[Balerong #5] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : MAKNA PEREMPUAN

>Klik link disini untuk membaca tulisan sebelumnya.

Nak, diumurmu yang sekarang hati-hati menjaga diri nak. Godaan sepanjang jalan, rayuan ada disetiap langkah. Jangan mudah percaya dengan laki-laki nak. Karena banyak di antara mereka hanya bermain-main walaupun ada juga di antara mereka yang mengatakan ikhlas dari hatinya.

Sifat dari seorang laki-laki adalah mencari. Berbeda dengan perempuan, sifat perempuan menanti. Melalui tangisan ia menolak, sedangkan diam tanda setuju begitu martabat seorang perempuan nak.

Sebenarnya nak, di zaman keterbukaan sekarang ini, era globalisasi katanya ada yang mengganjal dan mengganjil dipikiran kami orang tua. Hal itu adalah melihat sudah terbiasanya perempuan dan laki-laki pergi berpasangan. Naik di atas motor berpeluk-pelukan, dikeramaian haram dia untuk segan dan malu, apalagi di tempat sepi itu adalah keinginannya. Masa bodoh dengan gunjingan orang, tidak perduli jadi tontonan yang perlu hanya enjoy. Kami orang tua dituduhlah sebagai orang kolot, orang kuno ketinggalan, berburuk sangka buruk pikiran. _Na’udzubillah_ taubatlah ayah mendengarkannya nak, itulah pantangan nenek moyang.

Ingat nak! Orang laki-laki dan perempuan ibarat timun dan durian. Biar ditimpa atau menimpa tetap timun yang akan hancur duluan, percayalah.

Pada dasarnya nak, mengenai bergaul dengan laki-laki ayah tidak melarang. Boleh, silahkan bergaul, tapi perkirakanlah ukurannya jangan sampai melewati batas, biasa-biasa saja. Jika berteman di sekolah cukup sebatas pelajaran, bergaul di masyarakat sehingga bertegur sapa, begitupun dalam organisasi mesti bercampur dengan yang banyak. Memang begitulah seharusnya nak, tapi jangan hanyut terbawa arus tinggal yang wajib gara-gara yang sunnah. Jangan sampai nak!

Dengan teman cowok, nggak perlu terlalu dekat sekali nak. Apalagi sampai berpacar-pacaran. Satu lagi yang kami takutkan nak, oleh ulah terlampau dekat, diberikan semuanya, berharap akan jadi rupanya malah pergi mencari yang lain. Tidak tahu siapa yang akan disalahkan lagi itu nak, penyesalan yang akan menemanimu, merataplah di dalam kamar, orang tertawa melihatmu.

Ayah lanjutkan nak. Karena masa terus berjalan nak, yang kecil beransur besar umurmu bertambah gadis juga. Pasti akan datang ketikanya jodoh tiba dan engkau akan menjadi istri orang. Beratlah beban yang akan ditanggung banyak lika-likunya jalan menuju rumah tangga. Jika terlengah lupa dengan diri, tidak ingat tempat berdiri, maka ibarat melengah alam ini nak, hidup bagaikan rasa di neraka. Pepatah arab mengatakan yang artinya: “Barang siapa yang tahu akan dirinya maka tahu juga dengan Tuhannya”.

Maka sebagai hamba Allah. Wajib mencari tahu tahu tentang diri, siapa diri ini sebenarnya? Darimana hendak kemana sedang dimana kita sekarang? Jika sudah paham dengan diri sendiri, maka paham pulalah dengan zat Allah, awal mula semua kejadian.

Panjang jika dijelaskan nak, lelah kamu mendengarkan nantinya. Ayah fokuskan saja tentang perempuan nak. Adapun makna kata perempuan asal katanya adalah empu, yang artinya ibu, pangkal, ataupun bibit. Maka perempuan adalah ibu yang akan mengandung melahirkan serta melanjutkan bangsa manusia. Perempuan juga sering dikenal dengan sebutan ibu-ibu.

Sadarilah nak, engkau adalah bangsa ibu. Engkau adalah calon istri kandidat itu, penyambung pusaka keturunan. Sebelumnya sudah ayah katakan, kaum perempuan berasal dari tulang. Patahan rusuk laki-laki, bagian kiri paling bawah. Tahukah kamu maknanya nak? Perempuan adalah tempat sayang, buah hati curahan kasih dari orang laki-laki. Maka sudah menjadi _sunnatullah_ bahwa perempuan dan laki-laki saling cari mencari dan membutuhkan dan jika Allah mengizinkan maka bertemu di akad nikah, kata sepatah yang menghubungkan.

Kenapa harus tulang rusuk bukan tulang yang lain? Jika diambil dari tulang dada nak, maka timbullah rasa congkak bagi seorang perempuan nak, berjalan ingin dahulu, berkata ingin memotong, atau corong lompatan istilahnya. Jika diambil dari tulang punggung, maka perempuan akan menjadi beban dan sibuk mengekor dari belakang. Jika diambil dari tulang bagian atas, maka ia akan selalu ingin mengepalai, mengatur memerintah jadi komandan rumah tangga. Oleh karena itu, Allah mengambil dari tulang rusuk supaya perempuan berdiri di samping, di rusuk di sanding badan di bawah lenggang laki-laki. Pada hakikatnya, istri adalah _partner_, pendamping, teman setia, teman tempat berunding bermufakat bagi laki-laki.

Dijelaskan dalam Qs. Annisa ayat 34, perempuan adalah orang yang dipimpin oleh laki-laki. Sebagai orang yang dipimpin hendaklah patuh kepada pemimpin, loyal kepada suami, taati suruh dan permintaannya, jauhi pantangannya, jangan jadi pelawan ataupun penjawabdi dalam hati, apalagi durhaka juga menghianat itu adalah dosa yang besar nak.

Tapi jika bertanya kepada ayah, bagaimana cara tunduk kepada suami? Apakah seperti tunduk kepada raja? Ataukah seperti taat kepada Nabi?

**BERSAMBUNG**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *