[Balerong #9] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : BERKELUARGA JUGA BERMASYARAKAT

Klik disini untuk membaca tulisan sebelumnya.

Sekarang nak, ayah alihkan kisah kepada yang lain tapi masih berhubungan dengan rumah tangga. Mengenai hubungan ipar dan bisan.

Pepatah pernah berkata

“Jika iba dengan sawah perbaikilah irigasi, jika harap dengan telur serakilah jagung”.

Maknanya, harmonisnya suatu rumah tangga, awet serasi suami istri hendaklah dengan mertua bertali batin, dengan ipar bersilaturahmi, dengan keluarga mertua lainnya berbasa-basi. Pandai memelihara hubungan diplomatik dengan keluarga besar dari pihak suami. Begitu kira-kira kalimat besarnya.

Secara materi hukum, hanyalah orang yang berdua yang memliki ikatan batin dalam lembaga perkawinan. Tapi ingatlah, bahwa satu unit rumah tangga adalah bagian dari masyarakat. Masyarakat yang mengandung tatanan norma untuk dipatuhi dan ditaati. Singkatnya yang menikah adalah pengantin laki-laki dan perempuan namun yang kawin adalah kedua kaum masing-masing.

Oleh sebab karena itu nak, sebagai seorang istri, sebagai menantu orang kamu memikul beban moral dalam membina dan memupuk cara berukun ipar dan bisan. Pandai-pandai bertanam budi, baik-baik menjalin bahasa, tahu memperkirakan. Jangan pelit terhadap ipar ataupun mertua.

Jika suami membela orang tuanya, mengurus keponakannya, ataupun urusannya dikaumnya, jangan cemberut dan mengumpat. Panas tadah dari pada cangkir nanti nak. Jangan!

Ingatlah jasa mereka dulu nak. Coba pikir coba renungkan. Sejak kecil padi dirawat dibesarkan, di halau segala hama yang mendekati. Namun ketika padi telah kuning orang lain yang menyabitnya. Ingat jasa baik mereka nak, jangan lupa jasa tanah karena manis air tebu.

Penghabisan ayah ingatkan nak. Dimanapun kamu tinggal nanti nak. Di kampung, di rantau, di desa, atau di kota kita mesti bermasyarakat. Tidak boleh memisahkan diri nak. Perbaiki hubungan dengan orang banyak, pelihara silaturahmi, serta pedulilah dengan lingkungan.

Cara bertetangga. Hendaklah pandai bertenggang rasa, tahu mempertimbangkan hati orang. Dalam menjalin pergaulan hati-hati dalam menjaga jarak, jangan terlampau erat sehingga semua yang terjadi di rumahmu diketahui oleh tetanggamu. Jangan nak! Sesekali nanti ada kesalahan maka dirimu yang akan menyesal nak.

Selain dari pada itu, jika ada perselisihan berbeda cara pandang itu biasa dalam hubungan rumah tangga. Selesaikan secara baik. Jangan emosi apalagi egois hendak menang sendiri. Selangkah mengambil keputusan selalu ajak suami untuk bermusyawarah. Kadang-kadang sengketa itu jadi rahmat. Disitulah seninya berumah tangga nak. Jika memang terlalu berat permasalahan limpahkan kepada yang lebih tua, jangan didiam-diamkan apalagi menyebut-nyebut cerai.

Ayah kutuk ayah sumpahi jika ke dukun kamu mengadu, ke dewa meminta tolong, ramuan perkasih yang dicari. Itu bodoh! Namun jika ke Allah SWT kamu mengadu. Serahkan diri, pulangkan urusan kepada yang satu, tawakaltu ‘alallah. Kemudian berdoalah.

Nak, itulah kiranya yang dapat ayah pesankan. Semoga bisa menjadi bekal dalam menjalankan kehidupanmu kedepannya. Ayah mohon maaf jika ada kata ayah yang tidak pada tempatnya. Kepada Allah ayah memohon ampun, karena kebenaran hanya milik-Nya.

“Ya Tuhan kami berilah ketenangan kepada kami, dari suami dan keturunan kami, dan jadikanlah kami sebagai pemimpin dari orang-orang yang muttaqin”

“Cukuplah aku bersandar kepada Allah, tiada Tuhan yang kusembah selain Dia, kepada-Nya lah aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan arasy yang agung”

**SELESAI**

[Balerong #8] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : STRATEGI BERUMAH TANGGA

Klik disini untuk membaca tulisan sebelumnya.

Melanjutkan pertanyaan pada tulisan sebelumnya “lantas apa yang harus dilakukan?”. Kalau ingin menyelamatkan mobil, seorang kondektur mesti berbuat sesuatu. Jangan sama-sama berteriak dengan penumpang, menyumpah-nyumpah supir, atau melompat di pintu belakang. Jangan!

Maksud ayah, supir itu adalah suami sedangkan istri adalah kondektur. Orang sedinas namun berbeda tugas. Bagaimana caranya? Simak baik-baik nak, ayah jelas ayah terangkan.

Menurut sebagian para ahli tidaklah benar motivasi puber kedua karena limpahan libido laki-laki atau over produksi zat hormon, sehingga mendesak gairah seks. Itu salah nak. Para ahli juga melanjutkan, kaidah kejantanan yang secara naluriah bersifat penakluk pada umur 40 sedang berada dititik puncak. Naluri itulah yang menjelajah ingin menundukkan kehidupan termasuk bidang yang satu itu.

Coba kita ingat sejarah nak, ketika Nabi Muhammad SAW berumur 40 tahun datang dua malaikat membelah dada beliau mebersihkan kotoran hati kemudian menukarnya dengan yang bersih. Barulah Nabi Muhammad diberi tugas kerasulan. Begitulah pengalaman Rasulullah.

Adapun faktor lain, menurut ahli yang berbeda. Penyebabnya sederhana saja, hanya masalah kejenuhan, lain dari pada itu tidak ada. Oleh sebab sudah belasan tahun bergaul, pagi, petang, siang, dan malam yang terlihat hanya itu-itu saja maka datanglah rasa bosan. Ibarat makan nasi jika setiap hari hanya makan lalapan dan sambalado tentu sesekali hendak rendang ayam, semur jengkol, sayur asam, dan lain-lain. Sekali lagi ayah katakan nak, itulah ia nafsu.

Sehubungan dengan hal tersebut, ada dua pesan yang ingin ayah sampaikan untuk mengahadapi laki-laki yang berbuat seperti itu, diantaranya:
1. Untuk menghindari pertengkaran, jangan dipatah atau dikerasi. Biarkan saja agak sejenak nanti dia akan kendor dan lemah dengan sendirinya. Biasanya tidak terlalu lama itu nak. Menanggapi hal itu nak, pakailah ilmu bermain layang-layang. Ketika angin di atas sedang kuat ulurlah benang perlahan-lahan. Nanti ketika denyutnya angin sudah berkurang di atas putar benangnya kembali. Tenang-tenang saja, anggap saja ia sedang sakit. Mudah-mudahan aman. Sama halnya dengan laki-laki menghadapi perempuan ngidam, tengah malam diminta membeli es krim harus berangkat.
2. Karena telah datang bosan ia mencari keluar rumah. Sesuatu yang baru, suasana yang segar, santai dan semarak. Nah, sediakan apa yang dicarinya itu nak. Ciptakan kesegaran di rumah tangga. Ayah yakin, walaupun tidak menghambat total namun sekedar mengantisipasi besar manfaat dan kegunaannya. Kalau tidak seperti itu di tambah istri masa bodoh, maka siap-siaplah mendengarkan kabar bahwa ia telah terpaut dengan yang lain. Kamu juga yang ujungnya akan makan hati nak.

Terkadang orang perempuan ini nak, karena sudah asyik dengan anak, perhatian kepada suami mulai berkurang. Baju suami lupa digosok, kopi suami buat sendiri, bahkan kamar berantakan. Bagaimana kapal hendak berlabuh nak sementara teluk seperti melengahkan.

Nah jika solusinya menurutmu dengan menyewa seorang pembantu, maka ada hal yang ingin ayah sampaikan ketika telah memiliki pembantu, yaitu bukan semua urusan diserahkan kepada pembantu kamu tinggal memerintah. Jangan! Yang menyediakan jeperluan suami tetap kamu nak. Menghidangkan nasinya, bajunya, sabun mandinya, perlengkapan kantornya, pendeknya urusan pribadi suamimu jangan dilepaskan kepada orang lain. Sebab rasa dan aroma tangan istri itu akan mempertemukan dua unsur berlain kutub mewujudkan zat baru yang bernama kasih sayang.

Tetapi jika hal pribadinya telah diurus pembantu maka percayalah urusan lain akan dibantunya juga nak. Percayalah!

Jangankan suami nak, anak-anak pun juga demikian. Mulai dari menceboki hingga menyuapi, terus membedung meniduri, sampai mengajak bermain semuanya jasa si bibi. Maka ketika sudah besar anakmu lebih sayanglah iya kepada babu dari pada ibu yang melahirkannya. Kenapa demikian? Kembali kepada yang tadi, dawai kasihnya menyambung kepada batin orang yang menanam rasa sayang kepada dirinya. Itulah juga sebabnya nak, zaman dahulu ibu-ibu menyuapkan anak bukan dengan sendok melainlan dikunyahnya dahulu nasi itu hingga lembut baru dimasukkan ke mulut anaknya. Dengan begitu rasa keibuan dari sang ibu akan langsung menjadi darah membentuk jiwa silaturahim antara si anak dan si ibunya.

Walaupun kamu wanita karir yang ikut terjun mencari nafkah, tidak ada alasan sibuk. Tugas pokok di rumah tangga wajib mutlak ditangani. Selain itu kamu aktif di PKK, ketua pengurus di ‘aisyiyah, bagus itu. Intinya yang terpenting pandai berbagi waktu, perhatian jangan sumbing kesuami anak-anak dididik diarahkan. Itu saja.

Hendanya nak, kalau boleh pinta ayah berlaku. Suasana berumah tangga ini jangan seperti tebu yang makin ke ujung semakin hambar nak. Tapi bagaikan meminum kopi manis, semakin disedu semakin nikmat, semakin tua semakin mesra, berbimbing-bimbing ke surga. Itulah rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

**BERSAMBUNG**

[Balerong #7] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : RAHASIA LAKI-LAKI

Klik link disini untuk baca tulisan sebelumnya

Sebagai seorang pemimpin suami wajib dimuliakan, wibawanya dipelihara, kebijaksanaannya ditaati. Barulah terlihat kepemimpinan seorang suami. Sebagai manusia dia pasti tidak sempurna, ada kekurangan di samping adanya kelebihan. Untuk itu, istri yang arif dan bijaksana pandai bersyukur dengan apa yang ada serta siap menerima kekurangan sang suami. Harus ikhlas, sabar, dan rela juga berusaha menutup kekurangan tersebut. Sudah termasuk sifat tidak terpuji nak jika membuka-buka kekurangan suami nak, baik yang lahir berupa materil apalagi yang batin secara moril.

Sebaliknya nak, jangan pula membangga-banggakan suami, memuji berterus-terusan, menceritakan suami itu orangnya gagah, setia, serta hebat. Jangan nak! Jangan. Akan jadi bahan pergunjingan orang nantinya.

Nak, adapun dalam menjalani kehidupan tidak ubahnya ibarat berlayar di lautan. Adakalanya air tenang, matahari bersinar, hujan teduh, kabutpun terang, tertawa bahagia jurumudi membawa kapal ke arah jarum kompas. Namun terkadang nak, ada juga masanya badai datang, laut menggila, gelap sekeliling, airpun masuk ke dalam kapal, dan mati-matian berjuang nahkodanya. Itulah romantika nak, itulah perjuangan, malah disitu pula letaknya seni dalam hidup. Sehingga dunia ini terasa indah.

Jika menang Alhandulillah. Namun jika kalah diulang kembali perang, tidak hari ini mungkin esok. Sebab, kegagalan adalah kemenangan yang tertunda.

Sudah nak? Ayah lanjutkan. Kalaulah takdir pasang surut. Datang malang cobaan menghampiri, tergoncang jalan kapal. Sampailah kepada istri yang tidak setia ia melompat ke sikoci (perahu kecil yang ada di kapal). Tinggal kapal dan muatan, istri mendayung seorang diri, selamat dari karamnya kapal besi. Namun jika bertemu dengan istri orang budiman. Tidak pemanik hilang akal, tidak mudah berputus asa, malah jika keadaan yang memaksa, cepat-cepat ambil kemudi berusaha bersama-sama jangan sampai karam kapal dengan penumpangnya.

Menurut pengalaman nak, mungkin datang masanya nanti nasib suami sedang kabur. Semakin diasah semakin tumpul. Semakin dibersihkan semakin rimbun. Jika ia seorang pedagang, dagangannya habis hutangnya bertumpuk. Jika ia pegawai profesi, mungkin ia memiliki masalah dengan atasan atau malah di PHK. Jika ia seorang petani, sawah habis di rendam banjir, panen gagal, harga jatuh, tikus banyak yang akan menggerogoti. Pendeknya, bermacamlah musim yang akan menimpa.

Masa disaat seperti itu nak, jadilah engkau istri penawar. Bujuk hatinya dalam risau, hibur ia, berikan kata harapan, bangkitkan semangat juangnya, kipas hatinya agar dingin. Jika kandas semangatnya agak berlarut mati akal, cepat-cepat turun tangan nak, berusaha apa yang mungkin asal halal dan jalan lurus. Jangan malu menerima upah, jangan gengsi di kaki lima, yang penting dapur berasap setia jangan sumbing kepada suami.

Umumnya orang berpendapat,sepanjang kehidupan laki-laki akan mengalami gejolak jiwa dua kali seumur hidup. Sebanyak itu pula terguncang teluk insannya dihempas gelombang nafsu. Itulah zaman pancaroba, puber istilah populernya. Ibarat daya tenaga listrik saat-saat tegangan tinggi adalah ketika _spanning_ naik. Kalaulah tampa adaptor, sekring bisa putus trafo terbakar, neon padam, televisi hangus, dan kulkas tidak dingin lagi.

Kapan masa itu nak? Pertama, sesudah baligh sekitar umur 16 tahun. Kedua, menjelang umur 40 tahun. Itulah masa-masa rawan atau tahun berbahaya bagi seorang laki-laki.

Pada puber yang pertama terjadi perubahan fisik. Suara yang semakin besar, kumis mulai kelihatan, dan badannya mulai berbentuk. Begitupula gejala jiwa, mulai memperhatikan penampilan dan suka berbicara dengan lawan jenis. Lain-lain sifatnya, ada yang pendiam namun matanya memperhatikan, kadang tersenyum. Ada juga yang lasak, anak gadis lewat diteriaki. Ada pula yang gila mencari perhatian, bertingkah yang ganjil-ganjil, kadang meresahkan perangainya. Pendeknya, bermacam-macamlah sifat laki-laki jika dalam masa puber pertama tersebut.

Jika dibandingkan dengan masa puber kedua, puber pertama masih lumayan. Berbahaya memang, tapi kurang daya ledaknya. Ya, paling-paling membaca novel buku romantis, menonton video _blue_ film, atau penghayal pengangan-angan melihat foto pacar dan bersudah di kamar mandi. Heh selesai (ayah tertawa sinis).

Tetapi, puber di umur 40 rusak dan merusak nak. Coba bayangkan seorang laki-laki yang sedang matang, punya 15 tahun jam terbang dengan segudang pengalaman soal wanita. Keluar kandang mencari mangsa nak. Ia gelisah tinggal di rumah, dengan uang royal namun di rumah pelit, anak istri soal belakang berburu perempuan nomor satu. Biasanya diumur segitu orang telah mencapai puncak dikarirnya nak. Kalaupun tidak menjadi bos, paling tidak ia telah mapan diprofesinya dan matang di bidang keuangan. Apalagi didukung dengan kondisi mental yang mantap terkendali.

Tapi ingat, disini pulalah datangnya _testing_ jiwa. _Testing_ jiwa yang hanya sedikit orang yang lulus. Bagi yang kurang persiapan, membawa runtuh harga diri malapetaka rumah tangga. Apa sebenarnya yang terjadi?

Pada saat itu yang terjadi adalah pemberontakan bathin yang meledak-ledak nak. Selalu menuntut penyaluran biologis. Aneh memang, dia keluar mencari penyaluran sementara di rumahnya tergolek pipa penyaluran yang siap menanti air terjun. Itulah yang namanya nafsu, nafsu yang lebih ganas daripada perang badar. Begitulah Rasulullah mengatakan.

Macam-macam perangainya nak. Ada yang keluar pergi ke tempat gelap, diskotik jadi sasaran. Ada pula yang mengincar dan mengumpulkan mangsa anak sekolah. Parahnya ada yang sampai mengganggu rumah tangga orang. Mungkin ia pandai menyembunyikan, namun perasaan dan insting perempuan tidak mudah untuk dikelabuhi, ujung-ujungnya ketahuan. Jika terlalu jauh terpaksalah suami pasang dua. Satu sungai berujung ke dua muara, bagaikan kisah drama nak, sedih akhirnya.

Nak, guna ayah buka ayah perlihatkan rahasia laki-laki agar engkau berhati-hati nak. Besok tidak terlalu terkejut. Sebab siapapun suami kita, biar intelek terpelajar, preman tuak, da’i pendakwah, seniman, ataupun tukang berduit atau mati pajak jarang yang tidak dilandanya.

Ibarat mobil nak, ada yang terjun masuk jurang, ada yang terbalik, setidaknya menyerempet tebing, gardan pecah bodi lecet karena tiang listrik yang disenggolnya. Ayah pun merasakanya juga sebagai sebagai seorang laki-laki. Tapi syukurlah, berkat rem yang masih cakram, kopleng yang tidak lepas dari tangan, stir aman mesin mendukung rambu-rambu pun masih teringat. Kalau sekedar tergoncang-goncang nak, goncang ke kanan oleng ke kiri, terlambar menukar gigi, itu ayah rasakan pula. Hehe 😀

Lantas apa yang harus dilakukan nak?

**BERSAMBUNG**

[Balerong #6] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : UMUR PERKAWINAN

 

 

Klik disini untuk membaca tulisan sebelumnya.

Bukan begitu nak, bukan. Bukan demikian cara patuh kepada suami. Suruhnya harus ditaati selagi berada pada jalan yang benar tidak menyimpang dari hukum. Tapi jika kemungkaran yang disuruhnya, larangan Allah dikerjakan jangan diikuti apalagi dipatuhi. Bantahlah dengan dalil, alasan, serta bandingan yang masuk akal.

Perlu ayah ingatkan, bahwa hakikat suatu perkawinan adalah persekutuan dua jiwa yang berpadu menjadi satu, satu yang tidak terpisahkan. Perkawinan tanpa kasih sayang adalah perkawinan yang gagal. Selain itu nak, ingatlah bahwa perkawinan adalah sesuatu yang sakral, suci, _sunnah rasul_, perintah langsung dati Allah SWT, hukumnya wajib bagi yang mampu. Nikah kawin itu ibadah, betulnya amal karena niat, maka betulkanlah niat dari pangkal, _nawaitu lillahi ta’ala_ bukan selain daripada itu.

Menurut para psikolog, adapun perkawinan ideal terbagi ke dalam tiga masa:
1. Kawin perak, yaitu 25 tahun lama berbaur dihitung dari ijab kabul.
2. Kawin emas, yaitu 25 tahun sesudah kawin perak atau 50 tahun umur perkawinan.
3. Menjelang senja, yaitu masa menanti malam tiba menunggu maut datang menjemput.

Selama di dalam masa kawin perak, suami istri bagaikan merpati dua sejoli, keduanya adalah kekasih oleh pasangannya atau istilahnya saling asih. Masuk menjelang kawin emas, semua mulai menua umur sudah masuk lima puluh, semangatpun mulai kendor, maka dulu kekasih kini sudah bergeser menjadi kawan atau istilahnya saling asah Lepas dari kawin emas, umur sudah memasuki 75 tahun, semua sudah tua maka dimasa ini suami dan istri berganti-ganti mengasuh, si istri sebagai ibu oleh suami dan suami sebagai bapak oleh si istri, saling sandat menyandar saling asuh.

Oleh karena itu nak, jika engkau esok menjadi istri, harus ikhlas menjadi kekasih yang dicinta dan mencintai, harus siap menjadi kawan tempat beriya dan berbukan, serta sanggup pula menjadi menjadi ibu merawat serta mengasuh sejak dari lahir hingga batin. Itulah ibadah nak, disitu letaknya nilai amal shaleh.

Kasih sayang cinta kasih adalah pasak dan tonggak dalam rumah tangga. Oleh sebab itu nak, hati-hati bertanam kasih nak, elok-elok maletakkan kasih sayang biar kokoh berdirinya rumah tangga. Walaupun banyak gangguan dari luar, badai menerpa, gunjingan dan hasutan, haram akan goyang rumah tangga jika tonggaknya kuat nak.

Maka ciptakanlah kasih sayang itu, hubungan kalian menjadi mapan, kebersamaan yang solid akan mewarnai perkawinan sehingga dunia ini semakin lapang. Itulah berkah nak, itulah surgawi, dan Rasulullah pernah berucap “Rumahku adalah surgaku”, karena memang beliau telah menemukan itu.

Berbagai usaha perempuan menjinakkan laki-laki agar suami betah dirumah. Ada yang datang ke dukun, juga ada yang menggunakan jimat, susuk, dan sebagainya supaya suami tidak berpaling hati kepada yang lain. Salah nak! Salah. Jika ingin rukun pergaulan, syaratnya mudah tanpa modal nak. Hanya tinggal senangkan hatinya saja maka bereslah itu semua nak.

Lantas bagaimana cara menyenangkan hati suami?
1. Manjakan seleranya
2. Sayangi kesukaannya
3. Dengarkan perkataannya

Memanjakan selera suami bukan dengan banyak ragam sambal ataupun dengan yang mewah mahal beli. Bukan itu nak, tapi tahu kapan dia lapar paham apa yang dia inginkan, sehingga jika minum sampailah pada kesejukan jika makan sampailah pada seleranya. Karena macam-macam selara lidah nak. istri yang bijaksana ingin pergi berbelanja bertanya dulu kepada suami, apa yang inginkan atau sedang selera makan apa hari ini, ada kalanya lupa membeli pesanannya teringat lalu terburu-buru kembali ke pasar, begitu bukti cinta kepada suami. Begitu juga dengan menyayangi kesukaannya dan mendengarkan apa yang ia katakan.

**BERSAMBUNG**

[Balerong #5] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : MAKNA PEREMPUAN

>Klik link disini untuk membaca tulisan sebelumnya.

Nak, diumurmu yang sekarang hati-hati menjaga diri nak. Godaan sepanjang jalan, rayuan ada disetiap langkah. Jangan mudah percaya dengan laki-laki nak. Karena banyak di antara mereka hanya bermain-main walaupun ada juga di antara mereka yang mengatakan ikhlas dari hatinya.

Sifat dari seorang laki-laki adalah mencari. Berbeda dengan perempuan, sifat perempuan menanti. Melalui tangisan ia menolak, sedangkan diam tanda setuju begitu martabat seorang perempuan nak.

Sebenarnya nak, di zaman keterbukaan sekarang ini, era globalisasi katanya ada yang mengganjal dan mengganjil dipikiran kami orang tua. Hal itu adalah melihat sudah terbiasanya perempuan dan laki-laki pergi berpasangan. Naik di atas motor berpeluk-pelukan, dikeramaian haram dia untuk segan dan malu, apalagi di tempat sepi itu adalah keinginannya. Masa bodoh dengan gunjingan orang, tidak perduli jadi tontonan yang perlu hanya enjoy. Kami orang tua dituduhlah sebagai orang kolot, orang kuno ketinggalan, berburuk sangka buruk pikiran. _Na’udzubillah_ taubatlah ayah mendengarkannya nak, itulah pantangan nenek moyang.

Ingat nak! Orang laki-laki dan perempuan ibarat timun dan durian. Biar ditimpa atau menimpa tetap timun yang akan hancur duluan, percayalah.

Pada dasarnya nak, mengenai bergaul dengan laki-laki ayah tidak melarang. Boleh, silahkan bergaul, tapi perkirakanlah ukurannya jangan sampai melewati batas, biasa-biasa saja. Jika berteman di sekolah cukup sebatas pelajaran, bergaul di masyarakat sehingga bertegur sapa, begitupun dalam organisasi mesti bercampur dengan yang banyak. Memang begitulah seharusnya nak, tapi jangan hanyut terbawa arus tinggal yang wajib gara-gara yang sunnah. Jangan sampai nak!

Dengan teman cowok, nggak perlu terlalu dekat sekali nak. Apalagi sampai berpacar-pacaran. Satu lagi yang kami takutkan nak, oleh ulah terlampau dekat, diberikan semuanya, berharap akan jadi rupanya malah pergi mencari yang lain. Tidak tahu siapa yang akan disalahkan lagi itu nak, penyesalan yang akan menemanimu, merataplah di dalam kamar, orang tertawa melihatmu.

Ayah lanjutkan nak. Karena masa terus berjalan nak, yang kecil beransur besar umurmu bertambah gadis juga. Pasti akan datang ketikanya jodoh tiba dan engkau akan menjadi istri orang. Beratlah beban yang akan ditanggung banyak lika-likunya jalan menuju rumah tangga. Jika terlengah lupa dengan diri, tidak ingat tempat berdiri, maka ibarat melengah alam ini nak, hidup bagaikan rasa di neraka. Pepatah arab mengatakan yang artinya: “Barang siapa yang tahu akan dirinya maka tahu juga dengan Tuhannya”.

Maka sebagai hamba Allah. Wajib mencari tahu tahu tentang diri, siapa diri ini sebenarnya? Darimana hendak kemana sedang dimana kita sekarang? Jika sudah paham dengan diri sendiri, maka paham pulalah dengan zat Allah, awal mula semua kejadian.

Panjang jika dijelaskan nak, lelah kamu mendengarkan nantinya. Ayah fokuskan saja tentang perempuan nak. Adapun makna kata perempuan asal katanya adalah empu, yang artinya ibu, pangkal, ataupun bibit. Maka perempuan adalah ibu yang akan mengandung melahirkan serta melanjutkan bangsa manusia. Perempuan juga sering dikenal dengan sebutan ibu-ibu.

Sadarilah nak, engkau adalah bangsa ibu. Engkau adalah calon istri kandidat itu, penyambung pusaka keturunan. Sebelumnya sudah ayah katakan, kaum perempuan berasal dari tulang. Patahan rusuk laki-laki, bagian kiri paling bawah. Tahukah kamu maknanya nak? Perempuan adalah tempat sayang, buah hati curahan kasih dari orang laki-laki. Maka sudah menjadi _sunnatullah_ bahwa perempuan dan laki-laki saling cari mencari dan membutuhkan dan jika Allah mengizinkan maka bertemu di akad nikah, kata sepatah yang menghubungkan.

Kenapa harus tulang rusuk bukan tulang yang lain? Jika diambil dari tulang dada nak, maka timbullah rasa congkak bagi seorang perempuan nak, berjalan ingin dahulu, berkata ingin memotong, atau corong lompatan istilahnya. Jika diambil dari tulang punggung, maka perempuan akan menjadi beban dan sibuk mengekor dari belakang. Jika diambil dari tulang bagian atas, maka ia akan selalu ingin mengepalai, mengatur memerintah jadi komandan rumah tangga. Oleh karena itu, Allah mengambil dari tulang rusuk supaya perempuan berdiri di samping, di rusuk di sanding badan di bawah lenggang laki-laki. Pada hakikatnya, istri adalah _partner_, pendamping, teman setia, teman tempat berunding bermufakat bagi laki-laki.

Dijelaskan dalam Qs. Annisa ayat 34, perempuan adalah orang yang dipimpin oleh laki-laki. Sebagai orang yang dipimpin hendaklah patuh kepada pemimpin, loyal kepada suami, taati suruh dan permintaannya, jauhi pantangannya, jangan jadi pelawan ataupun penjawabdi dalam hati, apalagi durhaka juga menghianat itu adalah dosa yang besar nak.

Tapi jika bertanya kepada ayah, bagaimana cara tunduk kepada suami? Apakah seperti tunduk kepada raja? Ataukah seperti taat kepada Nabi?

**BERSAMBUNG**

[Balerong #4] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : SUMBANG 12

>untuk membaca postingan sebelumnya klik link disini.

Adapun yang dimaksud dengan kata sumbang, adalah suatu tindakan atau perbuatan yang buruk, tercela tapi belum sampai kepada salah. Sinonim nya adalah janggal, kurang etis, bandel, norak, dll.

Diantaranya nak:
1. Sumbang duduk. Bagi perempuan cara duduk yang sopan adalah bersimpuh bukan berselo seperti laki-laki. Jangan sampai pula duduk dengan posisi salah satu kaki didirikan seperti orang tua duduk di kedai. Jika duduk di kursi, rapatkan paha erat-erat sedikit menyamping posisinya. Begitupun duduk di atas sepeda motor, jangan mengangkang.
2. Sumbang berdiri. Jangan berdiri di depan pintu atau di tangga tempat turun naik. Jangan berdiri di tepi jalan jika tidak ada yang ditunggu. Apalagi berdiri dengan laki-laki yang bukan muhrim, konon lagi berunding-runding tanpa satu hal kepentingan apapun.
3. Sumbang jalan. Seorang perempuan jika hendak berjalan harus ada temannya, paling kurang anak kecil. Jangan berjalan terburu-buru, melainkan jalanlah dengan lemah lembut, gemulai, namun tegas. Jika berjalan bersama teman sama besar, jangan berbanjar menghambat jalan di labuh, kira-kira orang juga ingin lewat. Jika berjalan dengan orang tua atau orang laki-laki yang perempuan meiring di belakang. Begitulah adat yang harus di pakai nak.
4. Sumbang kata. Berbicaralah dengan lemah lembut. Dudukkan satu persatu perkara agar paham orang akan maksudnya. Sumbang bagi perempuan bicara cepat tanpa henti. Jika orang tua berbicara pentang memotong pembicaraannya, tunggu hingga selesai dan jawab mana yang patut dijawab. Di dekat orang yang sedang makan jangan berkata jorok. Disaat menjenguk orang sakit jangan bercerita tentang orang mati. Kurang baik kurang terpuji menagih hutang di depan orang ramai. Begitulah ajaran sopan santun nak.
5. Sumbang penglihatan. Kurang tertib bagi seorang perempuan jika bertamu matanya menyelidiki seluruh ruangan. Selain itu, jika kita menjadi tuan rumah jangan suka melihat ke jam tangan tersinggung orang yang sedang duduk bertamu, itu mengusir secara halus. Jika berbicara dengan laki-laki biarpun sanak keluarga, jangan berhadap-hadapan, melihat bola matanya, tidak boleh! Tapi buanglah pandangan ke yang lain, menunduklah melihat ke bawah.
6. Sumbang makan. Sumbang makan sambil berdiri, mengunyah sepanjang jalan. Mengunyah tutupkan mulut jangan terdengar suaranya oleh orang lain. Jika makan dengan tangan, angkat nasi dengan ujung jari, suap jangan terlalu besar. Menambahkan nasi ke dalam piring juga diperkirakan, jangan sampai piring menggunung, tidak masalah sering asalkan sedikit nak. Biasakan mencuci tangan dan menuangkan air ke dalam piring. Dengan tangan kiri menjangkau gelas, minum seteguk-teguk kecil, tahan sendawa jangan sampai lepas. Jika makan menggunakan sendok, jangan beradu sendok dan garpu berdering bunyinya, jang lupa setelah selesai makan telungkupkan sondok dan garpu jangan dibiarkan terlentang karena maknanya makan belum kenyang ataupun makan kurang selera tersinggung orang yang menghidangkan. Tolong perhatikan itu nak, jangan rendah pandangan orang.
7. Sumbang pakaian. Jangan berbaju ketat nak, nampak rahasia tubuh. Jangan pula yang terlalu jarang nak, apalagi tipis tembus pandang dan tersimbah atas bawah. Mengenai model dan potongan. Sesuaikanlah dengan bentuk badan, selaraskan model dan corak kain agar sejuk dipandang. Oleh karena kamu keturunan ayah, warna kulit kita tidak berbeda jauh maka pilihlah warna yang seikit hambar. Cream, hijau pucuk, biru telur asin, ataupun abu-abu. Jangan dipakai baju yang berwarna merah nak, dendeng balado disangka orang, berdosa orang karena kita. Jika melayat ketempat orang kematian, pakai yang polos berwarna gelap. Jangan di pakai baju yang pontong juga pendek.
8. Sumbang bekerja. Pekerjaan orang yang perempuan hanya sebatas yang ringan-ringan, mudah, dan halus-halus. Menjahit, masak-memasak, juga menyusun perabotan rumah. Jika ke sawah hanya sebatas bertanam atau menyabit jangan sampai hingga membajak. Begitu juga jika ke ladang, hanya sebatas membersihkan rumput-rumput atau menebang pisang. Terlalu janggal bagi orang perempuan jika harus memanjat dan menebang kayu. Begitupun memilih profesi. Paling cocok menjadi guru. Selain itu bidan, salon, perawat, ataupun yang sejenisnya. Tapi jika profesi lain harus ekstra hati-hati nak apabila hendak menjadi sekertaris, _tour guide_, artis, ataupun pramugari. Boleh menyopir tapi jangan menjadi sopir.
9. Sumbang tanya. Jika ada orang bertamu sambutlah dengan ramah tamah dan dengan hormat dipersilahkan duduk. Hidangkan minum, selesai minum agak seteguk cukup rasanya beristirahat baru tanyakan apa maksud dan tujuan kedatangannya. Maka terlalu kasar budi seorang perempuan jika ada yang bertamu belum sempat ia duduk dan beristirahat sejenak langsung ditanyakan maksud dan tujuannya. Jangan! Tidak boleh! Buruk angkuh namanya nak. Jika tamu kita sedang makan, sumbang jika kita menanyakan berapa harga beras, pantang orang minang itu nak. Satu lagi, jika berjalan di dalam hutan jangan bertanya apa isinya, ular, harimau, dsb.
10. Sumbang jawab. Baik-baik menjawab pertanyaan orang jangan sampai orang tersinggung.
11. Sumbang bergaul. Jangan bergaul dengan laki-laki jika hanya kamu perempuan di dalamnya. Sumbang bergaul sama sama besar jika hanya berkumpul-kumpul tidur, bermalam di rumah orang, kecuali ada keperluan. Karena kamu anak gadis, sumbang bergaul dengan anak kecil. Ikut bermain karet dan kelereng apalagi berlari kejar-kejaran.
12. Sumbang kurenah. Maksud kurenah adalah gelagat pembawaan, sifat tabiat dan perangai, karakter bahasa sekarangnya, sikap mental bahasa modernnya. Kurang etis apalagi patut jika kamu berbisik berdua-dua sedangkan kamu duduk bertiga nak. Kurang bagus dan elok jika melucu bercanda serta tertawa disaat kalian pergi takziah nak. Tidak boleh tertawa melihat orang jatuh, tidak boleh menutup hidung ditengah orang ramai atau menguap membuka mulut lebar-lebar. Termasuk juga sumbang kurenah jika berkegiatan, mengambil suatu benda, menyetop mobil, melambaikan tangan menggunakan tangan kiri, kecuali menjangkau gelas ketika makan.

Itulah kiranya sumbang 12 yang harus perhatikan pada diri perempuan nak.

**BERSAMBUNG**

[Balerong #3] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : SIFAT PEREMPUAN

Adapun perempuan ini nak, terbagi ke dalam lima sifat. Empat sifat yang buruk dan satu sifat baik yang bisa digunakan, diantaranya:
1. Perempuan barau-barau. Adalah perempuan yang hilir mudik suka berbicara. Jika sudah duduk ada saja yang menjadi pembahasan, berbicara kelewatan seolah-olah tanpa batas. Tanpa disadari ada orang yang sakit karena perkataannya namun tidak ia pedulikan.
2. Perempuan layang-layang. Adalah perempan yang suka keluar rumah dan hobinya berhura-hura, layaknya burung layang-layang belum tersingkap matahari ia sudah terbang ingkin kemari. Pulang sekolah tidak langsung ke rumah, melainkan singgah dahulu di pasar. Asalkan ada keramaian baik itu pasar malam, konser, ataupun layar tancap, ia datang lebih dahulu.
3. Perempuan lawah-lawah. Layaknya jaring lawah-lawah di rumah, jaring dikembangkan siap menangkap mangsa. Ada yang tersangkut semua dihisap, sudah habis bangkai ditinggalkan. Jika digambarkan ke perempuan maka perempuan matre bahasa kerennya. Mulutnya manis ada maksud, jika ia punya pacar atau tunangan sudah habis dikorek ia mencari cowok baru.
4. Perempuan anai-anai. Sifat buruk dari anai-anai adalah mudah termakan rayuan sibuk dengan besar hati saja. Anai-anai suka cahaya, ada cahaya lampu dia mendekat, disangka cahaya itu tembus dihinggapi rupanya panas, sayap terbakar badan jatuh kelantai. Melihat temannya jatuh, yang lain datang mengikuti disangka tidak apa-apa malah ikut terbakar jua. Acap kali kejadian nak, lupa diri lupa daratan. Senangnya saja yang terbayang sudah rusak baru menyesal, sesalpun tidak berguna lagi.
5. Perempuan ramo-ramo. Dalam bahasa indonesia dikenal dengan nama kupu-kupu. Bentuknya elok dipandang, sayapnya berbunga, jinak serasa ingin digenggam, liarnya membuat ingin memilki. Hinggapnya sendiri-sendiri, berketika ia keluar, bersama baru ia kelihatan. Mainnya bukan sembarang main. Mainya ke helai bunga, bertamu ke benang sari, karena halus bawaan badan tangkai pun tidak bergoyang. Jika diibaratkan ke perempuan maka ia adalah perempuan yang tertib di rumah. Pandai berhias dan berdandan, hendak keluar mesti tau tujuan dan atas izin orang tua. Jelas tujuan dan maksud keluar bukan bermain tidak karuan. Bergaul sama besar, dekati yang lebih tua, gali ilmu dari yang banyak pengalaman.

Ayah lanjutkan nak. Perempuan juga ibarat bambu nak. Kalau tidak ada buku tiap ruas dan sembilu yang melampisi maka tidak berguna sebatang bambu nak. Begitu juga perempuan nak, yang menjadi ruas dijiwanya adalah budi, dan yang menjadi sembilu adalah malu. Perempuan tak berbudi ibarat bambu tak beruas, belum disinggung ia sudah retak ataupun pecah. Perempuan tak punya malu ibarat bilah tampa sembilu, bangun lemah tenaga rapuh. Hilang semangat kepribadian.

Oleh karena itu nak, supaya hidup teguh beruas maka jauhi pantang larangannya sumbang 12 orang namakan, itulah timbangan akhlak standar moral ukuran nilai sepanjang adat sopan santun di Minang Kabau.

Tahukah kamu apa yang di maksud dengan sumbang itu nak?

**BERSAMBUNG**

[Balerong #2] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : PERHIASAN PEREMPUAN

Untuk membaca bagian sebelumnya (klik disini)

Budi baik, bahasa elok, dan sopan santun itulah perhiasannya nak. Dalam islam dikenal dengan Akhlakul Karimah, atau Etika istilah baratnya. Di tanah Minang tidak ada yang lebih baik dari budi. Karena orang tidak takut dengan kekuatan, tidak harap akan kekayaan, tidak segan karena kepintaran, tidak tergoda oleh kecantikan.

Namun demikian nak, tidak selamanya yang lahir menunjukkan yang batin. Adakalanya berbeda yang tampak dan yang tersembunyi. Menurut orang cerdik pandai ada 7 tanda-tanda orang berbudi bermartabat, diantaranya:
1. Jika berbicara mengandung hikmah. Berpikir apa yang ingin dikatakan namun pntang mengatakan apa yang terpikir
2. Jika menolong tidak ria. Memberi karena Allah bukan mengharap pujian dan sanjungan
3. Jika berkata tidak sombong. Karena adakalanya seseorang itu di atas dan tidak jarang pula ia di bawah.
4. Jika dibantah tidak pendendam. Di dalam rapat berbeda pendapat itu biasa, tetap berwajah manis hubungan jangan sampai terenggangkan.
5. Jika susah tidak cemas. Tetap beriman walaupin cobaan banyak menghampiri.
6. Jika ditegur tidak penyinggung. Selalu menerima masukan, saran, dan kritikan dengan suka hati.
7. Jika berteman tidak pencemburu. Selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki.

“Pulau pandan jauah di tangah
Di balak pulau angso duo
Hancua badan di kanduang tanah
Budi baiak takana juo”

Selain itu, simak juga anjuran dari orang cerdik pandai nak, diantaranya:
1. _Nak luruih rangtangkan tali_, maknanya letakkan sesuatu pada tempatnya. Ikhlas jika memberi, jujur kalau menolong, dan adil kalau menghukum.
2. _Nak tinggi randahkan hati_, tahu atau sadar diri maknanya nak.
3. _Nak mulia tapati janji_, berbicara jangan berdusta, berjanji jangan diingkari, dan diberi amanah jangan berkhianat.
4. _Nak taguah paham dikunci_, beri yang patut di beri untuk diri jangan dilupakan.
5. _Nak labo jan takuik ugi_, hormati orang terlebih dahulu baru kita yang akan dihargai. Begitupun dalam berdoa, al fatihah, hamdalah, sholawat baru kita meminta. Puji dahulu baru pinta dimulai. Hidup adalah keseimbangan begitu konon kata orang.
6. _Nak kayo usah barutang_, ukuran kaya bukanlah jumlah harta tapi kekayaan hakiki tersimpan di dalam bathin. Dapat pula disimpulkan bahwa orang yang kaya adalah orang yang merasa cukup, orang yang tidak memiliki hutang, sifat qanaah dipakaikan. Seorang bos membeli mobil kredit adalah orang miskin, anak buah membeli sepeda motor lunas itulah orang kaya sebenarnya.
7. _Nak halauih asahlah baso_, jika berbicara manis, halus, enak didengar. Senyum terpancar walau hati remuk. Jauh dari kata kias maupun kata sindiran.
8. _Nak elok baiakkan sangko_, jangan cepat berprasangka apalagi buruk sangka.

Itulah nak perhiasan yang kiranya wajib terpasang bagi wanita menurut adat minang. Amalkanlah dalam kehidupan sehari-hari.

[Balerong #1] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : MARTABAT PEREMPUAN

Wahai anak perempuanku, mari sini duduk di dekat ayah. Ada yang ingin ayah sampaikan.

Ingin rasanya ayah mengulang cerita lama. Cerita ini tidak akan dilupakan walau hanya setitik dan tidak akan hilang walau hanya sebaris nak. Kala itu ayah berdo’a menginginkan seorang anak perempuan. Gunanya anak perempuan adalah penyambung pusaka keturunan, jika umur dipanjangkan maka ia yang akan membimbing ayah disaat tua karena ayah tidak punya saudara lagi.

Menanti kelahiranmu nak, do’a dihantar air mata ayah terbangkan. Naik membubung masuk embun, menelisik awan hingga langit tujuh tingkat dan bersarang di arasy. Hingga engkau lahir di atas dunia ini.

Mendengar lengkingnya tangisanmu nak. Terkejut ayah dalam kecemasan lalu meringkuk sujud syukur, iqamat pun dibisikkan. Allahu Akbar, Maha Suci Engkau Ya Allah Tuhan seluruh alam.

Maka disaat itu juga tersematlah kewajiban bagi ayah, diantaranya membawa turun mandi, memberi nama, dan mengikahkan. Semenjak setelah itu engkau beransur-ansur tumbuh dan besar. Dihitung-hitung hari. Dibilang-bilangkan bulan, bulan jadi tahun masuklah tahun yang ke-tujuh.

Kembali datang kewajiban kepada ayah, yaitu menyekolahkan dan menhgajarimu mengaji. Berharap anak akan besar layaknya orang, maka ayah berusaha lebih untuk mencari rezeki hilir mudik. Siang dan malam, segala cara telah ayah tempuh, berbagai rasa telah ayah rasakan. Hanya dua hal yang belum ayah rasakan nak, pertama mati dan kedua kaya.

Walaupun begitu nak, tetaplah bersyukur kepada Yang Maha Esa kita bisa hidup dengan sederhanaan ini. Ini semua adalah hasil usaha dan kerja keras ayah dan yang terpenting bukan hasil melalui penipuan ataupun pencurian.

Alhamdulillah, engkau kini telah beranjak dewasa nak. Entah berlanjut entah tidak sekolahmu itu hanya dalam ilmu Allah tinggal kita yang berusaha. Maka saat sekarang ini nak, tinggal satu kewajiban ayah, yaitu mencarikan kamu jodoh. Jika itu yang bertemu maka lunaslah semua hutang ayah akanmu nak karena pasangan telah menggantikannya.

Sedikit ayah certakan nasib kaum perempuan nak, sebelumnya ayah meminta ampun kepada seluruh kaum perempuan karena sedikit membuka certa ini. Sejak zaman jahiliyah hingga zaman modern seperti sekarang ini, biarpun di timur, barat, selatan, atau di utara sama saja jatuh harganya perempuan. Hanya di alam Minang Kabau yang memuliakan kaum perempuan hingga bernasab pada ibu.

Coba simakkan nak. Dimulai dari cerita Nabi Adam. Pada suatu ketika setan ke surga, digoda Siti Hawa untuk memakan buah terlarang “buah quldi”. Setelah Siti Hawa memakan hingga habis, lalu Adam pun digoda Hawa untuk memakan buah tersebut. Di dalam bimbang keraguan Adam turut memakan buah itu. Tidak lama setelah itu maka marahlah Allah SWT. lepaslah seluruh pakaian Adam dan Hawa terlempar keduanya turun ke muka bumi. Adam terlempar ke tanah hindustan dan Hawa terpental ke tanah Syam. Beratus tahun kemudian sambil meratap sepanjang jalan dan menangis memohon ampun diterima taubat Nabi Adam dan dipertemukan Adam dan Hawa di Padang Arafah. Begitulah Qur’an memberitakan, Injil pun turut mengabarkan, taurat dan zabur juga sama.

Oleh orang Bani Israil, kaum yahudi yang terkutuk lalu direndahkanlah orang perempuan. Mereka mengatakan “jika bukan ulah Siti Hawa senanglah kita di surga saat ini”. Bukan itu saja, orang Yahudi berpendapat, sebenarnya Allah menyebut buah quldi hanya sebagai kiasan dari gairah sex dan nafsu. Larangan itulah yang dilanggar. Karena Hawa penyebab semuanya, merengek kepada Adam. Mereka melanjutkan, itulah sebabnya perempuan dikutuk setiap bulan membawa haid darah kotor. Sementara laki-laki hanya dihukum ringan karena buah quldi tidak sampai tertelan, hanya sampai dikerongkongan dan berubah menjadi jakun. Maka hukumannya adalah dibuang sedikit bagian tubuh yaitu sunat rasul namanya.

Padahal sebenarnya nak, sepanjang syarak mengatakan adapun Adam dan Hawa dinikahkan Allah sendiri menjadi wali, Jibril menjadi saksi, dan Syahadat sebagai mahar. Maka ketahuilah nak, tuduhan zina ke Nabi Allah adalah simbol keingkaran, patut hinaan ditimpakan kepada umat paling sombong itulah umat Yahudi yang sampai sekarang masih mengganggu.

Berbeda dengan yahudi, bagi orang pengikut Jesus (Nasrani) wujud sesalan tetap juga ditimpakan kepada kaum perempuan. Hawa tetap sebagai puncak kesalahan sementara Adam hanya khilaf saja. Mungkin itu pula penyebabnya kenapa pastor dilarang menikah, paos dilarang punya istri, uskud menjanda. Jika hendak selamat di dunia dan akhirat jauhi orang perempuan.

Perlu diketahui nak, sejak zaman dahulu masa Romawi dan Yunani perempuan selalu dihina dan direndahkan. Mereka yang cantik diperjualbelikan sementara yang jelek menjadi budak. Begitupun di tempat lain, di Tanah Arab sebelum masuk Islam, hina beranak perempuan karena hanya akan menjadi beban keluarga. Dibawa berperang ia lemah, melihat darah takut, melihat kecoak saja lari. Apabila telah besar jika ia cantik, maka banyak yang akan membelinya dan ujung-ujungnya berakhir dengan peperangan. Maka jika lahir anak laki-laki dirawat dibesarkan, sementara lahir anak perempuan dikubur hidup-hidup jangan sampai kelihatan oleh orang lain.

Beralih ke Tiongkok, jika lahir anak perempuan dipasangkan sepatu besi setelah menikah baru dilepaskan. Sengaja kaki dikecilkan, biar lumpuh sebagian jangan pandai keluar rumah. Karena tugasnya hanya di dapur, sumur, dan kasur. Konon kabarnya di India, jika mati seorang laki-laki mayatnya dibakar dikremasi abunya simpan di dalam guci begitulah cara agamanya. Sementara istri yang ditinggalkan wajib pula terjun ke bara api menjadi abu tanda setia ke suami.

Sementara di Afrika perempuan menjadi tumbal. Jika ada dewa yang marah maka dibujuk dengan gadis cantik dan bencana alam terhindarkan. Sementara di jawa ada pepatah yang artinya “orang perempuan selalu mengikut kemana laki-laki pergi”. Ke surga ikut ke neraka tidak ingin tinggal.

Banyak lagi nak, terlalu banyak kisah dan cerita yang meremehkan kaum wanita sepanjang sejarah manusia. Bahkan hingga saat ini, di era modernisasi, IPTEK keterbukaan, emansipasi diperjuangkan nasibnya belum berubah hanya saja bungkusnya berbeda. Jika dahulu perempuan dijual orang maka sekarang perempuan menjual diri. Jika dahulu untuk orang bangsawan maka saat ini untuk orang banyak, tidak membeli menyewapun boleh.

Ketahuilah nak, sejak insan berada di muka bumi, sepanjang sejarah peradaban hanya dua saja yang menaikkan martabat perempuan, yaitu agama Islam dan adat Minang Kabau. Banyaklah ayat dan hadist tentang memuliakan kaum ibu, diantaranya yang paling populer adalah surga berada di bawah telapak kaki ibu, wanita tiang negara, atau perbandingan derajat antara ibu dan bapak adalah tiga berbanding satu.

Terlebih di dalam adat Minang Kabau nak, perempuan dimuliakan. Garis keturunan diambil dari ibu. Jika tidak ada anak perempuan maka alamat putus keturunan, datuk terbenam, dan harta berpindah tangan. Sebab segala harta pusaka warisnya ke anak perempuan, laki-laki di tanah minang tidak memiliki harta pusaka. Tugasnya hanya merawat, mengembala, membajak, memupuk, mengganti jika telah usang hasilnya untuk perempuan. Begitu adat memberitakan.

Hal itu adalah hak secara lahir nak, jaminan materil ekonomi perempuan tidak boleh ditelantarkan. Lantas bagaimana dibidang moral rohaninya? Hina mulia suatu kaum tergantung perbuatan yang perempuannya. Peperangan bisa berdamai, pembunuhan bisa diberi maaf, rampas dapat dikembalikan. Tapi jika perempuan dibuat malu, janda dibawa orang, gadis berteriak dalam semak, tertutup semua pintu damai. Begitulah mahal harga tinggi martabat perempuan di tanah Miang Kabau.

Mempersingkat cerita nak, ibarat batu permata maka nilai kalian adalah intan yang lengkap jika diikat oleh emas. Maknanya, perempuan di Tanah Minang sangat istimewa dan semakin istimewa jika memakai perhiasan, apa perhiasannya? Yaitu budi nak.

**BERSAMBUNG**

PESAN AYAH UNTUK ANAK LAKI-LAKI (Bagian 5)

Nak, kali ini ingin ayah paparkan siapa yang haram dinikahkan sepanjang hukum syariat islam dan tercela menurut adat minang kabau. Ada 13 perempuang yang tidak boleh dinikahi menurut ajaran agama islam, diantaranya:
1. Ibu kandung, ibu dari ibu, dan ibu dari ayah (nenek kandung)
2. Anak kandung dan keturunannya ke bawah
3. Saudara kandung biarpun se-ibu beda ayah atau se-ayah beda ibu
4. Saudara perempuan ayah
5. Saudara perempuan ibu
6. Anak perempuan dari saudara laki-laki
7. Anak perempuan dari saudara perempuan (keponakan)
8. Ibu yang menyusui juga ibu dari ibu beliau
9. Saudara perempuan sepersusuan serta anak cucunya ke bawah
10. Ibu dari istri (mertua)
11. Istri dari anak “menantu”, walaupun sudah bercerai
12. Anak tiri walaupun ibunya sudah meninggal
13. Saudara perempuan dari istri kecuali tidak dimenantukan.

Itulah orang-orang yang diharamkan untuk dinikahi. Di zaman Rasulullah dan sahabat dilarang mengawini para janda Rasulullah. Selain itu, dilarang mengingini perempuan dalam masa iddah.

