PESAN AYAH UNTUK ANAK LAKI-LAKI (Bagian 4)

NOTE

Untuk membaca tulisan sebelumnya (klik disini)

Nak, jika timbul pertanyaan. Bagaimana cara menyelidikinya (unsur yang 6 pada bagian sebelumnya)?

Jawabnya mudah saja. Masalah rupa dan kondisi badan bisa dilihat secara langsung. Kondisi keluarga, ekonomi, dan jenjang pendidikan bisa ditanya dengan orang terdekatnya, teman, atau tetangganya. Tetapi soal kepribadian dan ketaatannya dalam beribadah bayangnya dapat dilihat dari tingkah laku dan perangainya.

Kalau seperti itu pernyataan ayah tentu kalian berpendapat, supaya jelas hitam putihnya tahu kesehariannya tentunya perempuan yang dituju harus didekati. Di ajak berteman dekat atau malah berpacaran baru dapat dipahami, layak dilanjutkan atau harus ditinggalkan.

Hehe 😀 (ayah ketawa)

Sebenarnya nak, di hati kami orang tua haram hal itu nak. Jelas tidak setuju, celaka tantangannya. Sebab, pabila api dan bensin telah berdekatan yang tidak terbakar itu sulit sekali menjaganya, entahlah kalau dibatasi oleh dinding kaca. Apabila telah nyala anakku, tebakar kampung gelap negeri karena asapnya, jenggot ayahmu dilahapnya.

Entahlah nak, jika berpacaran juga keinginanmu, silahkan. Tapi awas! Jaga jarak ingat diri, martabat dipelihara anak orang diselamatkan.

Malam minggu ingin berkunjung kerumahnya? Maka hormati dan muliakan orang tuanya, sayangi adik-adiknya, berbasa-basi dengan seluruh keluarganya.

Sesekali ingin keluar berekreasi harus atas izin ayah ibunya. Jelas kemana tujuan, sate sebungkus wajib dibawa pulang. Selain itu, sopan-sopan dalam bergaul nak. Jangan sampai kurang ajar, semua mau disentuh. Alamat tidak akan lulus nak.

Ada satu hal yang menghantui pikiran ayah nak. Satu hal itu ketika asyik coba-coba hilang tujuan yang telah diniatkan. Terjadi hal yang tidak diinginkan. Maka hutang nyata yang telah engkau perbuat itu nak. Hukum karma menanti, anak cucumu yang akan membayarnya.

Sedikit nak, ada yang lupa ayah sampaikan dalam memilih calon istri. Perkara selisih umur yang ideal, yaitu menggunakan rumus (1/2 n + 7). Artinya umur perempuan yang ideal adalah setengah dari umur laki-laki di tambah tujuh. Contohnya, umur laki-laki 26 maka umur perempuan hendaknya 13+7=20 itu idealnya. Kelau lebih jangan terlalu banyak ataupun kurang jangan sampai jauh. Tinggi badan harus diperhatikan juga nak, supaya serasi berpasangan elok pula dipandang. Jangan tinggi perempuan dari pada kita, setidaknya beda sedikit atau sama seukuran.

Itulah nak, sudah ayah paparkan cara-caranya cobalah nalarkan denga pikiran. Setitik jadikan laut, sekepal jadikan gunung.

Harapan ayah nak, jika esok uang sudah cukup, sehat, mampu lahir bathin jangan menanti terlalu lama hidup membujang nak. Terlalu lama kapal ditepi lidah ombak menghempas setiap hari, alamat karam ditepi kapalmu nak, meratap pulau di seberang.

Kalau lah boleh pinta ayah berlaku. Lepaskan dulu adik perempuanmu barulah kamu mengikut di belakang. Begitulah sifat laki-laki di alam Minang Kabau nak.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *