[Balerong #3] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : SIFAT PEREMPUAN

Adapun perempuan ini nak, terbagi ke dalam lima sifat. Empat sifat yang buruk dan satu sifat baik yang bisa digunakan, diantaranya:
1. Perempuan barau-barau. Adalah perempuan yang hilir mudik suka berbicara. Jika sudah duduk ada saja yang menjadi pembahasan, berbicara kelewatan seolah-olah tanpa batas. Tanpa disadari ada orang yang sakit karena perkataannya namun tidak ia pedulikan.
2. Perempuan layang-layang. Adalah perempan yang suka keluar rumah dan hobinya berhura-hura, layaknya burung layang-layang belum tersingkap matahari ia sudah terbang ingkin kemari. Pulang sekolah tidak langsung ke rumah, melainkan singgah dahulu di pasar. Asalkan ada keramaian baik itu pasar malam, konser, ataupun layar tancap, ia datang lebih dahulu.
3. Perempuan lawah-lawah. Layaknya jaring lawah-lawah di rumah, jaring dikembangkan siap menangkap mangsa. Ada yang tersangkut semua dihisap, sudah habis bangkai ditinggalkan. Jika digambarkan ke perempuan maka perempuan matre bahasa kerennya. Mulutnya manis ada maksud, jika ia punya pacar atau tunangan sudah habis dikorek ia mencari cowok baru.
4. Perempuan anai-anai. Sifat buruk dari anai-anai adalah mudah termakan rayuan sibuk dengan besar hati saja. Anai-anai suka cahaya, ada cahaya lampu dia mendekat, disangka cahaya itu tembus dihinggapi rupanya panas, sayap terbakar badan jatuh kelantai. Melihat temannya jatuh, yang lain datang mengikuti disangka tidak apa-apa malah ikut terbakar jua. Acap kali kejadian nak, lupa diri lupa daratan. Senangnya saja yang terbayang sudah rusak baru menyesal, sesalpun tidak berguna lagi.
5. Perempuan ramo-ramo. Dalam bahasa indonesia dikenal dengan nama kupu-kupu. Bentuknya elok dipandang, sayapnya berbunga, jinak serasa ingin digenggam, liarnya membuat ingin memilki. Hinggapnya sendiri-sendiri, berketika ia keluar, bersama baru ia kelihatan. Mainnya bukan sembarang main. Mainya ke helai bunga, bertamu ke benang sari, karena halus bawaan badan tangkai pun tidak bergoyang. Jika diibaratkan ke perempuan maka ia adalah perempuan yang tertib di rumah. Pandai berhias dan berdandan, hendak keluar mesti tau tujuan dan atas izin orang tua. Jelas tujuan dan maksud keluar bukan bermain tidak karuan. Bergaul sama besar, dekati yang lebih tua, gali ilmu dari yang banyak pengalaman.

Ayah lanjutkan nak. Perempuan juga ibarat bambu nak. Kalau tidak ada buku tiap ruas dan sembilu yang melampisi maka tidak berguna sebatang bambu nak. Begitu juga perempuan nak, yang menjadi ruas dijiwanya adalah budi, dan yang menjadi sembilu adalah malu. Perempuan tak berbudi ibarat bambu tak beruas, belum disinggung ia sudah retak ataupun pecah. Perempuan tak punya malu ibarat bilah tampa sembilu, bangun lemah tenaga rapuh. Hilang semangat kepribadian.

Oleh karena itu nak, supaya hidup teguh beruas maka jauhi pantang larangannya sumbang 12 orang namakan, itulah timbangan akhlak standar moral ukuran nilai sepanjang adat sopan santun di Minang Kabau.

Tahukah kamu apa yang di maksud dengan sumbang itu nak?

**BERSAMBUNG**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *