasan sibuk. Tugas pokok di rumah tangga wajib mutlak ditangani. Selain itu kamu aktif di PKK, ketua pengurus di ‘aisyiyah, bagus itu. Intinya yang terpenting pandai berbagi waktu, perhatian jangan sumbing kesuami anak-anak dididik diarahkan. Itu saja.

Hendanya nak, kalau boleh pinta ayah berlaku. Suasana berumah tangga ini jangan seperti tebu yang makin ke ujung semakin hambar nak. Tapi bagaikan meminum kopi manis, semakin disedu semakin nikmat, semakin tua semakin mesra, berbimbing-bimbing ke surga. Itulah rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

**BERSAMBUNG**

[Balerong #7] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : RAHASIA LAKI-LAKI

Klik link disini untuk baca tulisan sebelumnya

Sebagai seorang pemimpin suami wajib dimuliakan, wibawanya dipelihara, kebijaksanaannya ditaati. Barulah terlihat kepemimpinan seorang suami. Sebagai manusia dia pasti tidak sempurna, ada kekurangan di samping adanya kelebihan. Untuk itu, istri yang arif dan bijaksana pandai bersyukur dengan apa yang ada serta siap menerima kekurangan sang suami. Harus ikhlas, sabar, dan rela juga berusaha menutup kekurangan tersebut. Sudah termasuk sifat tidak terpuji nak jika membuka-buka kekurangan suami nak, baik yang lahir berupa materil apalagi yang batin secara moril.

Sebaliknya nak, jangan pula membangga-banggakan suami, memuji berterus-terusan, menceritakan suami itu orangnya gagah, setia, serta hebat. Jangan nak! Jangan. Akan jadi bahan pergunjingan orang nantinya.

Nak, adapun dalam menjalani kehidupan tidak ubahnya ibarat berlayar di lautan. Adakalanya air tenang, matahari bersinar, hujan teduh, kabutpun terang, tertawa bahagia jurumudi membawa kapal ke arah jarum kompas. Namun terkadang nak, ada juga masanya badai datang, laut menggila, gelap sekeliling, airpun masuk ke dalam kapal, dan mati-matian berjuang nahkodanya. Itulah romantika nak, itulah perjuangan, malah disitu pula letaknya seni dalam hidup. Sehingga dunia ini terasa indah.

Jika menang Alhandulillah. Namun jika kalah diulang kembali perang, tidak hari ini mungkin esok. Sebab, kegagalan adalah kemenangan yang tertunda.

Sudah nak? Ayah lanjutkan. Kalaulah takdir pasang surut. Datang malang cobaan menghampiri, tergoncang jalan kapal. Sampailah kepada istri yang tidak setia ia melompat ke sikoci (perahu kecil yang ada di kapal). Tinggal kapal dan muatan, istri mendayung seorang diri, selamat dari karamnya kapal besi. Namun jika bertemu dengan istri orang budiman. Tidak pemanik hilang akal, tidak mudah berputus asa, malah jika keadaan yang memaksa, cepat-cepat ambil kemudi berusaha bersama-sama jangan sampai karam kapal dengan penumpangnya.

Menurut pengalaman nak, mungkin datang masanya nanti nasib suami sedang kabur. Semakin diasah semakin tumpul. Semakin dibersihkan semakin rimbun. Jika ia seorang pedagang, dagangannya habis hutangnya bertumpuk. Jika ia pegawai profesi, mungkin ia memiliki masalah dengan atasan atau malah di PHK. Jika ia seorang petani, sawah habis di rendam banjir, panen gagal, harga jatuh, tikus banyak yang akan menggerogoti. Pendeknya, bermacamlah musim yang akan menimpa.

Masa disaat seperti itu nak, jadilah engkau istri penawar. Bujuk hatinya dalam risau, hibur ia, berikan kata harapan, bangkitkan semangat juangnya, kipas hatinya agar dingin. Jika kandas semangatnya agak berlarut mati akal, cepat-cepat turun tangan nak, berusaha apa yang mungkin asal halal dan jalan lurus. Jangan malu menerima upah, jangan gengsi di kaki lima, yang penting dapur berasap setia jangan sumbing kepada suami.

Umumnya orang berpendapat,sepanjang kehidupan laki-laki akan mengalami gejolak jiwa dua kali seumur hidup. Sebanyak itu pula terguncang teluk insannya dihempas gelombang nafsu. Itulah zaman pancaroba, puber istilah populernya. Ibarat daya tenaga listrik saat-saat tegangan tinggi adalah ketika _spanning_ naik. Kalaulah tampa adaptor, sekring bisa putus trafo terbakar, neon padam, televisi hangus, dan kulkas tidak dingin lagi.

Kapan masa itu nak? Pertama, sesudah baligh sekitar umur 16 tahun. Kedua, menjelang umur 40 tahun. Itulah masa-masa rawan atau tahun berbahaya bagi seorang laki-laki.

Pada puber yang pertama terjadi perubahan fisik. Suara yang semakin besar, kumis mulai kelihatan, dan badannya mulai berbentuk. Begitupula gejala jiwa, mulai memperhatikan penampilan dan suka berbicara dengan lawan jenis. Lain-lain sifatnya, ada yang pendiam namun matanya memperhatikan, kadang tersenyum. Ada juga yang lasak, anak gadis lewat diteriaki. Ada pula yang gila mencari perhatian, bertingkah yang ganjil-ganjil, kadang meresahkan perangainya. Pendeknya, bermacam-macamlah sifat laki-laki jika dalam masa puber pertama tersebut.

Jika dibandingkan dengan masa puber kedua, puber pertama masih lumayan. Berbahaya memang, tapi kurang daya ledaknya. Ya, paling-paling membaca novel buku romantis, menonton video _blue_ film, atau penghayal pengangan-angan melihat foto pacar dan bersudah di kamar mandi. Heh selesai (ayah tertawa sinis).

Tetapi, puber di umur 40 rusak dan merusak nak. Coba bayangkan seorang laki-laki yang sedang matang, punya 15 tahun jam terbang dengan segudang pengalaman soal wanita. Keluar kandang mencari mangsa nak. Ia gelisah tinggal di rumah, dengan uang royal namun di rumah pelit, anak istri soal belakang berburu perempuan nomor satu. Biasanya diumur segitu orang telah mencapai puncak dikarirnya nak. Kalaupun tidak menjadi bos, paling tidak ia telah mapan diprofesinya dan matang di bidang keuangan. Apalagi didukung dengan kondisi mental yang mantap terkendali.

Tapi ingat, disini pulalah datangnya _testing_ jiwa. _Testing_ jiwa yang hanya sedikit orang yang lulus. Bagi yang kurang persiapan, membawa runtuh harga diri malapetaka rumah tangga. Apa sebenarnya yang terjadi?

Pada saat itu yang terjadi adalah pemberontakan bathin yang meledak-ledak nak. Selalu menuntut penyaluran biologis. Aneh memang, dia keluar mencari penyaluran sementara di rumahnya tergolek pipa penyaluran yang siap menanti air terjun. Itulah yang namanya nafsu, nafsu yang lebih ganas daripada perang badar. Begitulah Rasulullah mengatakan.

Macam-macam perangainya nak. Ada yang keluar pergi ke tempat gelap, diskotik jadi sasaran. Ada pula yang mengincar dan mengumpulkan mangsa anak sekolah. Parahnya ada yang sampai mengganggu rumah tangga orang. Mungkin ia pandai menyembunyikan, namun perasaan dan insting perempuan tidak mudah untuk dikelabuhi, ujung-ujungnya ketahuan. Jika terlalu jauh terpaksalah suami pasang dua. Satu sungai berujung ke dua muara, bagaikan kisah drama nak, sedih akhirnya.

Nak, guna ayah buka ayah perlihatkan rahasia laki-laki agar engkau berhati-hati nak. Besok tidak terlalu terkejut. Sebab siapapun suami kita, biar intelek terpelajar, preman tuak, da’i pendakwah, seniman, ataupun tukang berduit atau mati pajak jarang yang tidak dilandanya.

Ibarat mobil nak, ada yang terjun masuk jurang, ada yang terbalik, setidaknya menyerempet tebing, gardan pecah bodi lecet karena tiang listrik yang disenggolnya. Ayah pun merasakanya juga sebagai sebagai seorang laki-laki. Tapi syukurlah, berkat rem yang masih cakram, kopleng yang tidak lepas dari tangan, stir aman mesin mendukung rambu-rambu pun masih teringat. Kalau sekedar tergoncang-goncang nak, goncang ke kanan oleng ke kiri, terlambar menukar gigi, itu ayah rasakan pula. Hehe 😀

Lantas apa yang harus dilakukan nak?

