[Balerong #5] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : MAKNA PEREMPUAN

>Klik link disini untuk membaca tulisan sebelumnya.

Nak, diumurmu yang sekarang hati-hati menjaga diri nak. Godaan sepanjang jalan, rayuan ada disetiap langkah. Jangan mudah percaya dengan laki-laki nak. Karena banyak di antara mereka hanya bermain-main walaupun ada juga di antara mereka yang mengatakan ikhlas dari hatinya.

Sifat dari seorang laki-laki adalah mencari. Berbeda dengan perempuan, sifat perempuan menanti. Melalui tangisan ia menolak, sedangkan diam tanda setuju begitu martabat seorang perempuan nak.

Sebenarnya nak, di zaman keterbukaan sekarang ini, era globalisasi katanya ada yang mengganjal dan mengganjil dipikiran kami orang tua. Hal itu adalah melihat sudah terbiasanya perempuan dan laki-laki pergi berpasangan. Naik di atas motor berpeluk-pelukan, dikeramaian haram dia untuk segan dan malu, apalagi di tempat sepi itu adalah keinginannya. Masa bodoh dengan gunjingan orang, tidak perduli jadi tontonan yang perlu hanya enjoy. Kami orang tua dituduhlah sebagai orang kolot, orang kuno ketinggalan, berburuk sangka buruk pikiran. _Na’udzubillah_ taubatlah ayah mendengarkannya nak, itulah pantangan nenek moyang.

Ingat nak! Orang laki-laki dan perempuan ibarat timun dan durian. Biar ditimpa atau menimpa tetap timun yang akan hancur duluan, percayalah.

Pada dasarnya nak, mengenai bergaul dengan laki-laki ayah tidak melarang. Boleh, silahkan bergaul, tapi perkirakanlah ukurannya jangan sampai melewati batas, biasa-biasa saja. Jika berteman di sekolah cukup sebatas pelajaran, bergaul di masyarakat sehingga bertegur sapa, begitupun dalam organisasi mesti bercampur dengan yang banyak. Memang begitulah seharusnya nak, tapi jangan hanyut terbawa arus tinggal yang wajib gara-gara yang sunnah. Jangan sampai nak!

Dengan teman cowok, nggak perlu terlalu dekat sekali nak. Apalagi sampai berpacar-pacaran. Satu lagi yang kami takutkan nak, oleh ulah terlampau dekat, diberikan semuanya, berharap akan jadi rupanya malah pergi mencari yang lain. Tidak tahu siapa yang akan disalahkan lagi itu nak, penyesalan yang akan menemanimu, merataplah di dalam kamar, orang tertawa melihatmu.

Ayah lanjutkan nak. Karena masa terus berjalan nak, yang kecil beransur besar umurmu bertambah gadis juga. Pasti akan datang ketikanya jodoh tiba dan engkau akan menjadi istri orang. Beratlah beban yang akan ditanggung banyak lika-likunya jalan menuju rumah tangga. Jika terlengah lupa dengan diri, tidak ingat tempat berdiri, maka ibarat melengah alam ini nak, hidup bagaikan rasa di neraka. Pepatah arab mengatakan yang artinya: “Barang siapa yang tahu akan dirinya maka tahu juga dengan Tuhannya”.

Maka sebagai hamba Allah. Wajib mencari tahu tahu tentang diri, siapa diri ini sebenarnya? Darimana hendak kemana sedang dimana kita sekarang? Jika sudah paham dengan diri sendiri, maka paham pulalah dengan zat Allah, awal mula semua kejadian.

Panjang jika dijelaskan nak, lelah kamu mendengarkan nantinya. Ayah fokuskan saja tentang perempuan nak. Adapun makna kata perempuan asal katanya adalah empu, yang artinya ibu, pangkal, ataupun bibit. Maka perempuan adalah ibu yang akan mengandung melahirkan serta melanjutkan bangsa manusia. Perempuan juga sering dikenal dengan sebutan ibu-ibu.

Sadarilah nak, engkau adalah bangsa ibu. Engkau adalah calon istri kandidat itu, penyambung pusaka keturunan. Sebelumnya sudah ayah katakan, kaum perempuan berasal dari tulang. Patahan rusuk laki-laki, bagian kiri paling bawah. Tahukah kamu maknanya nak? Perempuan adalah tempat sayang, buah hati curahan kasih dari orang laki-laki. Maka sudah menjadi _sunnatullah_ bahwa perempuan dan laki-laki saling cari mencari dan membutuhkan dan jika Allah mengizinkan maka bertemu di akad nikah, kata sepatah yang menghubungkan.

Kenapa harus tulang rusuk bukan tulang yang lain? Jika diambil dari tulang dada nak, maka timbullah rasa congkak bagi seorang perempuan nak, berjalan ingin dahulu, berkata ingin memotong, atau corong lompatan istilahnya. Jika diambil dari tulang punggung, maka perempuan akan menjadi beban dan sibuk mengekor dari belakang. Jika diambil dari tulang bagian atas, maka ia akan selalu ingin mengepalai, mengatur memerintah jadi komandan rumah tangga. Oleh karena itu, Allah mengambil dari tulang rusuk supaya perempuan berdiri di samping, di rusuk di sanding badan di bawah lenggang laki-laki. Pada hakikatnya, istri adalah _partner_, pendamping, teman setia, teman tempat berunding bermufakat bagi laki-laki.

Dijelaskan dalam Qs. Annisa ayat 34, perempuan adalah orang yang dipimpin oleh laki-laki. Sebagai orang yang dipimpin hendaklah patuh kepada pemimpin, loyal kepada suami, taati suruh dan permintaannya, jauhi pantangannya, jangan jadi pelawan ataupun penjawabdi dalam hati, apalagi durhaka juga menghianat itu adalah dosa yang besar nak.

Tapi jika bertanya kepada ayah, bagaimana cara tunduk kepada suami? Apakah seperti tunduk kepada raja? Ataukah seperti taat kepada Nabi?

**BERSAMBUNG**

[Balerong #4] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : SUMBANG 12

>untuk membaca postingan sebelumnya klik link disini.

Adapun yang dimaksud dengan kata sumbang, adalah suatu tindakan atau perbuatan yang buruk, tercela tapi belum sampai kepada salah. Sinonim nya adalah janggal, kurang etis, bandel, norak, dll.

Diantaranya nak:
1. Sumbang duduk. Bagi perempuan cara duduk yang sopan adalah bersimpuh bukan berselo seperti laki-laki. Jangan sampai pula duduk dengan posisi salah satu kaki didirikan seperti orang tua duduk di kedai. Jika duduk di kursi, rapatkan paha erat-erat sedikit menyamping posisinya. Begitupun duduk di atas sepeda motor, jangan mengangkang.
2. Sumbang berdiri. Jangan berdiri di depan pintu atau di tangga tempat turun naik. Jangan berdiri di tepi jalan jika tidak ada yang ditunggu. Apalagi berdiri dengan laki-laki yang bukan muhrim, konon lagi berunding-runding tanpa satu hal kepentingan apapun.
3. Sumbang jalan. Seorang perempuan jika hendak berjalan harus ada temannya, paling kurang anak kecil. Jangan berjalan terburu-buru, melainkan jalanlah dengan lemah lembut, gemulai, namun tegas. Jika berjalan bersama teman sama besar, jangan berbanjar menghambat jalan di labuh, kira-kira orang juga ingin lewat. Jika berjalan dengan orang tua atau orang laki-laki yang perempuan meiring di belakang. Begitulah adat yang harus di pakai nak.
4. Sumbang kata. Berbicaralah dengan lemah lembut. Dudukkan satu persatu perkara agar paham orang akan maksudnya. Sumbang bagi perempuan bicara cepat tanpa henti. Jika orang tua berbicara pentang memotong pembicaraannya, tunggu hingga selesai dan jawab mana yang patut dijawab. Di dekat orang yang sedang makan jangan berkata jorok. Disaat menjenguk orang sakit jangan bercerita tentang orang mati. Kurang baik kurang terpuji menagih hutang di depan orang ramai. Begitulah ajaran sopan santun nak.
5. Sumbang penglihatan. Kurang tertib bagi seorang perempuan jika bertamu matanya menyelidiki seluruh ruangan. Selain itu, jika kita menjadi tuan rumah jangan suka melihat ke jam tangan tersinggung orang yang sedang duduk bertamu, itu mengusir secara halus. Jika berbicara dengan laki-laki biarpun sanak keluarga, jangan berhadap-hadapan, melihat bola matanya, tidak boleh! Tapi buanglah pandangan ke yang lain, menunduklah melihat ke bawah.
6. Sumbang makan. Sumbang makan sambil berdiri, mengunyah sepanjang jalan. Mengunyah tutupkan mulut jangan terdengar suaranya oleh orang lain. Jika makan dengan tangan, angkat nasi dengan ujung jari, suap jangan terlalu besar. Menambahkan nasi ke dalam piring juga diperkirakan, jangan sampai piring menggunung, tidak masalah sering asalkan sedikit nak. Biasakan mencuci tangan dan menuangkan air ke dalam piring. Dengan tangan kiri menjangkau gelas, minum seteguk-teguk kecil, tahan sendawa jangan sampai lepas. Jika makan menggunakan sendok, jangan beradu sendok dan garpu berdering bunyinya, jang lupa setelah selesai makan telungkupkan sondok dan garpu jangan dibiarkan terlentang karena maknanya makan belum kenyang ataupun makan kurang selera tersinggung orang yang menghidangkan. Tolong perhatikan itu nak, jangan rendah pandangan orang.
7. Sumbang pakaian. Jangan berbaju ketat nak, nampak rahasia tubuh. Jangan pula yang terlalu jarang nak, apalagi tipis tembus pandang dan tersimbah atas bawah. Mengenai model dan potongan. Sesuaikanlah dengan bentuk badan, selaraskan model dan corak kain agar sejuk dipandang. Oleh karena kamu keturunan ayah, warna kulit kita tidak berbeda jauh maka pilihlah warna yang seikit hambar. Cream, hijau pucuk, biru telur asin, ataupun abu-abu. Jangan dipakai baju yang berwarna merah nak, dendeng balado disangka orang, berdosa orang karena kita. Jika melayat ketempat orang kematian, pakai yang polos berwarna gelap. Jangan di pakai baju yang pontong juga pendek.
8. Sumbang bekerja. Pekerjaan orang yang perempuan hanya sebatas yang ringan-ringan, mudah, dan halus-halus. Menjahit, masak-memasak, juga menyusun perabotan rumah. Jika ke sawah hanya sebatas bertanam atau menyabit jangan sampai hingga membajak. Begitu juga jika ke ladang, hanya sebatas membersihkan rumput-rumput atau menebang pisang. Terlalu janggal bagi orang perempuan jika harus memanjat dan menebang kayu. Begitupun memilih profesi. Paling cocok menjadi guru. Selain itu bidan, salon, perawat, ataupun yang sejenisnya. Tapi jika profesi lain harus ekstra hati-hati nak apabila hendak menjadi sekertaris, _tour guide_, artis, ataupun pramugari. Boleh menyopir tapi jangan menjadi sopir.
9. Sumbang tanya. Jika ada orang bertamu sambutlah dengan ramah tamah dan dengan hormat dipersilahkan duduk. Hidangkan minum, selesai minum agak seteguk cukup rasanya beristirahat baru tanyakan apa maksud dan tujuan kedatangannya. Maka terlalu kasar budi seorang perempuan jika ada yang bertamu belum sempat ia duduk dan beristirahat sejenak langsung ditanyakan maksud dan tujuannya. Jangan! Tidak boleh! Buruk angkuh namanya nak. Jika tamu kita sedang makan, sumbang jika kita menanyakan berapa harga beras, pantang orang minang itu nak. Satu lagi, jika berjalan di dalam hutan jangan bertanya apa isinya, ular, harimau, dsb.
10. Sumbang jawab. Baik-baik menjawab pertanyaan orang jangan sampai orang tersinggung.
11. Sumbang bergaul. Jangan bergaul dengan laki-laki jika hanya kamu perempuan di dalamnya. Sumbang bergaul sama sama besar jika hanya berkumpul-kumpul tidur, bermalam di rumah orang, kecuali ada keperluan. Karena kamu anak gadis, sumbang bergaul dengan anak kecil. Ikut bermain karet dan kelereng apalagi berlari kejar-kejaran.
12. Sumbang kurenah. Maksud kurenah adalah gelagat pembawaan, sifat tabiat dan perangai, karakter bahasa sekarangnya, sikap mental bahasa modernnya. Kurang etis apalagi patut jika kamu berbisik berdua-dua sedangkan kamu duduk bertiga nak. Kurang bagus dan elok jika melucu bercanda serta tertawa disaat kalian pergi takziah nak. Tidak boleh tertawa melihat orang jatuh, tidak boleh menutup hidung ditengah orang ramai atau menguap membuka mulut lebar-lebar. Termasuk juga sumbang kurenah jika berkegiatan, mengambil suatu benda, menyetop mobil, melambaikan tangan menggunakan tangan kiri, kecuali menjangkau gelas ketika makan.

Itulah kiranya sumbang 12 yang harus perhatikan pada diri perempuan nak.

**BERSAMBUNG**

[Balerong #3] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : SIFAT PEREMPUAN

Adapun perempuan ini nak, terbagi ke dalam lima sifat. Empat sifat yang buruk dan satu sifat baik yang bisa digunakan, diantaranya:
1. Perempuan barau-barau. Adalah perempuan yang hilir mudik suka berbicara. Jika sudah duduk ada saja yang menjadi pembahasan, berbicara kelewatan seolah-olah tanpa batas. Tanpa disadari ada orang yang sakit karena perkataannya namun tidak ia pedulikan.
2. Perempuan layang-layang. Adalah perempan yang suka keluar rumah dan hobinya berhura-hura, layaknya burung layang-layang belum tersingkap matahari ia sudah terbang ingkin kemari. Pulang sekolah tidak langsung ke rumah, melainkan singgah dahulu di pasar. Asalkan ada keramaian baik itu pasar malam, konser, ataupun layar tancap, ia datang lebih dahulu.
3. Perempuan lawah-lawah. Layaknya jaring lawah-lawah di rumah, jaring dikembangkan siap menangkap mangsa. Ada yang tersangkut semua dihisap, sudah habis bangkai ditinggalkan. Jika digambarkan ke perempuan maka perempuan matre bahasa kerennya. Mulutnya manis ada maksud, jika ia punya pacar atau tunangan sudah habis dikorek ia mencari cowok baru.
4. Perempuan anai-anai. Sifat buruk dari anai-anai adalah mudah termakan rayuan sibuk dengan besar hati saja. Anai-anai suka cahaya, ada cahaya lampu dia mendekat, disangka cahaya itu tembus dihinggapi rupanya panas, sayap terbakar badan jatuh kelantai. Melihat temannya jatuh, yang lain datang mengikuti disangka tidak apa-apa malah ikut terbakar jua. Acap kali kejadian nak, lupa diri lupa daratan. Senangnya saja yang terbayang sudah rusak baru menyesal, sesalpun tidak berguna lagi.
5. Perempuan ramo-ramo. Dalam bahasa indonesia dikenal dengan nama kupu-kupu. Bentuknya elok dipandang, sayapnya berbunga, jinak serasa ingin digenggam, liarnya membuat ingin memilki. Hinggapnya sendiri-sendiri, berketika ia keluar, bersama baru ia kelihatan. Mainnya bukan sembarang main. Mainya ke helai bunga, bertamu ke benang sari, karena halus bawaan badan tangkai pun tidak bergoyang. Jika diibaratkan ke perempuan maka ia adalah perempuan yang tertib di rumah. Pandai berhias dan berdandan, hendak keluar mesti tau tujuan dan atas izin orang tua. Jelas tujuan dan maksud keluar bukan bermain tidak karuan. Bergaul sama besar, dekati yang lebih tua, gali ilmu dari yang banyak pengalaman.

Ayah lanjutkan nak. Perempuan juga ibarat bambu nak. Kalau tidak ada buku tiap ruas dan sembilu yang melampisi maka tidak berguna sebatang bambu nak. Begitu juga perempuan nak, yang menjadi ruas dijiwanya adalah budi, dan yang menjadi sembilu adalah malu. Perempuan tak berbudi ibarat bambu tak beruas, belum disinggung ia sudah retak ataupun pecah. Perempuan tak punya malu ibarat bilah tampa sembilu, bangun lemah tenaga rapuh. Hilang semangat kepribadian.

Oleh karena itu nak, supaya hidup teguh beruas maka jauhi pantang larangannya sumbang 12 orang namakan, itulah timbangan akhlak standar moral ukuran nilai sepanjang adat sopan santun di Minang Kabau.

Tahukah kamu apa yang di maksud dengan sumbang itu nak?

**BERSAMBUNG**

[Balerong #2] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : PERHIASAN PEREMPUAN

Untuk membaca bagian sebelumnya (klik disini)

Budi baik, bahasa elok, dan sopan santun itulah perhiasannya nak. Dalam islam dikenal dengan Akhlakul Karimah, atau Etika istilah baratnya. Di tanah Minang tidak ada yang lebih baik dari budi. Karena orang tidak takut dengan kekuatan, tidak harap akan kekayaan, tidak segan karena kepintaran, tidak tergoda oleh kecantikan.

Namun demikian nak, tidak selamanya yang lahir menunjukkan yang batin. Adakalanya berbeda yang tampak dan yang tersembunyi. Menurut orang cerdik pandai ada 7 tanda-tanda orang berbudi bermartabat, diantaranya:
1. Jika berbicara mengandung hikmah. Berpikir apa yang ingin dikatakan namun pntang mengatakan apa yang terpikir
2. Jika menolong tidak ria. Memberi karena Allah bukan mengharap pujian dan sanjungan
3. Jika berkata tidak sombong. Karena adakalanya seseorang itu di atas dan tidak jarang pula ia di bawah.
4. Jika dibantah tidak pendendam. Di dalam rapat berbeda pendapat itu biasa, tetap berwajah manis hubungan jangan sampai terenggangkan.
5. Jika susah tidak cemas. Tetap beriman walaupin cobaan banyak menghampiri.
6. Jika ditegur tidak penyinggung. Selalu menerima masukan, saran, dan kritikan dengan suka hati.
7. Jika berteman tidak pencemburu. Selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki.

“Pulau pandan jauah di tangah
Di balak pulau angso duo
Hancua badan di kanduang tanah
Budi baiak takana juo”

Selain itu, simak juga anjuran dari orang cerdik pandai nak, diantaranya:
1. _Nak luruih rangtangkan tali_, maknanya letakkan sesuatu pada tempatnya. Ikhlas jika memberi, jujur kalau menolong, dan adil kalau menghukum.
2. _Nak tinggi randahkan hati_, tahu atau sadar diri maknanya nak.
3. _Nak mulia tapati janji_, berbicara jangan berdusta, berjanji jangan diingkari, dan diberi amanah jangan berkhianat.
4. _Nak taguah paham dikunci_, beri yang patut di beri untuk diri jangan dilupakan.
5. _Nak labo jan takuik ugi_, hormati orang terlebih dahulu baru kita yang akan dihargai. Begitupun dalam berdoa, al fatihah, hamdalah, sholawat baru kita meminta. Puji dahulu baru pinta dimulai. Hidup adalah keseimbangan begitu konon kata orang.
6. _Nak kayo usah barutang_, ukuran kaya bukanlah jumlah harta tapi kekayaan hakiki tersimpan di dalam bathin. Dapat pula disimpulkan bahwa orang yang kaya adalah orang yang merasa cukup, orang yang tidak memiliki hutang, sifat qanaah dipakaikan. Seorang bos membeli mobil kredit adalah orang miskin, anak buah membeli sepeda motor lunas itulah orang kaya sebenarnya.
7. _Nak halauih asahlah baso_, jika berbicara manis, halus, enak didengar. Senyum terpancar walau hati remuk. Jauh dari kata kias maupun kata sindiran.
8. _Nak elok baiakkan sangko_, jangan cepat berprasangka apalagi buruk sangka.

Itulah nak perhiasan yang kiranya wajib terpasang bagi wanita menurut adat minang. Amalkanlah dalam kehidupan sehari-hari.

[Balerong #1] PESAN AYAH UNTUK ANAK PEREMPUAN : MARTABAT PEREMPUAN

Wahai anak perempuanku, mari sini duduk di dekat ayah. Ada yang ingin ayah sampaikan.

Ingin rasanya ayah mengulang cerita lama. Cerita ini tidak akan dilupakan walau hanya setitik dan tidak akan hilang walau hanya sebaris nak. Kala itu ayah berdo’a menginginkan seorang anak perempuan. Gunanya anak perempuan adalah penyambung pusaka keturunan, jika umur dipanjangkan maka ia yang akan membimbing ayah disaat tua karena ayah tidak punya saudara lagi.

Menanti kelahiranmu nak, do’a dihantar air mata ayah terbangkan. Naik membubung masuk embun, menelisik awan hingga langit tujuh tingkat dan bersarang di arasy. Hingga engkau lahir di atas dunia ini.

Mendengar lengkingnya tangisanmu nak. Terkejut ayah dalam kecemasan lalu meringkuk sujud syukur, iqamat pun dibisikkan. Allahu Akbar, Maha Suci Engkau Ya Allah Tuhan seluruh alam.

Maka disaat itu juga tersematlah kewajiban bagi ayah, diantaranya membawa turun mandi, memberi nama, dan mengikahkan. Semenjak setelah itu engkau beransur-ansur tumbuh dan besar. Dihitung-hitung hari. Dibilang-bilangkan bulan, bulan jadi tahun masuklah tahun yang ke-tujuh.

Kembali datang kewajiban kepada ayah, yaitu menyekolahkan dan menhgajarimu mengaji. Berharap anak akan besar layaknya orang, maka ayah berusaha lebih untuk mencari rezeki hilir mudik. Siang dan malam, segala cara telah ayah tempuh, berbagai rasa telah ayah rasakan. Hanya dua hal yang belum ayah rasakan nak, pertama mati dan kedua kaya.

Walaupun begitu nak, tetaplah bersyukur kepada Yang Maha Esa kita bisa hidup dengan sederhanaan ini. Ini semua adalah hasil usaha dan kerja keras ayah dan yang terpenting bukan hasil melalui penipuan ataupun pencurian.

Alhamdulillah, engkau kini telah beranjak dewasa nak. Entah berlanjut entah tidak sekolahmu itu hanya dalam ilmu Allah tinggal kita yang berusaha. Maka saat sekarang ini nak, tinggal satu kewajiban ayah, yaitu mencarikan kamu jodoh. Jika itu yang bertemu maka lunaslah semua hutang ayah akanmu nak karena pasangan telah menggantikannya.

Sedikit ayah certakan nasib kaum perempuan nak, sebelumnya ayah meminta ampun kepada seluruh kaum perempuan karena sedikit membuka certa ini. Sejak zaman jahiliyah hingga zaman modern seperti sekarang ini, biarpun di timur, barat, selatan, atau di utara sama saja jatuh harganya perempuan. Hanya di alam Minang Kabau yang memuliakan kaum perempuan hingga bernasab pada ibu.

Coba simakkan nak. Dimulai dari cerita Nabi Adam. Pada suatu ketika setan ke surga, digoda Siti Hawa untuk memakan buah terlarang “buah quldi”. Setelah Siti Hawa memakan hingga habis, lalu Adam pun digoda Hawa untuk memakan buah tersebut. Di dalam bimbang keraguan Adam turut memakan buah itu. Tidak lama setelah itu maka marahlah Allah SWT. lepaslah seluruh pakaian Adam dan Hawa terlempar keduanya turun ke muka bumi. Adam terlempar ke tanah hindustan dan Hawa terpental ke tanah Syam. Beratus tahun kemudian sambil meratap sepanjang jalan dan menangis memohon ampun diterima taubat Nabi Adam dan dipertemukan Adam dan Hawa di Padang Arafah. Begitulah Qur’an memberitakan, Injil pun turut mengabarkan, taurat dan zabur juga sama.

Oleh orang Bani Israil, kaum yahudi yang terkutuk lalu direndahkanlah orang perempuan. Mereka mengatakan “jika bukan ulah Siti Hawa senanglah kita di surga saat ini”. Bukan itu saja, orang Yahudi berpendapat, sebenarnya Allah menyebut buah quldi hanya sebagai kiasan dari gairah sex dan nafsu. Larangan itulah yang dilanggar. Karena Hawa penyebab semuanya, merengek kepada Adam. Mereka melanjutkan, itulah sebabnya perempuan dikutuk setiap bulan membawa haid darah kotor. Sementara laki-laki hanya dihukum ringan karena buah quldi tidak sampai tertelan, hanya sampai dikerongkongan dan berubah menjadi jakun. Maka hukumannya adalah dibuang sedikit bagian tubuh yaitu sunat rasul namanya.

Padahal sebenarnya nak, sepanjang syarak mengatakan adapun Adam dan Hawa dinikahkan Allah sendiri menjadi wali, Jibril menjadi saksi, dan Syahadat sebagai mahar. Maka ketahuilah nak, tuduhan zina ke Nabi Allah adalah simbol keingkaran, patut hinaan ditimpakan kepada umat paling sombong itulah umat Yahudi yang sampai sekarang masih mengganggu.

Berbeda dengan yahudi, bagi orang pengikut Jesus (Nasrani) wujud sesalan tetap juga ditimpakan kepada kaum perempuan. Hawa tetap sebagai puncak kesalahan sementara Adam hanya khilaf saja. Mungkin itu pula penyebabnya kenapa pastor dilarang menikah, paos dilarang punya istri, uskud menjanda. Jika hendak selamat di dunia dan akhirat jauhi orang perempuan.

Perlu diketahui nak, sejak zaman dahulu masa Romawi dan Yunani perempuan selalu dihina dan direndahkan. Mereka yang cantik diperjualbelikan sementara yang jelek menjadi budak. Begitupun di tempat lain, di Tanah Arab sebelum masuk Islam, hina beranak perempuan karena hanya akan menjadi beban keluarga. Dibawa berperang ia lemah, melihat darah takut, melihat kecoak saja lari. Apabila telah besar jika ia cantik, maka banyak yang akan membelinya dan ujung-ujungnya berakhir dengan peperangan. Maka jika lahir anak laki-laki dirawat dibesarkan, sementara lahir anak perempuan dikubur hidup-hidup jangan sampai kelihatan oleh orang lain.

Beralih ke Tiongkok, jika lahir anak perempuan dipasangkan sepatu besi setelah menikah baru dilepaskan. Sengaja kaki dikecilkan, biar lumpuh sebagian jangan pandai keluar rumah. Karena tugasnya hanya di dapur, sumur, dan kasur. Konon kabarnya di India, jika mati seorang laki-laki mayatnya dibakar dikremasi abunya simpan di dalam guci begitulah cara agamanya. Sementara istri yang ditinggalkan wajib pula terjun ke bara api menjadi abu tanda setia ke suami.

Sementara di Afrika perempuan menjadi tumbal. Jika ada dewa yang marah maka dibujuk dengan gadis cantik dan bencana alam terhindarkan. Sementara di jawa ada pepatah yang artinya “orang perempuan selalu mengikut kemana laki-laki pergi”. Ke surga ikut ke neraka tidak ingin tinggal.

Banyak lagi nak, terlalu banyak kisah dan cerita yang meremehkan kaum wanita sepanjang sejarah manusia. Bahkan hingga saat ini, di era modernisasi, IPTEK keterbukaan, emansipasi diperjuangkan nasibnya belum berubah hanya saja bungkusnya berbeda. Jika dahulu perempuan dijual orang maka sekarang perempuan menjual diri. Jika dahulu untuk orang bangsawan maka saat ini untuk orang banyak, tidak membeli menyewapun boleh.

Ketahuilah nak, sejak insan berada di muka bumi, sepanjang sejarah peradaban hanya dua saja yang menaikkan martabat perempuan, yaitu agama Islam dan adat Minang Kabau. Banyaklah ayat dan hadist tentang memuliakan kaum ibu, diantaranya yang paling populer adalah surga berada di bawah telapak kaki ibu, wanita tiang negara, atau perbandingan derajat antara ibu dan bapak adalah tiga berbanding satu.

Terlebih di dalam adat Minang Kabau nak, perempuan dimuliakan. Garis keturunan diambil dari ibu. Jika tidak ada anak perempuan maka alamat putus keturunan, datuk terbenam, dan harta berpindah tangan. Sebab segala harta pusaka warisnya ke anak perempuan, laki-laki di tanah minang tidak memiliki harta pusaka. Tugasnya hanya merawat, mengembala, membajak, memupuk, mengganti jika telah usang hasilnya untuk perempuan. Begitu adat memberitakan.

Hal itu adalah hak secara lahir nak, jaminan materil ekonomi perempuan tidak boleh ditelantarkan. Lantas bagaimana dibidang moral rohaninya? Hina mulia suatu kaum tergantung perbuatan yang perempuannya. Peperangan bisa berdamai, pembunuhan bisa diberi maaf, rampas dapat dikembalikan. Tapi jika perempuan dibuat malu, janda dibawa orang, gadis berteriak dalam semak, tertutup semua pintu damai. Begitulah mahal harga tinggi martabat perempuan di tanah Miang Kabau.

Mempersingkat cerita nak, ibarat batu permata maka nilai kalian adalah intan yang lengkap jika diikat oleh emas. Maknanya, perempuan di Tanah Minang sangat istimewa dan semakin istimewa jika memakai perhiasan, apa perhiasannya? Yaitu budi nak.

**BERSAMBUNG**

PESAN AYAH UNTUK ANAK LAKI-LAKI (Bagian 5)

Nak, kali ini ingin ayah paparkan siapa yang haram dinikahkan sepanjang hukum syariat islam dan tercela menurut adat minang kabau. Ada 13 perempuang yang tidak boleh dinikahi menurut ajaran agama islam, diantaranya:
1. Ibu kandung, ibu dari ibu, dan ibu dari ayah (nenek kandung)
2. Anak kandung dan keturunannya ke bawah
3. Saudara kandung biarpun se-ibu beda ayah atau se-ayah beda ibu
4. Saudara perempuan ayah
5. Saudara perempuan ibu
6. Anak perempuan dari saudara laki-laki
7. Anak perempuan dari saudara perempuan (keponakan)
8. Ibu yang menyusui juga ibu dari ibu beliau
9. Saudara perempuan sepersusuan serta anak cucunya ke bawah
10. Ibu dari istri (mertua)
11. Istri dari anak “menantu”, walaupun sudah bercerai
12. Anak tiri walaupun ibunya sudah meninggal
13. Saudara perempuan dari istri kecuali tidak dimenantukan.

Itulah orang-orang yang diharamkan untuk dinikahi. Di zaman Rasulullah dan sahabat dilarang mengawini para janda Rasulullah. Selain itu, dilarang mengingini perempuan dalam masa iddah.

Adapun bagi orang Minang Kabau yang beradat sersandi syarak, syarak bersandi kitabullah selain 13 perempuan di atas ada pula 8 perempuan yang berpantang sepanjang adat untuk dinikahi, yaitu:
1. Perempuan yang bersaudarakan ibu
2. Perempuan yang bersaudarakan ayah
3. Janda saudara, kecuali jika sudah meninggal
4. Janda paman, biarpun bercerai hidup atau bercerai mati
5. Janda penghulu dalam suku
6. Sahabat karib ibu
7. Tetangga sebelah rumah
8. Perempuan satu suku

Namun, setiap daerah memiliki larangan yang berbeda. Ada yang lebih dari delapan. Ada yang boleh sepersukuan asalkan penghulunya sudah berbeda. Ada pula perjanjian dua suku yang tidak boleh ambil mengambil atau sebagainya.

Nak, jika kamu telah menikah untuk membuka palang hati dan masuk ke dalam jiwa ada empat larangan yang harus dihindari dan empat suruhan yang harus dipatuhi. Adapun empat larang itu, diantaranya:
1. Jangan pernah menyebut perempuan lain pembanding-banding yang dahulu di hadapan istrimu. Paling sakit bagi perempuan jika ia dibanding-bandingkan nak.
2. Jangan pemuji berterus terang atau mengatakan tidak suka secara blak-blakan. Kalau istri disanjung-sanjung dipuji berterus terang alamat akan tinggi diri dan sombong juga takaburpun menghampirinya nak. Sebaliknya, jika ada yang kurang setuju yang lahir maupun bathin jangan pula berterus terang di depannya karena akan mendatangkan rasa minder terhadap istrimu. Tapi kalau memuji sekilas saja, tidak suka gunakan kata-kata sindiran sambil tertawa.
3. Jangan dilecehkan istri di depan orang ramai apalagi di depan karib kerabat.
4. Jangan ringan tangan (ini yang paling ayah benci). Susah orang tuanya membesarkan diserahkan kepadamu secara baik jangan pula kamu pukuli. Ingat nak, istrimu itu masih banyak yang punya. Punya ibu dan bapaknya, punya kaumnya, punya negara, dan punya Allah SWT. jangan enak-enak saja memukuli. Jika dosanya tidak terampuni, ulahnya melampau batas tidak mungkin dibentuk kembali, serahkan kembali ke ayahnya nak. Tapi jangan disakiti, dipukul-pukul, karena ia bukanlah hewan yang tahan pukul melainkan manusia yang tahan kias. Ingat itu!

Kemudian, adapun suruhan yang empat adalah:

1. Turun tangan jika istri terdesak. Suami disatu pihak dengan istri dibidang lain sudah memiliki bidang kerja dan tugas masing-masing. Suami mencari nafkah, istri mengurus rumah. Jangan seperti gotong royong semua mau dipegang, sumbang dan janggal dipandangi. Akan tetapi, ketika istri kurang sehat, masih lemah karena bersalin, atau kerja terlampau sibuk suami harus turun tangan membantu apa yang bisa dibantu. Mungkin itu menyapu, mencuci piring, atau bahkan menyetrika. Prihatinlah ke istrimu nak, susah jadi perempuan itu. 

2. Sudah menjadi kodrat alam nak, ketika istri mulai mengandung banyak tingkah berubah sifat seketika. Terkadang katanya kita busuk jijik setengah mati, sayang berlebihan tidak boleh suami keluar rumah, kehendaknya tidak masuk akal. Minta es krim di tengah malam, ingin minum susu kuda, macam-macamlah perangainya. Jika bertemu yang seperti itu nak, mesti sabar menghadapinya. Karena itu adalah ujian bagi calon ayah, ibarat pelonco di Mahasiswa. Makanya ayah ingatkan jangan bertengkar, berdebat, bahkan bercerai karena urusan kecil.
3. Ajari ia bergaul dengan ipar bisan dan suruh ia bermasyarakat. Jarang sekali orang yang mampu merukunkan istri dan ibunya. Kenapa demikian? Karena mereka berdua merasa memilikimu dan berebut kasih darimu. Hak ibu rasa teracuhkan karena datang perempuan lain padahal ia yang membesarkan. Istripun merasa memiliki, sepanjang hukum dan syarak, peraturan dan undang-undang suami adalah hak dari istrinya. Keduanya betul nak, sekarang satu daerah dua pemilik. Makanya ayah ingatkan, berpandai-pandailah, adil-adil berdiri di tengah, jangan oleng dengan pendirian, serta pakailah sifat bijaksana. Adakan pendekatan psikologis antara ibu dan istri hanya saja jangan terlalu erat apalagi hidup serumah, pepatah minang mengatakan “arek-arek lungga mangkonyo elok”. Selain itu, cara beripar dan berbisan. Biasakan kunjung mengunjungi supaya terwujud keserasian dalam keluarga besar ipar bisan. Jangan lupa ajari istri bermasyarakat, ikut serta dalam Dharma Wanita, PKK, asalkan bersifat positif lepaslah tetapi tetap monitor dari jauh. Awasi jangan sampai kumat penyakit ibu-ibu. Pertama, pamer memamerkan. Kedua, menggosip menceritakan orang.
4. Selalu bermusyawarah. Laki-laki pemimpin dikeluarga selalu mengambil keputusan, namun jangan mengambil keputusan sendiri, ajak istri bermusyawarah. Mulai dari mengambil keputusan besar seperti membangun rumah atau membuka usaha hingga keputusan kecil seperti memilih warna kain sarung. Semua mesti dengan musyawarah. Bahkan jika anak sudah besar, wajib pula diikutsertakan dalam musyawarah.

InsyaAllah nak, jika empat larangan dan empat suruhan di atas dijalankan dengan baik sejahtera keluargamu nak. Suami teladan kata orang.

Terakhir nak, adapun laki-laki di tanah Minang memikul banyak tanggung jawab. Di samping istri dan anak-anak, ada keponakan, kaum kerabat, juga kampung dan halaman. Pepatang mengatakan

“Kaluak paku asam balimbiang, tampuruang dilenggang-lenggangkan dibaok rang saruaso. Anak dipangku kamanakan dibimbiang, urang kampuang dipatenggangkan tenggang nagari jan binaso.”

Artinya, sementara mengurus rumah tangga kita dituntut secara moral membela karib kerabat dan keponakan, bahkan secara materil jika keadaan memungkinkan. Bermasyarakatpun dijalankan nak, jangan kita hendak hidup sendiri berpikir jika urusan anak istri sudah selesai urusan orang masa bodoh. Orang tua menjanda tidak peduli, keponakan terlantar tidak acuh, pesta orang tidak datang, ada tetangga kemalangan tak dijenguk, gotong royong tidak pernah sekalipun. Jangan nak, ayah tidak suka yang demikian. Jika nanti kamu susah tidak ada pula yang akan peduli.

Mengenai diri ayah jangan terlalu dihiraukan. Selagi masih bergerak tulang ini kalian tidak akan dibebani. Namun, kalau umur singkat ayah berpulang lebih dahulu, jaga ibumu nak, bela ibumu nak urusi dengan seluruh kemampuanmu. Haram lillah ayah tak rela kasih tak izin jika ibumu engkau titip di panti jompo.

Jika tersebut tentang kematian. Terbayang nasib di akhirat cemas ayah memikirkannya. Entah bagaimana di hari esok. Sepanjang kaji yang didengar, hadist yang shahih dari Nabi hanya tiga yang akan menolong nak, yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang sholeh.

Karena susah sepanjang hari, tidak sempat bersedekah, untuk kalian saja tidak cukup konon pula mengingat orang lain. Disebut ilmu yang diajarkan itulah yang susah sekali, sekolah ayah tidak tamat, mengaji tidak sampai khatam, pengalaman masih kurang. Hanya yang terakhir yang ayah harapkan nak, do’a dari kalian. Kirimi do’a agar lapang dan dimudahkan urusan kubur ayah. Tolong ya nak, tolong. Hanya satu itu permintaan Ayah yang lain kalian tidak berhutang ridha dan maaf mengiringi.

Itulah seluruh pesan ayah nak, kembali kepadamu jika ingin mengamalkan.

SELESAI