Adapun bagi orang Minang Kabau yang beradat sersandi syarak, syarak bersandi kitabullah selain 13 perempuan di atas ada pula 8 perempuan yang berpantang sepanjang adat untuk dinikahi, yaitu:
1. Perempuan yang bersaudarakan ibu
2. Perempuan yang bersaudarakan ayah
3. Janda saudara, kecuali jika sudah meninggal
4. Janda paman, biarpun bercerai hidup atau bercerai mati
5. Janda penghulu dalam suku
6. Sahabat karib ibu
7. Tetangga sebelah rumah
8. Perempuan satu suku

Namun, setiap daerah memiliki larangan yang berbeda. Ada yang lebih dari delapan. Ada yang boleh sepersukuan asalkan penghulunya sudah berbeda. Ada pula perjanjian dua suku yang tidak boleh ambil mengambil atau sebagainya.

Nak, jika kamu telah menikah untuk membuka palang hati dan masuk ke dalam jiwa ada empat larangan yang harus dihindari dan empat suruhan yang harus dipatuhi. Adapun empat larang itu, diantaranya:
1. Jangan pernah menyebut perempuan lain pembanding-banding yang dahulu di hadapan istrimu. Paling sakit bagi perempuan jika ia dibanding-bandingkan nak.
2. Jangan pemuji berterus terang atau mengatakan tidak suka secara blak-blakan. Kalau istri disanjung-sanjung dipuji berterus terang alamat akan tinggi diri dan sombong juga takaburpun menghampirinya nak. Sebaliknya, jika ada yang kurang setuju yang lahir maupun bathin jangan pula berterus terang di depannya karena akan mendatangkan rasa minder terhadap istrimu. Tapi kalau memuji sekilas saja, tidak suka gunakan kata-kata sindiran sambil tertawa.
3. Jangan dilecehkan istri di depan orang ramai apalagi di depan karib kerabat.
4. Jangan ringan tangan (ini yang paling ayah benci). Susah orang tuanya membesarkan diserahkan kepadamu secara baik jangan pula kamu pukuli. Ingat nak, istrimu itu masih banyak yang punya. Punya ibu dan bapaknya, punya kaumnya, punya negara, dan punya Allah SWT. jangan enak-enak saja memukuli. Jika dosanya tidak terampuni, ulahnya melampau batas tidak mungkin dibentuk kembali, serahkan kembali ke ayahnya nak. Tapi jangan disakiti, dipukul-pukul, karena ia bukanlah hewan yang tahan pukul melainkan manusia yang tahan kias. Ingat itu!

Kemudian, adapun suruhan yang empat adalah:

1. Turun tangan jika istri terdesak. Suami disatu pihak dengan istri dibidang lain sudah memiliki bidang kerja dan tugas masing-masing. Suami mencari nafkah, istri mengurus rumah. Jangan seperti gotong royong semua mau dipegang, sumbang dan janggal dipandangi. Akan tetapi, ketika istri kurang sehat, masih lemah karena bersalin, atau kerja terlampau sibuk suami harus turun tangan membantu apa yang bisa dibantu. Mungkin itu menyapu, mencuci piring, atau bahkan menyetrika. Prihatinlah ke istrimu nak, susah jadi perempuan itu. 

2. Sudah menjadi kodrat alam nak, ketika istri mulai mengandung banyak tingkah berubah sifat seketika. Terkadang katanya kita busuk jijik setengah mati, sayang berlebihan tidak boleh suami keluar rumah, kehendaknya tidak masuk akal. Minta es krim di tengah malam, ingin minum susu kuda, macam-macamlah perangainya. Jika bertemu yang seperti itu nak, mesti sabar menghadapinya. Karena itu adalah ujian bagi calon ayah, ibarat pelonco di Mahasiswa. Makanya ayah ingatkan jangan bertengkar, berdebat, bahkan bercerai karena urusan kecil.
3. Ajari ia bergaul dengan ipar bisan dan suruh ia bermasyarakat. Jarang sekali orang yang mampu merukunkan istri dan ibunya. Kenapa demikian? Karena mereka berdua merasa memilikimu dan berebut kasih darimu. Hak ibu rasa teracuhkan karena datang perempuan lain padahal ia yang membesarkan. Istripun merasa memiliki, sepanjang hukum dan syarak, peraturan dan undang-undang suami adalah hak dari istrinya. Keduanya betul nak, sekarang satu daerah dua pemilik. Makanya ayah ingatkan, berpandai-pandailah, adil-adil berdiri di tengah, jangan oleng dengan pendirian, serta pakailah sifat bijaksana. Adakan pendekatan psikologis antara ibu dan istri hanya saja jangan terlalu erat apalagi hidup serumah, pepatah minang mengatakan “arek-arek lungga mangkonyo elok”. Selain itu, cara beripar dan berbisan. Biasakan kunjung mengunjungi supaya terwujud keserasian dalam keluarga besar ipar bisan. Jangan lupa ajari istri bermasyarakat, ikut serta dalam Dharma Wanita, PKK, asalkan bersifat positif lepaslah tetapi tetap monitor dari jauh. Awasi jangan sampai kumat penyakit ibu-ibu. Pertama, pamer memamerkan. Kedua, menggosip menceritakan orang.
4. Selalu bermusyawarah. Laki-laki pemimpin dikeluarga selalu mengambil keputusan, namun jangan mengambil keputusan sendiri, ajak istri bermusyawarah. Mulai dari mengambil keputusan besar seperti membangun rumah atau membuka usaha hingga keputusan kecil seperti memilih warna kain sarung. Semua mesti dengan musyawarah. Bahkan jika anak sudah besar, wajib pula diikutsertakan dalam musyawarah.

InsyaAllah nak, jika empat larangan dan empat suruhan di atas dijalankan dengan baik sejahtera keluargamu nak. Suami teladan kata orang.

Terakhir nak, adapun laki-laki di tanah Minang memikul banyak tanggung jawab. Di samping istri dan anak-anak, ada keponakan, kaum kerabat, juga kampung dan halaman. Pepatang mengatakan

“Kaluak paku asam balimbiang, tampuruang dilenggang-lenggangkan dibaok rang saruaso. Anak dipangku kamanakan dibimbiang, urang kampuang dipatenggangkan tenggang nagari jan binaso.”

Artinya, sementara mengurus rumah tangga kita dituntut secara moral membela karib kerabat dan keponakan, bahkan secara materil jika keadaan memungkinkan. Bermasyarakatpun dijalankan nak, jangan kita hendak hidup sendiri berpikir jika urusan anak istri sudah selesai urusan orang masa bodoh. Orang tua menjanda tidak peduli, keponakan terlantar tidak acuh, pesta orang tidak datang, ada tetangga kemalangan tak dijenguk, gotong royong tidak pernah sekalipun. Jangan nak, ayah tidak suka yang demikian. Jika nanti kamu susah tidak ada pula yang akan peduli.

Mengenai diri ayah jangan terlalu dihiraukan. Selagi masih bergerak tulang ini kalian tidak akan dibebani. Namun, kalau umur singkat ayah berpulang lebih dahulu, jaga ibumu nak, bela ibumu nak urusi dengan seluruh kemampuanmu. Haram lillah ayah tak rela kasih tak izin jika ibumu engkau titip di panti jompo.

Jika tersebut tentang kematian. Terbayang nasib di akhirat cemas ayah memikirkannya. Entah bagaimana di hari esok. Sepanjang kaji yang didengar, hadist yang shahih dari Nabi hanya tiga yang akan menolong nak, yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang sholeh.

Karena susah sepanjang hari, tidak sempat bersedekah, untuk kalian saja tidak cukup konon pula mengingat orang lain. Disebut ilmu yang diajarkan itulah yang susah sekali, sekolah ayah tidak tamat, mengaji tidak sampai khatam, pengalaman masih kurang. Hanya yang terakhir yang ayah harapkan nak, do’a dari kalian. Kirimi do’a agar lapang dan dimudahkan urusan kubur ayah. Tolong ya nak, tolong. Hanya satu itu permintaan Ayah yang lain kalian tidak berhutang ridha dan maaf mengiringi.

Itulah seluruh pesan ayah nak, kembali kepadamu jika ingin mengamalkan.

SELESAI