**BERSAMBUNG**

[Balerong #6] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : UMUR PERKAWINAN

 

 

Klik disini untuk membaca tulisan sebelumnya.

Bukan begitu nak, bukan. Bukan demikian cara patuh kepada suami. Suruhnya harus ditaati selagi berada pada jalan yang benar tidak menyimpang dari hukum. Tapi jika kemungkaran yang disuruhnya, larangan Allah dikerjakan jangan diikuti apalagi dipatuhi. Bantahlah dengan dalil, alasan, serta bandingan yang masuk akal.

Perlu ayah ingatkan, bahwa hakikat suatu perkawinan adalah persekutuan dua jiwa yang berpadu menjadi satu, satu yang tidak terpisahkan. Perkawinan tanpa kasih sayang adalah perkawinan yang gagal. Selain itu nak, ingatlah bahwa perkawinan adalah sesuatu yang sakral, suci, _sunnah rasul_, perintah langsung dati Allah SWT, hukumnya wajib bagi yang mampu. Nikah kawin itu ibadah, betulnya amal karena niat, maka betulkanlah niat dari pangkal, _nawaitu lillahi ta’ala_ bukan selain daripada itu.

Menurut para psikolog, adapun perkawinan ideal terbagi ke dalam tiga masa:
1. Kawin perak, yaitu 25 tahun lama berbaur dihitung dari ijab kabul.
2. Kawin emas, yaitu 25 tahun sesudah kawin perak atau 50 tahun umur perkawinan.
3. Menjelang senja, yaitu masa menanti malam tiba menunggu maut datang menjemput.

Selama di dalam masa kawin perak, suami istri bagaikan merpati dua sejoli, keduanya adalah kekasih oleh pasangannya atau istilahnya saling asih. Masuk menjelang kawin emas, semua mulai menua umur sudah masuk lima puluh, semangatpun mulai kendor, maka dulu kekasih kini sudah bergeser menjadi kawan atau istilahnya saling asah Lepas dari kawin emas, umur sudah memasuki 75 tahun, semua sudah tua maka dimasa ini suami dan istri berganti-ganti mengasuh, si istri sebagai ibu oleh suami dan suami sebagai bapak oleh si istri, saling sandat menyandar saling asuh.

Oleh karena itu nak, jika engkau esok menjadi istri, harus ikhlas menjadi kekasih yang dicinta dan mencintai, harus siap menjadi kawan tempat beriya dan berbukan, serta sanggup pula menjadi menjadi ibu merawat serta mengasuh sejak dari lahir hingga batin. Itulah ibadah nak, disitu letaknya nilai amal shaleh.

Kasih sayang cinta kasih adalah pasak dan tonggak dalam rumah tangga. Oleh sebab itu nak, hati-hati bertanam kasih nak, elok-elok maletakkan kasih sayang biar kokoh berdirinya rumah tangga. Walaupun banyak gangguan dari luar, badai menerpa, gunjingan dan hasutan, haram akan goyang rumah tangga jika tonggaknya kuat nak.

Maka ciptakanlah kasih sayang itu, hubungan kalian menjadi mapan, kebersamaan yang solid akan mewarnai perkawinan sehingga dunia ini semakin lapang. Itulah berkah nak, itulah surgawi, dan Rasulullah pernah berucap “Rumahku adalah surgaku”, karena memang beliau telah menemukan itu.

Berbagai usaha perempuan menjinakkan laki-laki agar suami betah dirumah. Ada yang datang ke dukun, juga ada yang menggunakan jimat, susuk, dan sebagainya supaya suami tidak berpaling hati kepada yang lain. Salah nak! Salah. Jika ingin rukun pergaulan, syaratnya mudah tanpa modal nak. Hanya tinggal senangkan hatinya saja maka bereslah itu semua nak.

Lantas bagaimana cara menyenangkan hati suami?
1. Manjakan seleranya
2. Sayangi kesukaannya
3. Dengarkan perkataannya

Memanjakan selera suami bukan dengan banyak ragam sambal ataupun dengan yang mewah mahal beli. Bukan itu nak, tapi tahu kapan dia lapar paham apa yang dia inginkan, sehingga jika minum sampailah pada kesejukan jika makan sampailah pada seleranya. Karena macam-macam selara lidah nak. istri yang bijaksana ingin pergi berbelanja bertanya dulu kepada suami, apa yang inginkan atau sedang selera makan apa hari ini, ada kalanya lupa membeli pesanannya teringat lalu terburu-buru kembali ke pasar, begitu bukti cinta kepada suami. Begitu juga dengan menyayangi kesukaannya dan mendengarkan apa yang ia katakan.

**BERSAMBUNG**

[Balerong #5] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : MAKNA PEREMPUAN

>Klik link disini untuk membaca tulisan sebelumnya.

Nak, diumurmu yang sekarang hati-hati menjaga diri nak. Godaan sepanjang jalan, rayuan ada disetiap langkah. Jangan mudah percaya dengan laki-laki nak. Karena banyak di antara mereka hanya bermain-main walaupun ada juga di antara mereka yang mengatakan ikhlas dari hatinya.

Sifat dari seorang laki-laki adalah mencari. Berbeda dengan perempuan, sifat perempuan menanti. Melalui tangisan ia menolak, sedangkan diam tanda setuju begitu martabat seorang perempuan nak.

Sebenarnya nak, di zaman keterbukaan sekarang ini, era globalisasi katanya ada yang mengganjal dan mengganjil dipikiran kami orang tua. Hal itu adalah melihat sudah terbiasanya perempuan dan laki-laki pergi berpasangan. Naik di atas motor berpeluk-pelukan, dikeramaian haram dia untuk segan dan malu, apalagi di tempat sepi itu adalah keinginannya. Masa bodoh dengan gunjingan orang, tidak perduli jadi tontonan yang perlu hanya enjoy. Kami orang tua dituduhlah sebagai orang kolot, orang kuno ketinggalan, berburuk sangka buruk pikiran. _Na’udzubillah_ taubatlah ayah mendengarkannya nak, itulah pantangan nenek moyang.

Ingat nak! Orang laki-laki dan perempuan ibarat timun dan durian. Biar ditimpa atau menimpa tetap timun yang akan hancur duluan, percayalah.

Pada dasarnya nak, mengenai bergaul dengan laki-laki ayah tidak melarang. Boleh, silahkan bergaul, tapi perkirakanlah ukurannya jangan sampai melewati batas, biasa-biasa saja. Jika berteman di sekolah cukup sebatas pelajaran, bergaul di masyarakat sehingga bertegur sapa, begitupun dalam organisasi mesti bercampur dengan yang banyak. Memang begitulah seharusnya nak, tapi jangan hanyut terbawa arus tinggal yang wajib gara-gara yang sunnah. Jangan sampai nak!

Dengan teman cowok, nggak perlu terlalu dekat sekali nak. Apalagi sampai berpacar-pacaran. Satu lagi yang kami takutkan nak, oleh ulah terlampau dekat, diberikan semuanya, berharap akan jadi rupanya malah pergi mencari yang lain. Tidak tahu siapa yang akan disalahkan lagi itu nak, penyesalan yang akan menemanimu, merataplah di dalam kamar, orang tertawa melihatmu.

Ayah lanjutkan nak. Karena masa terus berjalan nak, yang kecil beransur besar umurmu bertambah gadis juga. Pasti akan datang ketikanya jodoh tiba dan engkau akan menjadi istri orang. Beratlah beban yang akan ditanggung banyak lika-likunya jalan menuju rumah tangga. Jika terlengah lupa dengan diri, tidak ingat tempat berdiri, maka ibarat melengah alam ini nak, hidup bagaikan rasa di neraka. Pepatah arab mengatakan yang artinya: “Barang siapa yang tahu akan dirinya maka tahu juga dengan Tuhannya”.

Maka sebagai hamba Allah. Wajib mencari tahu tahu tentang diri, siapa diri ini sebenarnya? Darimana hendak kemana sedang dimana kita sekarang? Jika sudah paham dengan diri sendiri, maka paham pulalah dengan zat Allah, awal mula semua kejadian.

Panjang jika dijelaskan nak, lelah kamu mendengarkan nantinya. Ayah fokuskan saja tentang perempuan nak. Adapun makna kata perempuan asal katanya adalah empu, yang artinya ibu, pangkal, ataupun bibit. Maka perempuan adalah ibu yang akan mengandung melahirkan serta melanjutkan bangsa manusia. Perempuan juga sering dikenal dengan sebutan ibu-ibu.

Sadarilah nak, engkau adalah bangsa ibu. Engkau adalah calon istri kandidat itu, penyambung pusaka keturunan. Sebelumnya sudah ayah katakan, kaum perempuan berasal dari tulang. Patahan rusuk laki-laki, bagian kiri paling bawah. Tahukah kamu maknanya nak? Perempuan adalah tempat sayang, buah hati curahan kasih dari orang laki-laki. Maka sudah menjadi _sunnatullah_ bahwa perempuan dan laki-laki saling cari mencari dan membutuhkan dan jika Allah mengizinkan maka bertemu di akad nikah, kata sepatah yang menghubungkan.

Kenapa harus tulang rusuk bukan tulang yang lain? Jika diambil dari tulang dada nak, maka timbullah rasa congkak bagi seorang perempuan nak, berjalan ingin dahulu, berkata ingin memotong, atau corong lompatan istilahnya. Jika diambil dari tulang punggung, maka perempuan akan menjadi beban dan sibuk mengekor dari belakang. Jika diambil dari tulang bagian atas, maka ia akan selalu ingin mengepalai, mengatur memerintah jadi komandan rumah tangga. Oleh karena itu, Allah mengambil dari tulang rusuk supaya perempuan berdiri di samping, di rusuk di sanding badan di bawah lenggang laki-laki. Pada hakikatnya, istri adalah _partner_, pendamping, teman setia, teman tempat berunding bermufakat bagi laki-laki.

Dijelaskan dalam Qs. Annisa ayat 34, perempuan adalah orang yang dipimpin oleh laki-laki. Sebagai orang yang dipimpin hendaklah patuh kepada pemimpin, loyal kepada suami, taati suruh dan permintaannya, jauhi pantangannya, jangan jadi pelawan ataupun penjawabdi dalam hati, apalagi durhaka juga menghianat itu adalah dosa yang besar nak.

Tapi jika bertanya kepada ayah, bagaimana cara tunduk kepada suami? Apakah seperti tunduk kepada raja? Ataukah seperti taat kepada Nabi?

**BERSAMBUNG**

[Balerong #4] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : SUMBANG 12

>untuk membaca postingan sebelumnya klik link disini.

Adapun yang dimaksud dengan kata sumbang, adalah suatu tindakan atau perbuatan yang buruk, tercela tapi belum sampai kepada salah. Sinonim nya adalah janggal, kurang etis, bandel, norak, dll.

Diantaranya nak:
1. Sumbang duduk. Bagi perempuan cara duduk yang sopan adalah bersimpuh bukan berselo seperti laki-laki. Jangan sampai pula duduk dengan posisi salah satu kaki didirikan seperti orang tua duduk di kedai. Jika duduk di kursi, rapatkan paha erat-erat sedikit menyamping posisinya. Begitupun duduk di atas sepeda motor, jangan mengangkang.
2. Sumbang berdiri. Jangan berdiri di depan pintu atau di tangga tempat turun naik. Jangan berdiri di tepi jalan jika tidak ada yang ditunggu. Apalagi berdiri dengan laki-laki yang bukan muhrim, konon lagi berunding-runding tanpa satu hal kepentingan apapun.
3. Sumbang jalan. Seorang perempuan jika hendak berjalan harus ada temannya, paling kurang anak kecil. Jangan berjalan terburu-buru, melainkan jalanlah dengan lemah lembut, gemulai, namun tegas. Jika berjalan bersama teman sama besar, jangan berbanjar menghambat jalan di labuh, kira-kira orang juga ingin lewat. Jika berjalan dengan orang tua atau orang laki-laki yang perempuan meiring di belakang. Begitulah adat yang harus di pakai nak.
4. Sumbang kata. Berbicaralah dengan lemah lembut. Dudukkan satu persatu perkara agar paham orang akan maksudnya. Sumbang bagi perempuan bicara cepat tanpa henti. Jika orang tua berbicara pentang memotong pembicaraannya, tunggu hingga selesai dan jawab mana yang patut dijawab. Di dekat orang yang sedang makan jangan berkata jorok. Disaat menjenguk orang sakit jangan bercerita tentang orang mati. Kurang baik kurang terpuji menagih hutang di depan orang ramai. Begitulah ajaran sopan santun nak.
5. Sumbang penglihatan. Kurang tertib bagi seorang perempuan jika bertamu matanya menyelidiki seluruh ruangan. Selain itu, jika kita menjadi tuan rumah jangan suka melihat ke jam tangan tersinggung orang yang sedang duduk bertamu, itu mengusir secara halus. Jika berbicara dengan laki-laki biarpun sanak keluarga, jangan berhadap-hadapan, melihat bola matanya, tidak boleh! Tapi buanglah pandangan ke yang lain, menunduklah melihat ke bawah.
6. Sumbang makan. Sumbang makan sambil berdiri, mengunyah sepanjang jalan. Mengunyah tutupkan mulut jangan terdengar suaranya oleh orang lain. Jika makan dengan tangan, angkat nasi dengan ujung jari, suap jangan terlalu besar. Menambahkan nasi ke dalam piring juga diperkirakan, jangan sampai piring menggunung, tidak masalah sering asalkan sedikit nak. Biasakan mencuci tangan dan menuangkan air ke dalam piring. Dengan tangan kiri menjangkau gelas, minum seteguk-teguk kecil, tahan sendawa jangan sampai lepas. Jika makan menggunakan sendok, jangan beradu sendok dan garpu berdering bunyinya, jang lupa setelah selesai makan telungkupkan sondok dan garpu jangan dibiarkan terlentang karena maknanya makan belum kenyang ataupun makan kurang selera tersinggung orang yang menghidangkan. Tolong perhatikan itu nak, jangan rendah pandangan orang.
7. Sumbang pakaian. Jangan berbaju ketat nak, nampak rahasia tubuh. Jangan pula yang terlalu jarang nak, apalagi tipis tembus pandang dan tersimbah atas bawah. Mengenai model dan potongan. Sesuaikanlah dengan bentuk badan, selaraskan model dan corak kain agar sejuk dipandang. Oleh karena kamu keturunan ayah, warna kulit kita tidak berbeda jauh maka pilihlah warna yang seikit hambar. Cream, hijau pucuk, biru telur asin, ataupun abu-abu. Jangan dipakai baju yang berwarna merah nak, dendeng balado disangka orang, berdosa orang karena kita. Jika melayat ketempat orang kematian, pakai yang polos berwarna gelap. Jangan di pakai baju yang pontong juga pendek.
8. Sumbang bekerja. Pekerjaan orang yang perempuan hanya sebatas yang ringan-ringan, mudah, dan halus-halus. Menjahit, masak-memasak, juga menyusun perabotan rumah. Jika ke sawah hanya sebatas bertanam atau menyabit jangan sampai hingga membajak. Begitu juga jika ke ladang, hanya sebatas membersihkan rumput-rumput atau menebang pisang. Terlalu janggal bagi orang perempuan jika harus memanjat dan menebang kayu. Begitupun memilih profesi. Paling cocok menjadi guru. Selain itu bidan, salon, perawat, ataupun yang sejenisnya. Tapi jika profesi lain harus ekstra hati-hati nak apabila hendak menjadi sekertaris, _tour guide_, artis, ataupun pramugari. Boleh menyopir tapi jangan menjadi sopir.
9. Sumbang tanya. Jika ada orang bertamu sambutlah dengan ramah tamah dan dengan hormat dipersilahkan duduk. Hidangkan minum, selesai minum agak seteguk cukup rasanya beristirahat baru tanyakan apa maksud dan tujuan kedatangannya. Maka terlalu kasar budi seorang perempuan jika ada yang bertamu belum sempat ia duduk dan beristirahat sejenak langsung ditanyakan maksud dan tujuannya. Jangan! Tidak boleh! Buruk angkuh namanya nak. Jika tamu kita sedang makan, sumbang jika kita menanyakan berapa harga beras, pantang orang minang itu nak. Satu lagi, jika berjalan di dalam hutan jangan bertanya apa isinya, ular, harimau, dsb.
10. Sumbang jawab. Baik-baik menjawab pertanyaan orang jangan sampai orang tersinggung.
11. Sumbang bergaul. Jangan bergaul dengan laki-laki jika hanya kamu perempuan di dalamnya. Sumbang bergaul sama sama besar jika hanya berkumpul-kumpul tidur, bermalam di rumah orang, kecuali ada keperluan. Karena kamu anak gadis, sumbang bergaul dengan anak kecil. Ikut bermain karet dan kelereng apalagi berlari kejar-kejaran.
12. Sumbang kurenah. Maksud kurenah adalah gelagat pembawaan, sifat tabiat dan perangai, karakter bahasa sekarangnya, sikap mental bahasa modernnya. Kurang etis apalagi patut jika kamu berbisik berdua-dua sedangkan kamu duduk bertiga nak. Kurang bagus dan elok jika melucu bercanda serta tertawa disaat kalian pergi takziah nak. Tidak boleh tertawa melihat orang jatuh, tidak boleh menutup hidung ditengah orang ramai atau menguap membuka mulut lebar-lebar. Termasuk juga sumbang kurenah jika berkegiatan, mengambil suatu benda, menyetop mobil, melambaikan tangan menggunakan tangan kiri, kecuali menjangkau gelas ketika makan.

Itulah kiranya sumbang 12 yang harus perhatikan pada diri perempuan nak.

**BERSAMBUNG**

[Balerong #3] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : SIFAT PEREMPUAN

Adapun perempuan ini nak, terbagi ke dalam lima sifat. Empat sifat yang buruk dan satu sifat baik yang bisa digunakan, diantaranya:
1. Perempuan barau-barau. Adalah perempuan yang hilir mudik suka berbicara. Jika sudah duduk ada saja yang menjadi pembahasan, berbicara kelewatan seolah-olah tanpa batas. Tanpa disadari ada orang yang sakit karena perkataannya namun tidak ia pedulikan.
2. Perempuan layang-layang. Adalah perempan yang suka keluar rumah dan hobinya berhura-hura, layaknya burung layang-layang belum tersingkap matahari ia sudah terbang ingkin kemari. Pulang sekolah tidak langsung ke rumah, melainkan singgah dahulu di pasar. Asalkan ada keramaian baik itu pasar malam, konser, ataupun layar tancap, ia datang lebih dahulu.
3. Perempuan lawah-lawah. Layaknya jaring lawah-lawah di rumah, jaring dikembangkan siap menangkap mangsa. Ada yang tersangkut semua dihisap, sudah habis bangkai ditinggalkan. Jika digambarkan ke perempuan maka perempuan matre bahasa kerennya. Mulutnya manis ada maksud, jika ia punya pacar atau tunangan sudah habis dikorek ia mencari cowok baru.
4. Perempuan anai-anai. Sifat buruk dari anai-anai adalah mudah termakan rayuan sibuk dengan besar hati saja. Anai-anai suka cahaya, ada cahaya lampu dia mendekat, disangka cahaya itu tembus dihinggapi rupanya panas, sayap terbakar badan jatuh kelantai. Melihat temannya jatuh, yang lain datang mengikuti disangka tidak apa-apa malah ikut terbakar jua. Acap kali kejadian nak, lupa diri lupa daratan. Senangnya saja yang terbayang sudah rusak baru menyesal, sesalpun tidak berguna lagi.
5. Perempuan ramo-ramo. Dalam bahasa indonesia dikenal dengan nama kupu-kupu. Bentuknya elok dipandang, sayapnya berbunga, jinak serasa ingin digenggam, liarnya membuat ingin memilki. Hinggapnya sendiri-sendiri, berketika ia keluar, bersama baru ia kelihatan. Mainnya bukan sembarang main. Mainya ke helai bunga, bertamu ke benang sari, karena halus bawaan badan tangkai pun tidak bergoyang. Jika diibaratkan ke perempuan maka ia adalah perempuan yang tertib di rumah. Pandai berhias dan berdandan, hendak keluar mesti tau tujuan dan atas izin orang tua. Jelas tujuan dan maksud keluar bukan bermain tidak karuan. Bergaul sama besar, dekati yang lebih tua, gali ilmu dari yang banyak pengalaman.

Ayah lanjutkan nak. Perempuan juga ibarat bambu nak. Kalau tidak ada buku tiap ruas dan sembilu yang melampisi maka tidak berguna sebatang bambu nak. Begitu juga perempuan nak, yang menjadi ruas dijiwanya adalah budi, dan yang menjadi sembilu adalah malu. Perempuan tak berbudi ibarat bambu tak beruas, belum disinggung ia sudah retak ataupun pecah. Perempuan tak punya malu ibarat bilah tampa sembilu, bangun lemah tenaga rapuh. Hilang semangat kepribadian.

Oleh karena itu nak, supaya hidup teguh beruas maka jauhi pantang larangannya sumbang 12 orang namakan, itulah timbangan akhlak standar moral ukuran nilai sepanjang adat sopan santun di Minang Kabau.

Tahukah kamu apa yang di maksud dengan sumbang itu nak?

**BERSAMBUNG**

[Balerong #2] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : PERHIASAN PEREMPUAN

Untuk membaca bagian sebelumnya (klik disini)

Budi baik, bahasa elok, dan sopan santun itulah perhiasannya nak. Dalam islam dikenal dengan Akhlakul Karimah, atau Etika istilah baratnya. Di tanah Minang tidak ada yang lebih baik dari budi. Karena orang tidak takut dengan kekuatan, tidak harap akan kekayaan, tidak segan karena kepintaran, tidak tergoda oleh kecantikan.

Namun demikian nak, tidak selamanya yang lahir menunjukkan yang batin. Adakalanya berbeda yang tampak dan yang tersembunyi. Menurut orang cerdik pandai ada 7 tanda-tanda orang berbudi bermartabat, diantaranya:
1. Jika berbicara mengandung hikmah. Berpikir apa yang ingin dikatakan namun pntang mengatakan apa yang terpikir
2. Jika menolong tidak ria. Memberi karena Allah bukan mengharap pujian dan sanjungan
3. Jika berkata tidak sombong. Karena adakalanya seseorang itu di atas dan tidak jarang pula ia di bawah.
4. Jika dibantah tidak pendendam. Di dalam rapat berbeda pendapat itu biasa, tetap berwajah manis hubungan jangan sampai terenggangkan.
5. Jika susah tidak cemas. Tetap beriman walaupin cobaan banyak menghampiri.
6. Jika ditegur tidak penyinggung. Selalu menerima masukan, saran, dan kritikan dengan suka hati.
7. Jika berteman tidak pencemburu. Selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki.

“Pulau pandan jauah di tangah
Di balak pulau angso duo
Hancua badan di kanduang tanah
Budi baiak takana juo”

Selain itu, simak juga anjuran dari orang cerdik pandai nak, diantaranya:
1. _Nak luruih rangtangkan tali_, maknanya letakkan sesuatu pada tempatnya. Ikhlas jika memberi, jujur kalau menolong, dan adil kalau menghukum.
2. _Nak tinggi randahkan hati_, tahu atau sadar diri maknanya nak.
3. _Nak mulia tapati janji_, berbicara jangan berdusta, berjanji jangan diingkari, dan diberi amanah jangan berkhianat.
4. _Nak taguah paham dikunci_, beri yang patut di beri untuk diri jangan dilupakan.
5. _Nak labo jan takuik ugi_, hormati orang terlebih dahulu baru kita yang akan dihargai. Begitupun dalam berdoa, al fatihah, hamdalah, sholawat baru kita meminta. Puji dahulu baru pinta dimulai. Hidup adalah keseimbangan begitu konon kata orang.
6. _Nak kayo usah barutang_, ukuran kaya bukanlah jumlah harta tapi kekayaan hakiki tersimpan di dalam bathin. Dapat pula disimpulkan bahwa orang yang kaya adalah orang yang merasa cukup, orang yang tidak memiliki hutang, sifat qanaah dipakaikan. Seorang bos membeli mobil kredit adalah orang miskin, anak buah membeli sepeda motor lunas itulah orang kaya sebenarnya.
7. _Nak halauih asahlah baso_, jika berbicara manis, halus, enak didengar. Senyum terpancar walau hati remuk. Jauh dari kata kias maupun kata sindiran.
8. _Nak elok baiakkan sangko_, jangan cepat berprasangka apalagi buruk sangka.

Itulah nak perhiasan yang kiranya wajib terpasang bagi wanita menurut adat minang. Amalkanlah dalam kehidupan sehari-hari.